
...***...
Santika memasangkan sebuah microSD kedalam laptop, dan kemudian ia membuka sebuah file video yang telah Rael ambil dari kamera.
Lantas seluruh orang pun melihat video itu dengan sangat jelas, dari awal Rael meninggalkan Pramono sampai dimana adegan yang memperlihatkan Dhafi secara sengaja mendorong Putri untuk dijadikan tumbal.
Beberapa orang disana tampak jijik dengan adegan yang ada di video itu, karena adegan Putri yang sedang dimakan pun ikut terekam sangat jelas.
Video pun berhenti diputar, karena orang-orang disana sudah mulai ada yang histeris dan muntah-muntah karena tidak kuat untuk melanjutkannya kembali.
Orang-orang yang mengalami gejala kemudian dibawa keruang pengobatan agar mereka semua dapat beristirahat dengan tenang, sementara itu orang-orang yang masih memiliki kesadaran tetap di tempat itu.
Karena bukti yang ada pada video tersebut, membuat semua orang yang disana menatap Dhafi dengan tatapan penuh kebencian.
Keringat pun mulai bercucuran dari wajah Dhafi, tak lama kemudian ia mengeluarkan perkataan yang dapat menyerang Rael agar ikut dibenci juga.
" Aku tau apa yang kalian pikirkan, aku tau bahwa diriku sudah melakukan sesuatu yang salah, tapi apa kalian tidak melihat kalau Rael pergi meninggalkan Pramono begitu saja!?"
Akibat perkataannya, suasana disana pun mulai ricuh kembali, Santika yang mendengarnya sudah merasa jengkel dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Dhafi.
Namun fitnah tersebut segera dibantahkan oleh Pramono yang datang ketempat itu dengan dibantu oleh para perawat, meskipun Pramono mendapatkan luka dan tubuhnya yang masih lemah, ia tetap memaksakan dirinya untuk datang ketempat aula utama.
" Apa yang diucapkan oleh Dhafi itu tidak benar, justru pilihan yang Rael pilih dapat menyelamatkan dirinya termasuk diriku sendiri."
__ADS_1
" Karena monster itu lebih pintar daripada yang lain, oleh karena itu Rael pergi ketempat yang lebih menguntungkan sekaligus menjauhkan ku dari monster itu, karena seperti yang kalian lihat bahwa monster itu dapat meregenerasi dirinya saat memakan daging manusia, dan sialnya Rael malah bertemu dengan Dhafi dan Putri." Ujar Pramono.
Keadaan pun mulai tenang kembali tapi sebaliknya bagi Dhafi, ia sudah semakin terpojok dengan situasinya.
Lalu salah seorang pun mulai meriuhkan suasana dengan berteriak kepada Dhafi, dan orang-orang mulai mengikutinya beramai-ramai.
" Keluarkan Dhafi!"
" Keluarkan dia dari tempat ini!"
Orang-orang mulai bersorak untuk mengeluarkan Dhafi dari benteng pertahanan, bahkan dirinya pun sampai dilempar oleh berbagai barang yang membuat keadaan semakin memanas.
Santika yang sudah mulai kesal tersebut, menghentakkan tangan kanannya keatas meja dengan sangat keras hingga membuat suasana disana kembali tenang.
" Perhatikan kalian semua, dengan semua bukti yang sudah terkumpul, juga dilengkapi pernyataan yang diucapkan oleh Pramono, saya nyatakan dengan ini Rael dinyatakan tidak bersalah, dan terakhir siapa diantara kalian setuju atas dikeluarkannya Dhafi dari koloni ini?!"
Dengan terpaksa Dhafi keluar dari benteng tersebut yang pada saat itu hari sudah mulai gelap, Dhafi terpaksa harus terus berjalan untuk menemukan tempat berlindung.
Setelah sidang yang melelahkan tersebut, seluruh orang membubarkan diri dan kembali ke kesibukannya masing-masing.
Didalam hutan yang sangat gelap Dhafi berjalan tanpa henti, kedua kakinya pun sampai kesakitan karena jalan yang penuh dengan rintangan.
Beberapa lama kemudian ia melihat sebuah cahaya diujung jalan yang dikelilingi oleh kegelapan, Dhafi yang putus asa tersebut segera mengejar cahaya tersebut sampai ke sebuah pohon yang terdapat sebuah tas dan senter.
__ADS_1
Karena perutnya yang kelaparan, tanpa berpikir panjang ia lantas membuka isi tas tersebut, ternyata didalamnya sudah ada makanan yang sangat banyak.
Dhafi pun mulai termenung, karena aneh sekali ada tas yang dipenuhi oleh makanan dan sebuah senter yang menyala.
Ia pun segera melihat kearah sekitar untuk memastikan kehadiran seseorang didalam kegelapan, tak lama kemudian ada sebuah suara dari atas kepalanya.
" Hei tenanglah, aku yang sudah meninggalkan makanan itu disana."
" Siapa kau?!"
" Sepertinya aku harus memperkenalkan diriku, namaku Jaka dan aku memberimu makanan itu tidak cuma-cuma."
" Apa yang kau inginkan dariku?"
" Keinginanku itu sangat simpel, aku ingin kau memberitahuku semua informasi tentang Rael."
" Apa yang kau inginkan darinya?"
" Hmm... Itu sesuatu yang sulit untuk dijelaskan, tapi yang terpenting kau sangat membencinya kan, apalagi karena dia kau harus berada ditempat yang gelap dan dingin ini."
" Bagaimana kau mengetahui hal tersebut?"
" Hal itu tidak penting sekarang, tapi jika kau memberiku informasi tentangnya maka aku akan memberimu tempat tinggal dan membalaskan dendam mu kepada Rael."
__ADS_1
Dhafi pun merenungkan tawaran Jaka, setelah beberapa saat berlalu Dhafi menyetujui tawaran Jaka dengan wajah yang tersenyum.
>Bersambung...