
...***...
Setelah Bima memastikan keadaan orang asing itu, orang tersebut ternyata telah meninggal dengan menyampaikan pernyataan terakhirnya kepada Bima.
Bima pun segera kembali ke benteng Orion untuk memberikan semua informasi yang telah mereka dapatkan kepada Santika agar dirinya dapat memutuskan rencana berikutnya.
Sementara Bima dan kelompoknya bergegas kembali, Rael yang tengah khawatir sedang berlari sekuat tenaga untuk menuju ketempat Santika berada.
Namun ditengah perjalanan, secara tidak sengaja Rael menabrak salah seorang yang berada dalam kelompok Arfa.
" Kenapa kau tergesa-gesa begitu Rael?" Tanya Arfa.
" Kau... Dasar kau brengsek, apa kau tau bahan makanan yang kalian bawa itu adalah daging manusia!?" Lantang Rael.
" Apa yang dia maksud, daging manusia?" Heran seseorang yang berada disana.
" Aku pun mendengar sesuatu tentang daging manusia..."
Mendengar perkataan Rael, seluruh orang yang berada di kelompok Arfa menatapnya dengan tatapan tidak mengenakkan.
" Apa yang kau maksud Rael?" Tanya Aria.
" Semua bahan makanan yang kalian bawa sebelumnya, salah satunya adalah daging manusia benarkan?!" Tegas Rael.
__ADS_1
" Memangnya kenapa kau yakin dengan pernyataan mu itu?" Tanya Arfa.
" Kau pasti seseorang yang dikirim oleh Dhafi kemari untuk menjatuhkan kepercayaan orang-orang kepada kami, karena bukti pada surat ini aku yakin bahwa itu kelompok kalian dan bukan hanya itu saja, mustahil kalian membawa daging segar itu kepada kami secara cuma-cuma, karena disekitar sini tidak ada peternakan hewan sekalipun."
" Akan sangat aneh jiga kau mendapatkan daging di keadaan seperti ini, apalagi di tempat ini selalu mendapat laporan orang hilang setiap waktunya." Ujar Rael.
Dengan semua pernyataan yang dilontarkan oleh Rael, membuat semua orang terkejut dan beberapa orang ada yang takut untuk makan daging seperti pada umumnya.
Mendengar semua pernyataan tersebut, Arfa pun lantas membalas semua perkataannya yang bisa membuat orang lebih terkejut lagi daripada sebelumnya.
" Kau sangat yakin sekali yah jika daging tersebut berasal dari manusia, apa mungkin jangan-jangan dirimu pernah memakan daging manusia?" Ujar Arfa.
Mendengarnya orang-orang pun terheran-heran dengan pernyataannya, dan beberapa orang yang ada disana menanyakan maksud dari perkataan Arfa.
" Yang ku maksud adalah bahwa Rael sebenarnya bukanlah seorang manusia melainkan seekor monster yang memakai kulit manusia."
" Memang benar daging yang kubawa itu adalah daging manusia, tapi tujuanku membawanya agar aku bisa membongkar identitas Rael yang sebenarnya sebelum ia kehilangan kendali dan memangsa kalian semua yang ada disini." Ujar Arfa.
Setelah menyaksikan video yang Arfa bawa, orang-orang pun menjadi takut akan keberadaan Rael seperti melihat seekor monster.
Beberapa orang yang ada disana mulai mengolok-olok Rael dengan sangat kasar, bahkan sampai dirinya didorong hingga jatuh ketanah.
Dengan semua bukti tersebut, Rael tidak bisa berkata-kata untuk menjelaskannya kepada orang-orang, karena percuma saja sekeras apapun ia berbicara pasti tidak akan terdengar oleh orang-orang.
__ADS_1
Saat keadaan mulai runyam, Bima dan anggota kelompoknya berhasil kembali dengan selamat, dan dirinya pun melihat sebuah kerumunan yang mengelilingi Rael.
Tanpa dijelaskan oleh orang-orang pun Bima sudah paham dengan seluruh situasi ditempat itu, dan dirinyapun sontak membela Rael dengan gagah.
" Tadi kau bilang membawa daging manusia untuk membongkar identitas Rael kan, kalau begitu apa kau bisa menjelaskan bagaimana kau mendapatkan daging yang masih segar tersebut?"
" Oh daging itu berasal dari salah satu rekan kami yang mati setelah berhadapan dengan monster." Jawab Arfa.
" Apa kau yakin kalau orang itu diserang oleh monster, dan bukan diserang oleh mu hingga memotong tangan kanannya?"
" Apa yang kau maksud?"
" Saat kami keluar dari benteng, kami telah menemukan seseorang dengan tangan kanannya yang terpotong sangat rapih, seperti terpotong oleh sebuah pisau, dan saat kami menanyakannya orang itu mengatakan sebuah nama yang sangat familiar yaitu Arfa."
" Apa maksudmu, janganlah kau mengada-ngada."
" Dan bukan hanya itu saja, orang tersebut mengatakan sebuah kata yang membenarkan semua intuisi ku, dirinya mengatakan Arfa, Rael, Citra, video, surat, Distopia, dan Jaka."
" Tidak mungkin kan, jika orang asing itu mengatakan kata-kata tersebut, apalagi kau merespon sebuah kata Jaka yang dimana aku tidak mengetahui siapa orang tersebut." Ujar Bima.
Mendengar perkataannya membuat Arfa semakin terpojokkan, hingga ekspresi diwajahnya semakin tidak karuan saat mendengar nama Jaka.
Sebenarnya disaat Bima mengatakan nama Jaka, Rael pun ikut meresponnya namun dengan sigap dirinya merubah ekspresi wajahnya agar tidak dicurigai oleh orang-orang.
__ADS_1
Suasana ditempat tersebutpun semakin tidak karuan hingga Santika datang kedalam kerumunan itu dengan membawa sebuah berkas ditangannya.
>Bersambung...