Host Infection

Host Infection
Bab 32 Teruslah berlari


__ADS_3

...***...


Setelah menyantap dan meminum darah Putri, monster tersebut kemudian menatap wajah Rael dengan ekspresi yang seperti sedang tersenyum puas.


" Jadi kau ingin bilang kepadaku bahwa kau sudah menangkan." Ucap Rael.


Monster itu pun berjalan merangkak mendekati Rael secara perlahan, kukunya yang panjang dan tajam itu ia gesekkan ke lantai sehingga membuat suara decitan yang tidak mengenakkan untuk didengar.


Rael bersiaga menyiapkan kuda-kuda untuk kabur dan juga ia pun mengambil sebilah pisau untuk dipakai membela diri jika terjadi serangan kejutan.


Dengan suasana yang hening tersebut, Rael dipaksa untuk berpikir keras agar ia bisa mengalahkan monster itu atau membuka sebuah peluang yang memungkinkannya untuk kabur dari tempat itu.


Setelah beberapa detik ia berpikir, satu-satunya pilihan yang dapat ia pilih adalah kabur secepatnya dari tempat tersebut.


Rael yang secara tiba-tiba berlari, lantas dikejar oleh monster itu dengan cepat, bahkan Rael pun sampai ingin terkejar olehnya.


Walaupun monster yang mengejarnya itu semakin dekat, Rael terus berlari sekuat tenaga tanpa melihat kebelakang.


Di koridor yang panjang dan berantakan itu, terdapat sebuah toko yang menjual aneka barang untuk kebutuhan kendaraan bermotor.


Rael yang melihatnya mau tidak mau terpaksa harus masuk kedalam sana, karena ia berpikir didalam sana pasti banyak barang-barang yang dapat ia gunakan untuk melumpuhkannya.


Tak perlu memakan banyak waktu, Rael dengan cepat menabrakkan tubuhnya yang membuat pintu kaca toko itu pecah.

__ADS_1


Meskipun Rael berhasil memecahkan pintu tersebut, luka yang ia alami ternyata cukup banyak yang diakibatkan beberapa pecahan kaca menusuk ke sekujur tubuhnya.


Rael yang berjalan pincang itu segera mendekati etalase toko dan berusaha untuk bersembunyi dengan mengandalkan barang-barang disekitarnya.


Karena ia tidak memiliki banyak waktu, Rael pun mengambil sebuah barang secara acak dan kemudian berlari lagi menuju arah pintu keluar toko.


Monster itu pun dengan sigap menyerang Rael hingga membuatnya tersungkur dan cakarnya yang tajam itu berhasil merobek barang yang dibawa Rael yang ternyata sebotol oli sepeda motor.


Sebotol oli sepeda motor itu pun Rael lemparkan ke arah wajah monster tersebut karena kesal akibat selalu dikejar olehnya.


Oli tersebut keluar dan melumuri seluruh wajahnya sehingga membuat monster itu kesulitan untuk melihat, setelah kesulitan melihat dalam beberapa detik ternyata Rael sudah tidak ada ditempat itu.


Monster tersebut tercengang karena Rael secara tiba-tiba menghilang dan ia pun melihat sekeliling untuk mencarinya.


Dengan sigap Rael pun mengarahkan kabel tersebut ke tubuh monster itu dan berhasil membuatnya kesetrum, oli yang barusan Rael lemparkan ternyata mengeluarkan api akibat dari percikan listrik dari kabel tersebut.


Saat api itu mulai menyebar, Rael segera menjauh darinya sembari memegang sebuah linggis yang baru ia pungut barusan.


Monster itu pun berteriak dengan sangat keras dan langsung berlari ke arah Rael dengan niat untuk menyerangnya, Rael pun segera menghindarinya.


Sialnya, api dari tubuh monster itu berhasil mengaktifkan alarm kebakaran sehingga keluar air dari alat itu, meskipun api dari tubuh monster itu sedikit membesar lama-kelamaan api tersebut padam.


Monster itu pun mulai meregenerasi tubuh gosongnya itu, namun ternyata membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkan kulit yang terbakar.

__ADS_1


Ia pun kesal atas perbuatan yang dilakukan Rael barusan, monster itu pun mengeluarkan suara erangan yang sangat keras dan kemudian mengejar Rael dengan penuh dendam.


Karena rasa takut, Rael secara refleks berlari dengan seluruh tenaganya yang sampai membuatnya terengah-engah akibat kehabisan tenaga.


Monster itu pun memanfaatkan kesempatannya dan menerjang Rael hingga membuat mereka berdua terjatuh dari lantai dua, tempat mereka berdua terjatuh ternyata tepat kearah kolam renang yang memiliki kedalaman 3 meter dari arah permukaan air.


Mereka berdua saling mengarahkan serangannya masing-masing meskipun sedang didalam air.


Rael yang tidak bisa berenang sesekali berusaha naik untuk mengambil nafas, namun monster tersebut selalu menarik Rael kedalam kolam yang membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Karena kesal dengan dicampur amarah membuat mata kanan Rael berhasil berubah, lantas Rael pun merubah tangan kanannya dan langsung menusukkannya kearah core nya berada.


Air yang ada di kolam tersebut mulai ternodai oleh darah dari monster itu, Rael pun berusaha merangkak didasar kolam dengan tujuan ke arah pinggiran kolam.


Setelah lebih dari lima belas detik, Rael berhasil meraih dasaran kolam dan naik ke permukaan tanah.


" Hah... Hah... Sial kupikir aku akan mati disana."


Setelah berhasil selamat dari teror monster tersebut, Rael berjalan dengan tertatih-tatih menuju kearah Pramono berada.


Rael berjalan menyusuri hutan sembari membawa Pramono yang masih pingsan, setelah berbagai rintangan ia lewati akhirnya mereka berdua berhasil sampai ketempat benteng pertahanan berada.


Saat Rael mendekati pintu masuk, ternyata Dhafi sudah ada disana sedari tadi, tapi ada hal yang membuatnya terheran-heran adalah para penduduk yang berkumpul di pintu masuk dengan tatapan kebencian dari setiap orang yang mengarah langsung ke Rael.

__ADS_1


> Bersambung...


__ADS_2