Host Infection

Host Infection
Bab 29 Penyerbuan


__ADS_3

...***...


Hari pemburuan pun telah tiba, seluruh anggota pemburu disuruh berkumpul di tengah lapangan agar mempermudah para pemimpin untuk memberikan informasi kepada seluruh anggota.


" Baiklah kalian semua, hari ini kita akan ditugaskan untuk menjelajahi suatu mall di arah barat daya sana, mungkin diantara kalian sudah mendengar rumor dari orang-orang bahwa di tempat itu sudah dipenuhi oleh monster, tapi sebagai orang yang memiliki pengalaman dalam membunuh monster, kita semua harus bisa mengambil alih mall tersebut dikarenakan pasokan makanan kita akan cepat menipis jika kita biarkan saja." Ucap pemimpin kelompok pemburu itu.


" Jadi kita harus berjuang agar para generasi baru bisa kembali merasakan bumi yang dulu pernah kita hadapi, kalian tidak akan mau kan jika anak cucu kalian dipaksa untuk membunuh hanya karena sesuap nasi?!" Teriak pemimpin itu.


" Ya, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi!" Sorak seluruh anggota.


" Kalau begitu kita akan berangkat dalam lima belas menit lagi, dan untuk informasi lebih jelasnya kalian dapat melihatnya di papan informasi."


Setelah pidato yang cukup menghebohkan itu, seluruh anggota lantas mengerumuni papan informasi tersebut, dan didalamnya tercantum segala macam informasi yang harus mereka patuhi.


Tak hanya itu saja, di papan informasi tersebut juga tercantum informasi kelompok yang didalamnya terdapat tiga anggota di setiap kelompoknya.


Karena waktu masih tersisa sepuluh menit untuk berangkat, Rael memanfaatkan waktu tersebut untuk mengecek kembali peralatan yang ia bawa dan bersantai sejenak di teras salah satu rumah.


Saat Rael sedang duduk santai, pemimpin kelompok pemburu yang melakukan pidato tadi berjalan menghampiri Rael.


" Jadi kau adiknya Santika yah?" Tanya orang itu.


" Em~." Bingung Rael.

__ADS_1


" Ah, aku lupa memperkenalkan diriku, namaku Pramono mungkin kau sudah tau profesi ku disini saat melihatku berpidato, kedudukan ku di kelompok pemburu ini berstatus ketua, tapi kau tak usah risau dengan ku dan berbicaralah dengan santai."


" Baiklah kalau begitu, tapi ngomong-ngomong siapa orang yang ada disana itu?"


" Ah, namanya Ranu, dia seorang yang suka membuat masalah disini, pasti kau penasaran dengannya karena keributan semalam kan?"


" Ya begitulah, sepertinya kejadian itu sudah menyebar ke seluruh tempat ini."


" Karena tempat ini lumayan kecil, jadi tak heran jika rumor-rumor akan cepat menyebar."


" Sepertinya waktu keberangkatan sebentar lagi tiba, jadi aku pergi terlebih dahulu dan berkumpul dengan anggota kelompokku."


" Ya, hati-hati dan jangan lupa untuk terus waspada!"


Rael pun sudah menduganya sejak kemarin, bahwa ia akan sekelompok dengan Dhafi dan Putri, meskipun Rael telah mendengarkan percakapan pada saat itu tapi ia tidak mahir dalam membedakan suara setiap orang.


Tapi Rael sudah mempersiapkan mentalnya jika sesuatu yang tak terduga terjadi secara tiba-tiba, ia hanya perlu mencaritahu siapa orang yang pernah Rael dengar pada malam itu.


" Yo Rael apa kau sudah siap?" Tanya Dhafi.


" Ya, aku sudah siap dari kemarin."


Dengan perintah dari Pramono, seluruh anggota keluar dari benteng pertahanan dan bergerak secara berpencar untuk mencari pintu masuk mall yang akan mereka semua masuki.

__ADS_1


Sementara yang lain masih sibuk mencari pintu masuknya, secara mengejutkan Dhafi menemukan satu pintu yang agak tersembunyi karena tertutupi oleh puing-puing bangunan.


Setelah itu Rael memberitahu yang lainnya bahwa mereka telah menemukan jalan masuk kedalam mall, salah satu orang pun masuk kedalamnya untuk melihat keadaan di dalam sana.


Beberapa saat telah berlalu, orang tersebut pun kembali dan memberitahu Pramono keadaan didalam mall tersebut.


" Mulai saat ini persiapkan senjata kalian, karena sekarang kita akan menyerbu dan membantai seluruh monster yang ada di dalam, usahakan untuk menghemat baterai kamera kalian karena jika itu mati maka kalian tidak akan dapat membunuh para monster dengan pasti." Ujar Pramono.


" Jika kalian sudah paham, maka kita akan segera menyerbunya." Ucap Pramono.


" Sekarang!"


Seluruh anggota pemburu pun masuk kedalam dan membantai seluruh monster dengan sangat mudah, karena kamera infrared yang Rael usulkan sangat berguna untuk mencari core setiap monster yang tempatnya selalu berbeda-beda.


Puluhan mayat monster pun berserakan dimana-mana, saat mereka sedang bersusah-payah untuk mengalahkan para monster, salah satu monster yang ada disana mengeluarkan sebuah suara yang membuat monster lain berlarian menuju kelompok pemburu itu.


" Berhati-hatilah kalian, gelombang kedua akan segera tiba!"


Para monster yang terpancing oleh suara itu, datang menghampiri seperti ombak ganas dilautan, orang-orang yang ada disana mengeluarkan seluruh emosinya dan melampiaskannya dengan membunuh setiap monster yang datang.


Saat mereka sedang sibuk dengan pertarungannya, tanpa Putri sadari baterai kamera infrared nya telah habis, Putri pun panik karena ia merasa bahwa baterai kameranya sudah ia ganti dengan yang baru.


Salah satu monster yang ada disana pun mendekati Putri dan ingin menyerangnya dengan cakarnya yang tajam, namun Rael berhasil menyelamatkannya dan membunuh monster itu dengan sekali tusukan.

__ADS_1


> Bersambung...


__ADS_2