
...***...
Cerberus yang sempat menjadi teror itu pun mati karena sebuah besi yang menancap tepat di core nya, orang-orang yang ada disekitar kaget mendengar suara keras saat Cerberus tumbang disana.
Akibatnya seluruh tempat pun mulai ditutupi debu yang sangat tebal.
Memanfaatkan kesempatan itu, Rael pun kabur melalui celah dan bersembunyi diberbagai tempat.
Suara keras itu terdengar sampai keluar gedung dan membuat orang-orang pun terheran-heran asal dari suara tersebut.
Santika yang mendengarnya memerintahkan orang-orang untuk ketempat suara keras itu berasal.
Rael yang berhasil kabur itu berusaha untuk bersembunyi dari orang-orang yang sedang sibuk mengatasi pasukan yang dibawa Santika.
" Kenapa semua orang terlihat sibuk sekali?"
Herannya karena tidak tahu situasi yang sedang terjadi diluar.
Ia pun terus menghindari pandangan orang-orang hingga sampai disebuah pertigaan.
Dirinya memastikan tidak ada orang yang mengejarnya dengan melihat kearah belakang, namun ia malah menabrak seseorang hingga jatuh.
" Adududuh..."
Suara yang dikeluarkannya saat jatuh.
" Tunggu... Rael!?"
" Aria, sedang apa kau disini?"
" Kami dan kakakmu menyerbu tempat ini agar bisa menyelamatkan mu dari sini."
" Tu-Tunggu menyerbu?"
" Yah, dia telah memberikan perintah untuk berperang dengan penduduk Distopia."
" Agh... Tak kusangka kakakku akan melakukan hal gila ini, sekarang dimana kakakku dan Bima?"
" Santika sedang memimpin para pasukan, dan Bima berpisah dengan ku saat ingin mencari mu."
" Kearah mana Bima pergi?"
" Kearah sana."
Aria menunjukkan yang sama dengan Klana pergi saat itu.
__ADS_1
Menyadarinya Rael segera bergegas pergi untuk menemui Bima, tapi sebelum pergi dirinya meminta sesuatu kepada Aria.
" Aku ingin meminta tolong kepadamu untuk segera menemui kakakku sekarang, dan sampaikan apa yang akan aku ucapkan barusan."
Aria pun mengerti dengan permintaannya itu.
Rael terus-menerus berlari walaupun sulit sekali untuk bernafas, dan ia pun telah sampai disebuah gudang untuk menyimpan kebutuhan sehari-hari.
" Sial sekarang aku harus kemana coba."
Kesalnya karena dirinya tersesat dan tiba dijalan buntu.
" Melihat Klana sebelumnya, seharusnya dia berada disekitar sini tapi aku malah tersesat."
Disaat dirinya sedang kebingungan, Rael mendengar suara dibalik tembok tepat didepannya.
Entah mengapa dirinya merasa bahwa Bima berada dibalik dinding tersebut, tapi Rael tidak tahu jalan mana yang menuju ketempat tersebut.
Rael terus-terusan berpikir bagaimana caranya sampai ditempat itu.
Beberapa saat pun telah berlalu, dirinya pun telah mendapatkan ide untuk menghancurkan tembok itu dengan melemparkan sebuah benda.
Untuk melancarkan rencananya, ia pun pergi ke dalam gudang sebelumnya dan mencari-cari benda yang cukup berat.
Beruntungnya Rael mendapatkan sebuah barbel yang sangat berat, saking beratnya sampai-sampai dirinya tidak dapat mengangkatnya.
Sesampainya didepan tembok itu, Rael memutar-mutar barbel tersebut untuk dilemparkan kearah dinding.
Setelah beberapa putaran telah dilakukan, Rael pun melepaskannya dan menghantam dinding itu hingga ambruk.
Disisi lain diwaktu yang bersamaan, Bima sedang berhadapan dengan Klana yang memegang sebilah pisau.
