Host Infection

Host Infection
Bab 57 Home run


__ADS_3

...***...


Serangan yang dilancarkan oleh Rael tidak mempan sama sekali, malahan pipa besi itu bengkok seketika saat Rael memukulkannya.


" Agh... Sial, apa kau tidak bisa sedikit lebih lembut terhadap seorang wanita?"


" Maaf saja, tapi diriku merupakan seseorang yang memegang teguh kesetaraan gender."


" Hahaha begitu yah, jika kau terus bertingkah seperti itu, di masa depan dirimu akan kesulitan mencari pacar."


" Yah... Lagipula aku tidak peduli sih."


Dilain sisi, Bima beserta anggota penyerangan lainnya sedang mempersiapkan jebakan yang diinstruksikan oleh Rael.


Getaran yang disebabkan oleh pertarungan Rael, membuat orang-orang yang ada disekitarnya panik dan sesegera mungkin menyelesaikan jebakan tersebut.


" Rael... aku tidak tahu bagaimana kondisimu saat ini, tapi aku yakin bahwa dirimu pasti akan menang, karena kau telah mempersiapkan segalanya bahkan sebelum masalah ini memuncak."


Ujar Bima yang sangat yakin bahwa Rael akan menang dalam pertempuran.


Keyakinan tersebut bukanlah tanpa alasan, sebab saat Rael sedang membuat sebuah senjata dirinya tidak lupa untuk menyiapkan senjata cadangan jika senjata utamanya tidak dapat digunakan.


" Hmm... Pedang pendek ini cukup ringan saat digunakan, apakah ini tidak apa-apa?"


Tanya Bima yang kurang yakin terhadap senjata yang dibuat oleh Rael tersebut.


" Seluruh senjata yang aku buat ini berbahan titanium jadi akan terasa ringan saat digunakan, dan jika pedang itu patah atau terlempar aku masih punya senjata cadangan."


" Senjata cadangan? Senjata yang mana?"


" Rahasia, aku telah menyembunyikannya di suatu tempat agar orang-orang tidak menyadari bahwa ditempat itu ada sebuah senjata."


" Jadi begitu, ngomong-ngomong apa kau telah membuat sepasang sepatu baru?"


" Benar, aku membuatnya karena tidak ada sepatu yang cocok di kakiku."


Sementara diwaktu sekarang, Rael telah dipenuhi oleh keringat karena kesulitan untuk mengalahkan Klana tanpa resiko.

__ADS_1


Karena hal itulah Rael merubah pola pikirnya dan bertaruh dengan persentase kemenangan yang sangat kecil, mau dipikirkan sematang apapun tidak ada cara lain lagi selain bertaruh.


" Hah... Kemarilah kau tangan gajah!"


Ejek Rael dengan niat memprovokasi Klana agar dirinya marah.


" Hei, hanya karena kau mengejekku bukan berarti aku akan terpancing oleh provokasi mu itu!"


Klana melancarkan sebuah pukulan dengan tangan kirinya yang besar itu dari jarak jauh, pukulannya itu membuat Rael jatuh tersungkur karena terlambat menghindar.


Karena tidak ada pilihan lain, Rael merubah tangan kanannya agar dijadikan pertahanan sekaligus senjata untuk menyerang.


Terlihat dari sudut yang tidak Klana lihat, Rael sedang merogoh kedalam tas selempang nya dan mengambil sebuah barang dengan tangan kirinya.


" Sialan, padahal sedikit lagi aku bisa menangkap mu."


" Apanya yang menangkap, kau sendiri berniat menindih ku dengan tanganmu itu kan!?"


" Yah... Memangnya apalagi."


Dirasa dirinya telah siap, Rael pun berlari memutar dan mengambil beberapa barang untuk dilemparkan kearah Klana.


Pecahan barang itu pun dilemparkan kearah wajah Klana dan Rael pun segera menjauh sembari menutup mata dan hidungnya.


Ternyata yang dilemparkan oleh Rael tersebut sebuah merica yang disimpan dalam sebuah botol kaca berukuran kecil.


Sehingga membuat Klana kehilangan pandangannya karena terkena oleh merica itu.


" Sepertinya pilihan tepat untuk mengambil merica itu saat berada di gudang sebelumnya."


Rael pun segera memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dan bersembunyi dari pandangan Klana.


" Sial... Sepertinya akan sedikit sulit untuk bersembunyi karena kedua mata Klana sudah berubah seperti monster-monster yang ada diluar."


Meskipun Klana masih mempertahankan kesadarannya, tapi tubuhnya sudah berubah menjadi monster seutuhnya dengan wujud humanoid.


Rael tahu bahwa sebanyak apapun dirinya bersembunyi, ia akan gampang ditemukan oleh Klana dengan penglihatan yang dapat melihat suhu tubuh.

__ADS_1


Disaat Rael tengah mencari-cari tempat untuk bersembunyi, ia melihat tumpukan minuman keras yang tersimpan dalam sebuah kardus.


Ia pun mendapatkan sebuah ide untuk bersembunyi dari pandangan Klana, Rael mengambil botol-botol tersebut dan membukanya dengan cara memecahkan ujung dari botol tersebut.


Setelahnya ia tumpahkan seluruh minuman keras tersebut sampai ditumpukkan kardus dan beberapa barang yang mudah terbakar.


Beberapa saat kemudian, penglihatan Klana mulai kembali ke sediakala dan berusaha mencari Rael yang sedang bersembunyi.


Penglihatannya mulai tidak jelas karena yang Klana lihat hanya warna merah, oranye, dan kuning, Penglihatannya seperti sebuah kamera infrared ketika diaktifkan.


Tak lama kemudian Klana melihat warna oranye kemerahan yang berbentuk seperti seorang manusia.


Kemudian Klana pun menghampirinya dengan perasaan kesal.


" Kau tidak akan bisa bersembunyi dariku Rael!"


Rael sengaja memancing Klana ketempat dirinya berada agar rencananya sukses, saat Klana baru ingin masuk kedalam toko yang Rael tempati.


Kemudian Rael pun menyalakan korek api untuk menyalakan api dari alkohol yang Rael tumpahkan barusan.


Karena itulah Klana tidak bisa menemukan Rael dengan ruangan yang telah ditutupi oleh bara api yang sangat besar.


Rael yang bersembunyi itu berjalan dengan pelan kearah sisi belakang Klana dan melemparkan sebuah bom molotov kearah Klana.


Bom tersebut sukses membakar seluruh tubuh Klana yang membuat dirinya sangat kesakitan karena kulit dan dagingnya terbakar.


Namun sialnya, alat pemadam otomatis pun menyala dan memadamkan seluruh bara api yang berada ditempat itu.


Ketika Rael berniat kabur, Klana pun berhasil menggenggam Rael dengan tangan kirinya itu.


Disaat Rael tertangkap, tanpa disangka-sangka ia telah memegang seutas kabel dengan listrik yang masih menyala.


Dengan mengorbankan dirinya, ia pun menancapkan kabel tersebut ke lengan Klana dan membuat mereka berdua tersengat aliran listrik yang kuat.


Klana pun spontan melemparkan Rael sampai menembus dinding setiap ruangan hingga kelantai dua.


Untungnya Rael telah melindungi kepala bagian belakangnya dengan tangan monsternya itu, meskipun begitu luka yang diterima oleh Rael sangat parah sampai membuatnya tidak bisa bergerak.

__ADS_1


> Bersambung...


__ADS_2