Host Infection

Host Infection
Bab 35 Dukungan


__ADS_3

...***...


Keesokan pagi yang cerah dan hangat, semua orang memulai kembali aktifitasnya masing-masing.


Jam sarapan pun telah tiba, Bima yang telah mempersiapkan dirinya pergi ketempat Rael berada untuk mengajaknya sarapan bersama-sama.


" Oi... Rael, apa kau sudah bangun, sekarang sudah saatnya sarapan!" Ucap Bima dari balik pintu.


" Kau duluan saja ke kantin, aku sedang tidak nafsu makan."


Mendengar jawaban dari Rael, Bima semakin curiga dengan perilakunya, dia takut kalau Rael akan melakukan hal yang tidak-tidak.


Lantas ia pun membuka pintu ruangan Rael dan melihatnya sedang tiduran diatas sofa, Rael yang sedang rebahan tersebut terus menatap langit-langit atap.


" Kau itu sedang melamun apa sih?" Tanya Rael.


" Hei, aku tidak ingat mengizinkanmu masuk ke ruangan ku."


" Hah... Melihat dari sikapmu apa kau masih kesal atas kejadian kemarin?" Tanya Bima.


" Bohong jika aku menjawab tidak, meskipun aku sudah terbukti bukan pelakunya, tapi itu tidak akan menghentikan tatapan mereka kepadaku, kau tau kan kalau aku sedikit sensitif jika ditatap oleh orang dari belakang."


" Jadi, sekarang apa yang akan kau lakukan?"


" ... Menjauhi dari orang-orang sepertinya satu-satunya pilihan yang dapat aku lakukan."


" Dan kau akan terus mengurung dirimu dalam ruangan ini tanpa melakukan apapun?"

__ADS_1


" Yah benar jika aku akan mengurung diriku sendiri di ruangan ini, tapi sejak aku berhadapan dengan monster kemarin, aku menyadari kalau mengandalkan kekuatan yang belum dapat dikuasai itu hal yang beresiko."


" Terus, apa yang kau rencanakan sekarang?"


" Apa kau ingat dengan bangkai pesawat yang aku pungut kemarin?" Tanya Rael.


" Ya aku mengingatnya, memang apa yang ingin kau lakukan dengan benda itu?"


" Aku akan membuat sebuah senjata dari bangkai pesawat itu, apalagi bahan-bahan tersebut terbuat dari titanium."


" ... Jadi begitu yah, baiklah aku akan membantumu jika kau perlu bantuan."


" Baiklah aku akan mengandalkan mu, tapi bisakah kau ambilkan makanan untukku sarapan?"


Disisi lain, Santika, pak Sudiarto, dan Pramono sedang mengadakan rapat dengan sangat rahasia.


" Baiklah, video yang direkam oleh Rael memberikan kita informasi berharga, dengan informasi ini dan informasi yang pak Sudiarto katakan, kita dapat mengetahui kalau setiap monster memiliki kriterianya masing-masing." Ujar Santika.


Dari pembahasan pertama itu, dapat kita simpulkan bahwa monster dengan nama spesies The Terror akan mengejar mangsa mereka terus-menerus hingga mangsa tersebut kelelahan.


Kesimpulan lainnya mereka menemukan bahwa monster dengan inang perempuan memiliki potensi berubah menjadi The Terror, dan monster dengan inang laki-laki cenderung lebih menonjol dengan kekuatan dan ketahanan yang mereka miliki.


Setelah permasalahan pertama sudah selesai, lantas Pramono pun mulai menanyakan perihal kondisi Rael saat ini.


" Untuk menjawab pertanyaan mu itu, kau harus berjanji kalau kau akan merahasiakan informasi ini, karena orang-orang tidak siap untuk menerima hal ini." Ujar Santika.


" Baiklah aku berjanji." Ucap Pramono.

__ADS_1


" ... mungkin kau akan kesulitan untuk menerima informasi ini sekarang, tapi percayalah bahwa apa yang aku katakan ini merupakan sebuah kebenaran." Ujar Santika.


" Sebenarnya, sekarang Rael sudah terinfeksi oleh sel monster ditubuhnya, dan secara mengejutkan dia dapat menahan setiap perubahan yang dialami oleh tubuhnya." Lanjut Santika.


" Tunggu, kau bilang bahwa Rael sudah terinfeksi?" Tanya Pramono.


" Ya itu benar, kami pun masih belum memahami apa yang dialami oleh Rael, tapi jika penyebabnya berhasil ditemukan, maka vaksin untuk melawan infeksi yang ditimbulkan oleh sel monster dapat diatasi sepenuhnya." Jawab Santika.


" Tapi bagaimana jika suatu saat dia tidak bisa mengendalikan dirinya?"


" Untuk itu aku masih belum menemukan solusinya, tapi jika hal tersebut terjadi maka aku yang akan bertanggung jawab." Jawab Santika.


" Bukan hanya dia saja, aku dan teman-temannya pasti akan bertanggung jawab atas kehadiran Rael."


" Baiklah, karena aku telah berhutang nyawa kepadanya, maka aku akan ikut mendukungnya untuk kembalinya kedamaian dunia." Ujar Pramono.


Setelah pertemuan tersebut, kemudian mereka semua keluar dari ruang rapat secara berhati-hati agar para warga tidak curiga dengan pertemuan mereka tersebut.


Seluruh penduduk mulai meramaikan kembali suasana dalam benteng, dan sesekali beberapa orang menanyakan keberadaan Rael kepada teman-teman.


Tapi mereka semua hanya bisa menjawab dengan alasan kalau Rael sedang beristirahat di ruangannya karena sakit.


Disisi lain, Citra yang sedang mengerjakan suatu tugas, secara tiba-tiba ada sebuah anak panah yang melesat melewatinya dan menancap disebuah pohon.


Dari anak panah tersebut ada selembar kertas yang terikat, di kertas tersebut ternyata tertulis sebuah kalimat yang membuat Putri terkejut hingga membuatnya ketakutan.


>Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2