Host Infection

Host Infection
Bab 53 Cerberus


__ADS_3

...***...


Seluruh pasukan yang dibawa Santika menyerbu markas Distopia dan membuat keributan disepanjang jalan.


" Semuanya serang dan lumpuhkan semua orang ditempat ini!"


Sorak santika dengan mengangkat sebuah tombak.


Karena semangat yang membara, membuat semua orang berhasil mengalahkan orang-orang Distopia dengan cukup mudah.


" Bima, kau pergilah duluan bersama Aria dan carilah tempat Rael ditahan!"


Perintah Santika kepada Bima dengan susah payah dalam mengalahkan rakyat Distopia.


Mendengar perintah dari Santika, Bima dan Aria bergegas pergi untuk mencari Rael berada.


Dengan semua keributan yang terjadi membuat orang-orang berlarian keluar dari tempat pertandingan Rael melawan Cerberus.


Semua badan basah dengan keringat yang sangat banyak, Rael cukup beruntung bahwa dirinya dapat bertahan sampai saat ini.


Semakin lama mereka bertarung, semakin terkuras pula energi yang Rael butuhkan untuk bisa bertahan.


Semua rencana telah ia lakukan dengan bersusah payah, tapi semua usaha yang ia kerjakan hasilnya nihil.


Tak satupun dari rencananya yang dapat menumbangkan seekor monster dengan tinggi hampir setinggi ruangan satu lantai.


Dengan wajah yang kelelahan membuat Rael semakin terpuruk dan hampir saja menyerah.


Tapi saat dirinya sedang memikirkan segala kemungkinan, setetes air pun menetes tepat diatas kepalanya.


Saat dirinya melihat keatas, suatu ide pun telah terpikirkan dalam kepalanya walaupun kemungkinan berhasilnya sangat kecil.


" Sepertinya ini ide yang cukup gila."


Dia mengatakannya dengan senyuman gila terpampang diwajahnya.


Beberapa waktu sebelum pertandingan dimulai, Jaka sebelumnya memberikan sebuah benda kepada Klana.

__ADS_1


" Benda apa ini, jarum suntik?"


Klana heran kenapa dirinya diberikan sebuah jarum suntik dan cairan aneh didalam sebuah kapsul kaca.


" Itu adalah serum Delta yang hampir sempurna, saat kau menggunakannya maka dirimu akan mendapatkan kekuatan seekor monster dengan mempertahankan kesadaran mu seutuhnya."


" Apakah kau telah menemukan obat yang dapat membuat Sarah kembali seperti semula?"


" Aku masih belum menemukannya, tapi jika serum ini berhasil maka akan ada kemungkinan bahwa obatnya akan segera ditemukan."


Meskipun cukup mencurigakan, tapi Klana tidak mempunyai pilihan lagi dan secara sukarela menjadikannya tubuh percobaan untuk serum Delta tersebut.


" Baguslah jika kau secara sukarela berpartisipasi dalam uji coba."


Ucapnya dengan senyum diwajahnya.


Kembali lagi ke waktu sekarang, Bima dan Aria berusaha mencari Rael dari pintu ke pintu.


Tapi semuanya kosong dan cukup berantakan untuk disebut sebuah kamar, mereka berdua terus mencarinya hingga sampai disebuah persimpangan.


Karena tidak tahu harus kemana, akhirnya Bima membagi tugas untuk pergi mencari dari arah yang berbeda.


Menanggapi hal itu Bima mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja dan Aria tidak usah untuk mencemaskan dirinya.


Kerusuhan pun mulai menjadi-jadi, dan orang-orang yang mengawal Klana terpaksa untuk pergi dan membantu melawan pasukan Santika.


Klana yang sedang sendirian itu melihat Bima sedang berusaha untuk membuka sebuah pintu yang terkunci.


Tanpa segan-segan dirinya pun menembak kearah Bima, dan untungnya tembakannya itu meleset walau terkena sedikit di bagian tangan kanannya.


" Sial, seharunya aku berlatih cara menembak yang benar."


Kesal Klana dan menendang sebuah benda untuk melampiaskan emosinya.


Darah pun mulai bercucuran dari tangan Bima, dirinya pun segera bersembunyi agar terhindar dari pandangan Klana.


" Jangan bersembunyi seperti seorang pengecut, kemari dan lawanlah aku!"

__ADS_1


Ucapnya sambil berjalan turun dari lantai dua.


Bima bergegas menutupi lukanya dengan kain dari sobekan tangan kemejanya itu.


Setelah sampai dilantai bawah, Klana pun menghampiri Bima dengan mengikuti jejak darah yang ia tinggalkan.


Namun ketika Klana semakin mendekat, Bima pun sudah pergi dari tempat dirinya bersembunyi dan segera menyergap Klana dari arah belakang.


Klana pun berusaha untuk melawan Bima, namun pistol yang ia pegang berhasil terlempar cukup jauh oleh tendangan yang dilancarkan oleh Bima.


Setelah berusaha cukup keras akhirnya Klana berhasil terbebas dari serangan Bima dan mulai menyiapkan sebilah pisau.


" Sepertinya ini akan menjadi semakin sulit."


Gugup Bima dan spontan memasang sebuah kuda-kuda untuk menyerang.


Dengan lincah Klana melancarkan beberapa serangan kearah Bima hingga dirinya merasa kesulitan karena semakin lama serangannya akan semakin cepat.


Diwaktu yang bersamaan, Rael mulai memikirkan sebuah skenario agar rencananya itu berhasil membunuh Cerberus dengan sekali serang.


Setelah berpikir cukup lama, dirinya berusaha untuk mengaktifkan mata kanannya yang dapat melihat core dari seekor monster.


Tapi mata itu tidak kunjung aktif, meski dirinya terus-menerus mencobanya.


Cerberus pun menyerangnya dengan sangat liar, bahkan bangunan yang ada disekelilingnya ikut hancur akibat serangannya yang dahsyat.


Karena keadaan yang terpojok, membuat mata kanannya aktif secara tidak sengaja dan melihat core nya dengan sangat jelas.


Dengan melihat kembali tetesan air yang sebelumnya, sebuah ide pun terpikirkan secara spontan.


Rael pun menyiapkan sebilah pisau dan segera menyelinap pergi kebagian tubuh bawahnya Cerberus, setelah sampai Rael menebas perutnya dan mengeluarkan darah.


Walaupun serangannya tidak cukup dalam, tapi itu sudah cukup untuk menyelesaikan rencananya.


Rael pun segera berlari untuk menjauh, Cerberus yang terluka mulai meregenerasi kembali meskipun darahnya masih bercucuran.


Darah yang bercucuran itu pun mulai mengenai tempat basah dari tetesan air tadi, dan saat posisi darah itu tepat dimana air menetes, Rael pun segera memotong sebuah tali yang tersambung sebuah benda runcing tepat diatas Cerberus berada.

__ADS_1


Karena tetesan air sebelumnya membuat benda runcing itu jatuh tepat di core Cerberus dan menghancurkannya seketika, Cerberus pun tumbang dan mulai berubah warna menjadi abu-abu.


>Bersambung...


__ADS_2