Host Infection

Host Infection
Bab 30 Bencana susulan


__ADS_3

...***...


Putri yang sedang diserang oleh salah satu monster berhasil diselamatkan oleh Rael yang langsung membunuh monster itu dengan satu kali serangan saja, atas kejadian itu membuat beberapa orang disekitarnya merasa kaget atas apa yang mereka lihat itu.


" Fokuslah kalian semua, jangan biarkan pandangan kalian teralihkan begitu saja!" Teriak Pramono.


Orang-orang yang ada ditempat itu membantai semua monster disana tanpa gentar sedikitpun, meskipun peralatan yang mereka pakai cukup sederhana dan terbatas.


" Hei kau cepatlah berdiri, kita disini tidak mempunyai waktu untuk mengkhawatirkan mu yang sedang terluka, kau harus berdiri jika ingin terus hidup untuk melihat hari esok!" Ujar Rael.


" ... Ya kau benar, aku tidak bisa terus menjadi beban disini." Ucap Putri.


Saat Putri bangun untuk berdiri kembali, Rael mengambil kamera yang dia pakai dan melihat baterainya yang sudah habis.


" Nih kamera mu, aku sudah menganti baterainya dengan yang baru jadi kau tak usah khawatir."


" Ah terimakasih, ngomong-ngomong aku sedari tadi tidak melihatmu menggunakan kamera untuk membunuh monster?" Tanya Putri.


" Aku punya caraku sendiri untuk membunuh mereka." Jawab Rael.


Dhafi yang melihat Putri sempat diserang oleh salah satu monster mulai mendekatinya dan melihat apakah ia mendapatkan sebuah luka, Putri yang dikhawatirkan oleh Dhafi mulai menenangkannya bahwa dirinya baik-baik saja.


Setelahnya Dhafi membawa Putri untuk terus bersamanya agar ia bisa melindunginya dari serangan monster, Dhafi yang sedang bersama Putri itu pun melihat ke arah Rael yang sedang bertarung dengan tatapan yang kurang menyenangkan.

__ADS_1


Selama beberapa jam seluruh anggota pemburu terus menerus membantai monster yang datang tanpa henti, setelah pertarungan yang melelahkan tersebut akhirnya monster yang berdatangan itu pun mulai berkurang seiring berjalannya waktu.


Namun tanpa mereka sadari sudah ada seekor monster yang sedang diam untuk mengamati mangsanya dari arah kejauhan, dengan gigi taringnya yang tajam ia sudah tak sabar untuk memangsa para manusia itu hingga membuat air liurnya keluar dari mulutnya.


" Bertahanlah sebentar lagi, jumlah monster sudah mulai berkurang jadi bertahanlah apapun yang terjadi!" Teriak Pramono.


Dengan arahan Pramono, berhasil membuat semangat para pemburu menggebu kembali dengan harapan gelombang monster sudah berhenti.


Monster yang datang mulai berkurang hingga dapat dihitung oleh jari saking sedikitnya jumlah mereka, tak membutuhkan banyak waktu hingga para monster itu mati dan gelombang monster itupun sudah resmi berhenti.


Para pemburu yang ada disana bersorak atas kerja keras mereka semua, beberapa orang yang disana bahkan sampai menendang kepala monster yang terputus saking girangnya atas pencapaian mereka.


Tanpa mereka semua sadari sebuah bencana yang sangat mengerikan sedang mengintai mereka dari kejauhan, monster yang sedari tadi bersembunyi dibalik bayangan mulai menunjukkan wujudnya kepada orang-orang.


" Eh apa itu, tak kusangka masih tersisa satu monster yang berhasil selamat, dengan kamera infrared ini akan mudah membunuhnya dengan panah ini." Ucap salah seorang.


Dengan darah dan organ dalam yang berceceran itu membuat beberapa orang disana histeris dengan apa yang terjadi tersebut, tak tanggung-tanggung monster tersebut terus melancarkan serangannya kepada orang-orang hingga membuat mereka seketika mati.


" Sial, monster apa itu kenapa dia sangat kuat seka..." Ucap salah satu orang yang terbunuh oleh monster yang baru datang itu.


" Semuanya bersiap!" Ucap Pramono yang tidak didengar oleh orang-orang karena panik.


Beberapa serangan dan tembakkan pun telah mereka lontarkan kepada monster itu, namun tak satupun dari mereka yang berhasil mengenainya karena monster itu sangat lincah dan cepat.

__ADS_1


" Pak Pramono, berhati-hatilah dengan monster itu!" Teriak Rael.


" Apa kau mengetahui monster ini?" Tanya Pramono.


" Aku belum melihatnya secara langsung tapi, menurut teman-teman ku yang sudah bertarung dengan monster mengatakan kalau mereka pernah berhadapan dengan seekor monster dengan ciri-ciri yang mirip dengan dirinya, tapi yang membedakannya dia tidak memiliki sebuah ekor." Ujar Rael.


" Apa monster itu sangat berbahaya?" Tanya Pramono.


" Menurut temanku, monster yang mereka lawan waktu itu sangatlah berbahaya, karena monster tersebut memiliki kecerdasan yang diatas rata-rata monster normal, meskipun monster itu tidak memiliki ekor tapi aku yakin dia akan menjadi monster yang sangat sulit untuk kita tangani." Jawab Rael.


" Agh sial, kenapa banyak sekali cobaan yang harus kita hadapi." Ujar Pramono


Waktu pun telah berlalu, orang-orang yang sedari tadi melawan monster itu perlahan berkurang karena satu-persatu dari mereka mati akibat serangan dari monster itu.


Dhafi yang melihat keadaan tersebut, menarik tangan Putri dan membawanya untuk menjauh dari monster itu.


" Hei Dhafi kenapa kita berlari?"


" Kita sudah tidak memiliki harapan lagi, kita harus pergi secepatnya dari sini!"


Monster itu terus menerus menyerang orang-orang secara satu-persatu, dan tak berselang lama kemudian semua orang telah mati kecuali Rael dan Pramono yang tersisa.


Karena merasa tidak puas, monster itu kemudian melihat kearah Pramono dan ingin menyerangnya untuk dijadikan makanan.

__ADS_1


Saat monster itu menyerang, tiba-tiba saja Rael melindungi Pramono dengan tubuhnya yang dijadikan sebuah perisai daging untuk menghalau serangan dari monster itu.


> Bersambung...


__ADS_2