Host Infection

Host Infection
Bab 45 Pertemanan


__ADS_3

...***...


Berkas yang dibawa oleh Santika sebelumnya berisikan berbagai banyak foto yang membuktikan bahwa Arfa termasuk kedalam kelompok Distopia, beberapa berkas yang dibawa oleh Santika itu berjatuhan ketanah dan nampak disalah satu foto ada seseorang yang sedang bersama dengan Arfa.


Ketika Rael melihatnya dengan lebih seksama, dirinya terkejut karena seseorang yang bersama dengan Arfa tersebut merupakan kenalannya saat dirinya berada di warnet dulu.


Dengan menggabungkan semua kepingan puzzle yang berantakan, Rael menyimpulkan bahwa Jaka yang ia kenal merupakan dalang dari apa yang telah terjadi selama ini.


Meskipun intuisinya mengatakan hal yang demikian, Rael masih tetap tidak percaya kalau Jaka dapat melakukan semua hal-hal yang terjadi saat ini.


Karena Jaka yang Rael kenal merupakan seseorang yang hangat kepada orang lain, dan bukan hanya itu, dirinya selalu akan membantu orang yang tengah kesulitan tanpa pandang bulu.


Penilaian tersebut bukan dalam waktu yang sebentar, karena Rael membutuhkan waktu tiga tahun untuk mempercayai Jaka sepenuhnya.


Semua itu berawal saat Rael masih duduk di sekolah menengah pertama, dan saat itulah masa-masa paling tidak diingat oleh dirinya seumur hidup.


" Hei Rael, apa kau punya uang?" Tanya Arfa pada saat itu.


Mendengarnya Rael tidak menjawab sepatah kata pun dan terus melanjutkan langkahnya untuk pulang ke rumah, merasa kesal atas tanggapan Rael, Arfa pun segera menarik Rael dan membawanya ke sebuah gang yang sempit dan sepi.


Setelah membawanya dengan paksa, Arfa dan para bawahannya menutup akses masuknya dan terus memojokkan Rael sampai ke ujung gang.


" Hei berikan semua uangmu kepadaku, jika kau memberikannya maka dirimu akan bisa pergi dengan selamat." Ancam Arfa.

__ADS_1


" ... Jika aku diam saja dan tidak menjawab, maka artinya aku tidak memiliki uang sepeser pun yang kubawa." Ucap Rael.


" Hah... Kau berani-beraninya melawanku hah!?"


" Memangnya apa yang harus kukatakan jika aku tidak mempunyai uang, apa aku harus mengatakannya sampai seratus kali agar kau mendengarkannya?" Tegas Rael.


" Hah... Sudah berani-beraninya kau, jika dirimu tidak memiliki uang, maka kau bersujud lah kepadaku sekarang juga."


" Tidak, aku tidak akan melakukannya."


" Jika kau tidak mematuhi perintahku, maka kami semua akan menghabisi mu sampai kau meminta ampun kepadaku."


Meski telah diancam berkali-kali, Rael masih kukuh terhadap pendiriannya untuk tidak bersujud kepada seorang manusia.


" ... Hebat juga kau bisa bertahan dari kami, apakah kau sebenarnya seorang masokis?" Heran Arfa.


" Tak peduli kau ingin mengatakan apa kepadaku, aku tidak akan sudi bersujud kepada mahkluk sepertimu!" Tegas Rael.


" Hah, kau masih keras kepala rupanya, jika kau tidak ingin hari-harimu seperti ini, sebaiknya untuk selanjutnya kau harus mematuhi perintahku lain kali, kau mengerti hah!?"


" Teruskan lah semua ocehan mu itu, aku yakin suatu saat nanti dirimu akan meminta pertolongan kepada ku, meskipun kau terus-terusan menyiksaku, aku tidak akan sudi untuk bersujud kepadamu meskipun bulan terbelah untuk ketiga kalinya." Ujar Rael.


Setelah lelah terus-menerus menghajar Rael, akhirnya Arfa dan para bawahannya pergi meninggalkan Rael sendirian yang masih tersungkur di gang yang sepi itu.

__ADS_1


Karena tidak ingin membuat kakaknya khawatir, bukannya pulang ke rumah Rael malah pergi ke warnet untuk mengobati semua luka-lukanya.


Disaat yang bersamaan, ada seorang laki-laki seumuran dengan Rael dan mengajaknya kenalan secara tiba-tiba.


Karena merasa aneh, Rael meresponnya dengan tatapan curiga di diwajahnya.


" Ah maafkan aku, aku tidak bermaksud yang aneh-aneh kok, aku hanya ingin berkenalan denganmu karena aku selalu melihatmu ditempat ini."


Bukannya lebih tenang, Rael malah semakin curiga dengan tingkah lakunya itu, dan pria itupun tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.


" Agh pokoknya, aku ingin berkenalan denganmu karena kau selalu bermain game sand box ditempat ini, dan setiap aku melihatmu kau selalu saja membuat suatu hal yang sangat menakjubkan didalam game itu, karena kau terlihat cukup jago dalam membuat sesuatu didalam game tersebut aku ingin mempelajarinya darimu secara langsung." Ujar pria asing itu.


" O-Oke, aku akan mengajarimu..."


" Baiklah kalau begitu, perkenalkan namaku Jaka, dan mulai sekarang akau akan menjadi murid mu!"


" Namaku Rael, salam kenal."


Setelah mereka berdua berkenalan, hari-hari yang awalnya suram mulai kembali menjadi cerah siring berjalannya waktu.


Namun hal tersebut tidak sampai berlangsung lama, karena warnet yang biasa mereka bertemu ditutup karena alasan yang tidak diketahui.


Meskipun Rael dan Jaka berteman cukup lama, mereka berdua tidak mengetahui rumah masing-masing dan waktu itu juga merupakan hari dimana Rael untuk masuk ke SMA sehingga membuat dirinya tidak memiliki waktu untuk bertemu dengan Jaka kembali.

__ADS_1


>Bersambung...


__ADS_2