Host Infection

Host Infection
Bab 51 Gladiator


__ADS_3

...***...


Rael yang tengah tak sadarkan diri itu dibawa dengan paksa kesebuah ruangan yang cukup gelap, saat dirinya telah tersadar Rael mendobrak pintu ruangan itu terus-terusan hingga membuat suara yang sangat bising.


" Hei berhentilah membuat suara brengsek!" Ujar seorang penjaga.


" Dimana aku sekarang!?"


" Kau tidak perlu tahu, karena sebentar lagi kau akan mati!"


Disisi lain Bima dan Aria yang telah kehilangan Rael pun kembali ke markas dan memberitahu Santika apa yang sebenarnya terjadi, Setelah dirinya mendengar kalau Rael menghilang secara tiba-tiba, ia segera mengerahkan tim pencari dan orang-orang yang dapat bertarung.


Setelah beberapa lama kemudian, informasi tentang orang-orang yang menculik Rael telah tiba.


Orang yang menculik Rael ternyata orang-orang dari kelompok Distopia yang telah mengintai dari beberapa hari yang lalu.


" Kenapa kalian tidak memberitahuku tentang informasi ini?!" Bentak Santika.


Dirinya dengan keras membentak setiap orang yang melihat sang penculik itu, dan salah seorang mengatakan sesuatu yang membuat Santika marah besar.


" Dia kan monster, sudah semestinya kita membuangnya agar orang-orang bisa aman dari ancaman."

__ADS_1


" Apa yang kau katakan barusan hah!?" Teriak Santika.


" Apa kau tahu kalau Rael sampai tertangkap oleh mereka, jika Rael tertangkap maka orang itu akan menggunakannya sebagai bahan untuk dirinya menjadi abadi, dan jika orang itu abadi maka bukan hanya negara ini yang akan semakin hancur tapi dunia juga akan ikut imbasnya." Lanjut Santika.


Dengan emosi yang kesal, Santika menyuruh orang-orang untuk berkumpul dan bersiap-siap berperang dengan kelompok Distopia, beberapa orang pun menolaknya dan berpikiran untuk tidak memperdulikan nasib Rael.


Karena orang-orang sulit untuk menyelamatkan Rael, dengan terpaksa Santika akan menaiki podium dan berbicara alasan Rael harus diselamatkan.


" Aku tahu jika kalian tidak memperdulikan adikku satu-satunya, tapi jika Rael sampai tertangkap oleh mereka maka dunia tidak akan bisa kembali seperti sediakala, kalian tahu jika adikku bisa menahan kekuatan monster yang ada pada tubuhnya, dan aku yakin suatu hari nanti akan ada seseorang yang dapat menjadikan darah adikku sebagai harapan untuk manusia."


" Aku tahu jika permohonan ku ini cukup egois, tapi aku meminta pertolongan kalian untuk menyelamatkannya, jika dia tidak sempat diselamatkan maka siapa lagi orang yang dapat menghentikan malapetaka dimasa depan nanti?"


Dengan semua tindakan Rael mereka berfikir kalau Rael tidak ada maka mereka tidak akan pernah selamat seperti sekarang ini, perlahan-lahan mereka mulai melunak dan ikut berpartisipasi untuk menyelamatkan Rael dan menghancurkan kelompok Distopia yang telah meneror mereka setiap waktunya.


Semua orang pun bersorak untuk ikut berperang dalam menghancurkan Distopia yang mereka benci itu, Santika yang melihat respon setiap orang terharu dengan banyaknya orang yang berpartisipasi.


Setelah pidato yang cukup meriah tersebut, semua orang mulai menyiapkan senjatanya masing-masing.


Dirasa semua orang telah berkumpul, para warga Orion pun berjalan keluar benteng dengan berbagai peralatan dan melewati setiap hutan yang ada.


Disisi lain Rael sedang duduk diruang sempit itu dengan cahaya yang cukup minim, beberapa saat pun telah berlalu dan ada sebuah getaran yang Rael rasakan saat itu.

__ADS_1


Getaran tersebut berasal dari sebuah gerbang yang terbuka tepat didepan ruangan Rael berada, setelah gerbang itu terbuka secara sempurna Rael dipaksa untuk keluar oleh para penjaga yang ada disana.


Dengan terpaksa Rael berjalan kearah sumber cahaya yang cukup terang itu, dan saat dirinya keluar dari ruangannya terlihat orang-orang sedang menonton Rael dari lantai dua dengan setiap koridornya dipenuhi oleh orang-orang.


Saat Rael telah tiba ditengah-tengah ruangan, ia melihat kalau area yang Rael tempati seperti sebuah arena gladiator.


Rael yang cukup bingung pun cuma bisa terdiam untuk mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi, orang-orang yang menonton pun mulai menatap Rael yang membuatnya tidak nyaman sekaligus memicu kembali traumanya pada saat SMP dulu.


Seorang perempuan pun telah tiba dengan membawa sebuah toa dan alat yang terlihat seperti mic, perempuan itu pun mulai berbicara layaknya sebuah pembawa acara.


" Hadirin yang saya hormati, dalam sekali dalam beberapa minggu akhirnya kita mengadakan kembali pertarungan yang tidak lama kita ini kita ciptakan, hari ini saya Sulastri Klana akan membawakan acara hari ini, dan tanpa basa-basi lagi pertarungan akan segera dimulai!"


Seluruh orang pun mulai bersorak dengan meriah, beberapa orang pun mulai memaki Rael terus-terusan dan membuat mental Rael tidak karuan.


" Disisi kanan kita ada seorang peserta yang bernama Rael untuk menantang juara favorit kita, dan disebelah kiri kita ada juara andalan kita yaitu Cerberus!"


Semua orang bersorak kembali saat Klana menyebutkan nama Cerberus, orang-orang menyorakinya seperti halnya seorang selebriti.


Saat gerbang kiri dibuka, nampak seekor monster dengan ukuran yang sangat besar, dan Rael yang melihatnya sangat familiar dengan monster itu, karena monster yang akan Rael lawan adalah monster anjing yang pada waktu lalu ia kalahkan sebuah markas militer.


>Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2