Bima mempersiapkan kuda-kuda untuk menangkis serangan Klana yang cukup beringas itu.
Klana tanpa segan mengayunkan pisau tersebut kearah Bima dan membuat tangannya tergores dengan pisau tersebut.
Dengan terpaksa Bima pun mengeluarkan pisau yang dibuat oleh Rael sebelumnya, dan perlahan mundur untuk memberikan jarak saat Klana menyerang.
Namun tanpa disangka-sangka, Klana langsung menerjang kearah Bima untuk menusukkan pisaunya ke perut.
Meski Bima sempat kaget, tapi dirinya berhasil menangkis serangan Klana dan membuat pisaunya terjatuh.
Bima pun berpikir bahwa pertarungan telah selesai begitu saja, namun Klana yang kehilangan pisaunya itu melancarkan sebuah tendangan dan mengarahkannya ke kaki Bima.
" Jangan merayakan kemenangan mu terlalu cepat!"
__ADS_1
Dengan serangan barusan membuat Bima kehilangan keseimbangan dan melepaskan pisaunya itu.
Klana pun sempat-sempatnya mengambil pisau Bima dan mengayunkannya kearahnya.
" Pisau mu ini lumayan juga."
" ... Sepertinya kita seumuran, apa yang membuatmu berada ditempat ini?"
" Heh, janganlah kau mencampuri urusan orang lain!"
Dengan kesusahan Bima terus-menerus menghindari serangan Klana satu-persatu.
Setelah beberapa kali dirinya menghindar, tanpa sadar Bima menginjak pisau yang dibawa Klana barusan.
Akibatnya Bima pun tergelincir dan terjatuh ke lantai.
Tak melepaskan kesempatan emas tersebut, Klana pun mendekat kearah Bima dengan ekspresi wajah seolah-olah dirinya telah memenangkan pertarungan tersebut.
Tanpa disangka-sangka pistol yang sebelumnya terjatuh berada tepat didekat Bima berada, mau tak mau Bima mengambilnya dan seketika menembak Klana tepat di dadanya.
Klana pun seketika berlutut dengan darah keluar dari mulut dan dadanya, tangannya pun bergetar tak sanggup untuk bergerak.
" Maafkan aku, tapi aku terpaksa harus melakukannya."
" ... Si-Sialan kau..."
Bima yang baru pertama kali membunuh nampak gemetar di seluruh tubuhnya, dan ekspresinya pun nampak suram dari sebelumnya.
" Hah... Sepertinya ini pertama kali kau membunuh manusia yah... Aku tahu bahwa temanmu itu telah terinfeksi oleh monster... Meskipun dia terlihat dapat mempertahankan kewarasannya... Tapi dirinya tetaplah seekor monster..."
" ... Aku tahu bahwa dirinya nampak berbeda dari sebelumnya, tapi apapun alasannya dia tetaplah temanku yang berharga."
" ... Sepertinya dia beruntung... Mendapatkan teman seperti mu... Tapi sayangnya dia harus kehilangannya... Hari ini!"
Luka yang ada di dada Klana pun seketika meregenerasi, terlihat dia mengunakan serum yang Jaka berikan sebelumnya pada dirinya sendiri.
" Aku sebenarnya tidak ingin menggunakan serum ini!"
Tangan kirinya pun membengkak dan menjadi besar hingga melebihi tubuhnya sendiri, dan mata kirinya pun berubah warna seperti yang dialami oleh Rael saat itu.
" Sekarang aku akan membunuhmu!"
Barbel yang sebelumnya dilempar oleh Rael ternyata mengenai Klana yang pada saat itu sedang berubah dihadapan Bima.
Bima yang melihatnya pun kaget karena tiba-tiba ada sebuah barbel yang terlempar mengenai Klana hingga dirinya ikut terbawa oleh barbel itu.
__ADS_1
>Bersambung...