
...***...
Rael terlempar dengan jarak yang sangat jauh, hingga membuat dirinya mengalami luka yang cukup serius.
Jari-jari tangan retak akibat menahan kepalanya dari benturan, tulang rusuk patah, dan organ-organ dalamnya terluka hingga membuatnya memuntahkan banyak darah.
Asap mulai keluar dari luka luar maupun dalam, proses pemulihannya pun melambat karena energi yang tidak cukup untuk menyembuhkan seluruh lukanya.
Bima dan yang lainnya sontak teralihkan oleh Rael yang tiba-tiba terlempar ketempat para pasukan Orion berada.
" Aku tidak menyangka, di situasi yang tidak kondusif ini dirimu dapat mengarahkannya ketempat ini."
Ujar Bima dengan wajah yang sedikit khawatir.
" Bertahanlah sedikit lagi Rael!"
Tegas Santika dari arah kejauhan.
Saat ini Rael sudah tidak berdaya, dan berusaha sekuat tenaga untuk menahan semua rasa sakit yang ia rasakan sekarang.
Kedua tangannya bergetar karena tidak sanggup untuk bergerak, kedua kakinya pun tidak bisa ia rasakan sama sekali.
Kesadarannya perlahan-lahan mulai memudar, dan seketika pandangannya mulai menghitam karena tidak sanggup lagi untuk menahan kesadarannya seperti sediakala.
Klana masih mengejar Rael dengan menghancurkan setiap dinding yang menghalanginya.
Tanpa ia sadari, ditempat sekarang berada telah dipasangi jebakan yang sangat rapih hingga orang-orang tidak akan menyadari bahwa ditempat itu telah terpasang sebuah jebakan.
Ketika Klana sampai disebuah tempat yang luas, Bima memberikan sebuah aba-aba kepada kelompok lain yang ada di seberangnya dan tengah bersembunyi.
Kelompok Bima dan kelompok Santika pun menyalakan sebuah generator, generator tersebut berputar dan menggulung sebuah tali kawat yang kokoh.
__ADS_1
Tali kawat tersebut kemudian mengikat tubuh Klana hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
Klana terpaksa harus menggunakan tenaganya agar terbebas dari ikatan tali kawat tersebut.
Namun dari arah kejauhan, Aria tengah siap di posisinya untuk menembak Klana dengan sniper nya.
Aria pun menembakkan sebuah bius beruang yang ia dapatkan dari Pramono, bius tersebut ternyata cukup ampuh untuk membuat Klana melemah dari yang sebelumnya.
Tali kawat itu pun mulai mengencang kembali dan membuat Klana semakin terhimpit oleh jeratan tali kawat tersebut.
Namun Klana tidak menyerah begitu saja, ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk terbebas dari jeratan tali kawat tersebut.
Akibatnya generator yang menggulung tali kawat itu pun rusak akibat ditarik paksa oleh Klana yang sedang berusaha untuk terbebas.
Orang-orang yang ada disana pun menahan tali kawat tersebut dengan menariknya bersama-sama.
Usaha orang-orang pun cukup membuahkan hasil dan Klana pun sempat tertahan beberapa saat.
Meskipun seluruh orang telah terlepas dari tali kawat tersebut, Bima dengan teguh terus menariknya sekuat tenaga hingga membuat jari tengah dan jari telunjuknya patah akibat gesekan yang luar biasa.
Bima pun berusaha untuk menahan teriakannya, namun tali kawat yang menjerat Klana terlepas dan membuatnya terbebaskan.
Aria yang melihatnya terbebas sontak menembakkan bius beruangnya sekali lagi, namun bius tersebut dihempaskan oleh Klana dan melemparkan sebuah benda kearah Aria.
Aria pun segera pergi dan berlindung agar tidak terkena serangannya, situasi disana pun semakin tidak karuan dan menyebabkan keributan.
Rael yang tidak sadarkan diri itu tiba-tiba tersadar kembali karena mendengar orang-orang yang tengah panik.
Ia berusaha semaksimal mungkin untuk menggerakkan tangannya dan merogoh sebuah barang didalam tas selempang nya.
Barang yang diambil oleh Rael tersebut ternyata sebuah tabung kecil yang didalamnya tersimpan darah yang dapat membantu penyembuhan dan menambah energinya kembali.
__ADS_1
Meskipun ia tidak pulih sepenuhnya tapi itu cukup untuk berjalan dan membantu pasukan Orion.
Rael mengambil sebuah ancang-ancang dan berlari sekencang-kencangnya, ia pun melompat dari lantai dua langsung menyerang Klana dari udara.
Rael bersiap menyerang Klana dengan tangan kanannya yang berubah menjadi tangan monster, dan Klana pun mengerahkan tangan kirinya yang berubah menjadi sangat besar.
Mereka berdua mengerahkan pukulannya masing-masing dengan seluruh kekuatannya yang tersisa.
" Rasakan ini Klana!"
" Matilah kau Rael!"
Kedua pukulan tersebut saling menghantam satu sama lain, akibat pukulan yang keras tersebut membuat lengan Klana hancur dan otot lengan kanan Rael meledak karena terlalu memaksakan diri.
Klana yang tengah kesakitan lantas mengubah bentuk lengan kanannya berupa bilah pisau yang tajam dan mengarahkannya kearah Rael.
" Tak akan kubiarkan kau!"
Aria pun menembak lengan kanan Klana hingga membuatnya putus.
" Dasar kau ******!"
Dengan menahan rasa sakit, Rael pun mengerahkan semua tenaganya kebagian kaki kanannya dan menendang Klana dari udara, dari sepatunya keluar sebilah pisau saat Rael menekan sebuah tombol dari sepatunya dengan kaki kirinya itu.
Bilah pisau tersebut tepat mengenai core Klana dan membuatnya tersungkur kebelakang.
Berkat core nya yang tertusuk, membuat sistem regenerasi nya melambat.
Klana pun sekarat karena serangan yang dilancarkan oleh Rael, sedangkan Rael tersungkur dan menahan semua rasa sakitnya itu.
> Bersambung...
__ADS_1