
...***...
Distopia merupakan sebuah tempat yang bebas bagi para penghuninya, mereka bebas untuk bersenang-senang selama dua puluh empat jam setiap harinya.
Semua kegiatan haram mereka bebas lakukan ditempat itu, bahkan sampai tindakan pembunuhan seperti hal yang cukup wajar disana.
Mereka juga tidak perlu memikirkan jumlah makanan yang harus disimpan untuk persediaan dimasa mendatang, karena dengan anehnya pasokan makanan terus-menerus bertambah seiring waktu.
Saat jumlah makanan semakin bertambah maka sebaliknya, jumlah para penduduk yang ada pada tempat itu sedikit demi sedikit berkurang bersamaan dengan jumlah makanan yang bertambah.
" Jumlah penduduk yang ada ditempat ini semakin berkurang, jika kita membiarkan ini terjadi seiring waktu makan orang-orang pun akan ikut curiga dengan makanan yang mereka makan." Ujar Klana.
" Aku tahu, jadi aku sudah memikirkan solusi lain yang bisa menjadi penggantinya." Ucap Jaka.
" Apa itu?"
" Berkat penelitian yang terus-menerus kulakukan setiap harinya, aku telah membuat makanan rendang meskipun aku ragu dengan rasa dari makanan ini, apa kau ingin mencicipinya?"
" Aku bukanlah orang yang akan asal makan makanan yang bahannya tidak jelas dari apa." Balas Klana.
" Begitu yah, hei kau coba cicipi makanan yang ku buat ini."
Seseorang yang kebetulan lewat itu dipanggil oleh Jaka dan menyuruhnya untuk memakan rendang yang dimasak oleh Jaka, karena Jaka sendiri yang menyuruhnya orang tersebut kemudian memakannya dengan gugup.
__ADS_1
Tapi kegugupan itu memudar saat dirinya merasakan dari masakan tersebut, karena rendang yang dimasak oleh Jaka ternyata enak dan kayak akan rasa.
" Wah, rasa ini baru aku rasakan seumur hidupku, bisakah aku tahu apa resepnya?"
" Maaf tapi aku harus merahasiakannya, karena ini resep keluarga." Ujar Jaka.
Setelah mencicipi masakan itu, orang tersebut pun pergi meninggalkan ruangan itu dengan mengucapkan terimakasih.
" Aku tidak percaya kau bisa memasak, daging apa yang kau pakai itu?" Tanya Klana.
" Daging yang kupakai adalah daging yang berasal dari subjek serum Delta, tak kusangka tingkat regenerasinya cukup hebat." Jawab Jaka.
" Apakah itu tidak apa-apa, tidak lucu jika orang itu berubah menjadi monster ditengah keramaian."
" Tak kusangka bahwa eksperimen mu bisa dijadikan seperti ini, dengan begitu stok makanan akan baik-baik saja, jadi apa yang akan kau lakukan selajutnya?" Tanya Klana kepada Jaka.
Beralih ke sudut pandang Rael, ia dan teman-temannya dipanggil oleh Santika untuk segera pergi keruang kerjanya.
Santika memberikan tugas kepada Rael, Bima, dan Aria untuk pergi keluar benteng dan menemukan sumber mata air yang baru, untuk memasangkan sebuah pipa yang akan diarahkan ke Orion.
Aria pun bertanya kenapa harus mereka bertiga untuk pergi melaksanakan tugas tersebut,Santika pun menjawabnya karena orang-orang engan mematuhi perintahnya dan terus-menerus menunjuk Rael untuk melaksanakannya.
Orang-orang menunjuknya dikarenakan Rael memiliki sistem regenerasi yang dimiliki oleh seorang monster, Santika pun dengan terpaksa menurutinya karena pak Sudiarto dan Pramono sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
__ADS_1
Paham dengan situasinya, Bima dan Aria pun menyetujuinya begitu pula dengan Rael yang membalasnya dengan anggukan.
Saat yang lainnya ingin pergi, Santika memberikan sebuah alat pelacak kepada Rael.
" Berhati-hatilah, baru-baru ini cukup sering hilangnya orang-orang saat ingin pergi keluar, dan juga ada seseorang yang sedang mengincar mu kan?"
" ... Terimakasih."
Mereka bertiga pun mulai menyiapkan alat-alatnya masing-masing kedalam sebuah tas, dirasa semua telah selesai mereka bertiga pun keluar dari benteng Orion itu.
Setelah berjalan selama beberapa puluh menit akhirnya mereka bertiga berhasil menemukan sebuah sungai yang cukup jauh dari lokasi benteng Orion berada, Bima pun menandainya disebuah peta untuk mengira-ngira arah mana yang dirasa dekat untuk langsung ketempat benteng Orion berada.
Rael dan Aria pun mulai mengeluarkan pipa-pipa dari dalam tas dan menyambungkannya satu persatu, saat mereka semua sedang fokus dalam tugasnya masing-masing.
Rael mendengar sebuah suara berasal dari arah semak-semak yang cukup jauh dari tempat mereka berada, Aria pun bertanya kepada Rael apa yang sebenarnya terjadi.
Dirasa itu hanyalah khayalan, Rael menjawabnya kalau ia salah dengar dan ia juga menganti topiknya.
Setelah pipa sudah siap untuk dipasang, Rael meminta izin untuk buang air kecil karena sudah tidak bisa ditahan lagi, karena cukup gawat Bima pun paham dengan kondisi Rael dan menyuruhnya untuk melakukannya ditempat yang tidak terlihat.
Rael pun segera bergegas pergi kearah semak-semak hingga hilang dari penglihatan Bima, saat Rael sedang membenarkan celananya tak disangka-sangka ada seseorang yang menyekap dirinya dari arah belakang dengan sebuah sapu tangan.
Sapu tangan tersebut ternyata telah dipakaikan obat bius yang langsung membuat Rael tak sadarkan diri, Bima yang khawatir pun segera menyusul Rael tapi setelah berkeliling mencari, ia tidak melihat Rael dari arah mana pun.
__ADS_1
>Bersambung...