Host Infection

Host Infection
Bab 60 Kripa


__ADS_3

...***...


Sehari setelah pertempuran yang melelahkan itu, para anggota Distopia melarikan diri kedalam hutan yang lebat.


Sementara pasukan Orion memutuskan untuk kembali ke markas karena mereka semua sudah merasa kelelahan.


Rael dan Bima yang mengalami luka berat segera dibawa keruang medis yang seadanya, karena alat-alat medis sangat sulit untuk dicari apalagi dalam keadaan bersih dan tidak berkarat.


Disisi lain ketika para anggota Orion telah kembali, ditempat yang sama saat Rael bertarung terdapat seseorang yang berjalan mendekati mayat Klana.


" Wah... Tak kusangka salah satu kelinciku dapat dikalahkan dengan cara seperti ini, tapi berkat dirimu aku berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan, aku semakin tak sabar dengan kekuatanmu Rael Ginanjar Prawitaharja."


Ucap Jaka dalam suasana hening.


Kembali lagi di benteng Orion, Bima yang telah melakukan pengobatan pada jarinya itu kemudian menjenguk Rael yang sudah pingsan selama tiga hari.


" Rael... Aku tidak tahu apa yang akan kau alami dikemudian hari, tak kusangka bahwa diriku akan selemah ini sehingga kau menanggung semua beban pada pundak mu."


Ujar Bima dengan mengepalkan tangan kirinya karena merasa tidak berdaya.


" Berhentilah berkata yang tidak-tidak saat aku baru saja siuman..."


" Tu-Tunggu Rael?! Sejak kapan kau siuman?"


" Baru saja, dan apa yang terjadi pada jarimu itu?"


" Ah aku mengalami kecelakaan saat ingin menjerat Klana."


" ... Maafkan aku membuat jari tanganmu terputus."


" Ah tidak masalah, ini bukan salahmu kok!"


" Ngomong-ngomong bagaimana dengan tempat yang Klana katakan waktu itu?"

__ADS_1


" Ah yang itu yah, tempat itu sepertinya merupakan lab pembuatan serum yang sempat Klana gunakan."


Mengingat kembali apa yang ada didalam lab tersebut, membuat Bima kembali mengingat apa yang Klana katakan sebelumnya.


" Ada apa Bima?"


" ... Tidak ada apa-apa, ah apa kau ingat dengan Citra dan Ranu?"


" Hmm... Mungkin, memangnya kenapa dengan mereka?"


" Setelah kejadian terakhir kali, mereka berdua ditahan dalam ruangan tahanan dan saat kita pergi bertempur dengan Distopia mereka berdua berhasil melarikan diri."


" Bagaimana cara mereka terbebas?"


" Aku juga tidak tahu, mereka berdua kabur dari benteng dan mencuri beberapa makanan diruang penyimpanan."


" Apakah mereka tidak dicegah sebelumnya?"


" Mereka sudah dicegah, tapi karena orang yang berjaga hanya sedikit jadi mereka dapat terbebas dengan mudah."


Walaupun Santika tidak mengatakan sepatah kata pun tapi dirinya telah mengeluarkan aura yang cukup mengerikan, Santika nampak marah besar atas semua luka yang Rael alami.


Rael hanya bisa menundukkan kepalanya saat diceramahi habis-habisan oleh Santika, bahkan Bima yang berada disana pun tidak bisa kemana-mana saat Santika sudah marah besar.


" Sudah kubilang kan, meskipun dirimu dapat meregenerasi kembali tubuhmu tapi rasa sakit yang kau rasakan masih bisa terasa oleh dirimu, lihat saja kaki dan tanganmu tidak bisa kau gunakan meskipun semua lukanya sudah sembuh?!"


" ... Kakak benar... tangan dan kaki kananku tidak bisa bergerak..."


" Lihat kan, meskipun lukanya sembuh tapi otot-otot mu merasakan syok, bagaimana jika hal tersebut terjadi ditengah jalan hah!?"


" Ma-Maafkan aku~."


" Kau juga Bima, seharunya kau lepaskan saja saat kabel itu ditarik, kenapa kau masih saja memegangnya?!"

__ADS_1


" ... Maaf..."


Bima tidak menyangka bahwa dirinya akan ikut diceramahi oleh santika bersama Rael, setelah beberapa lama omelan yang dilontarkan Santika pun berakhir untuk Bima.


Sementara Rael masih harus mendapatkan terapi agar kaki dan tangannya bisa kembali bergerak dan dilanjuti ceramah dari Santika.


Bima pun berkumpul kembali bersama Aria di kantin tempat biasa mereka makan bersama-sama, disana Bima nampak lesu sepanjang hari.


" Ada apa denganmu Bima?"


" Hah... Aku tadi diceramahi habis-habisan oleh kakak Rael."


" Begitu, memang dirimu pantas untuk diceramahi."


" Eh, jahatnya... Bahkan dirimu berpihak kepadanya yah."


" Ya... Begitulah, apa yang kau lakukan itu sangat berbahaya."


" Jadi apakah orang yang bernama Jaka itu berhasil ditemukan?"


" Belum, kita sudah mencari-cari dari gerombolan orang-orang yang kabur saat itu, namun batang hidungnya tidak nampak sedikitpun."


Santika yang telah menceramahi Rael, memerintahkan orang-orang yang dapat dipercaya untuk berkumpul diruang kerjanya termasuk Rael yang masih menggunakan kursi roda.


Disana Santika memperlihatkan foto-foto lab yang dimana tempat tersebut merupakan tempat dimana Jaka melakukan eksperimen.


Didalam foto tersebut terdapat hal-hal yang membuat Aria merasa tidak nyaman, didalamnya terdapat banyak sekali darah dan daging yang tercabik-cabik.


Kemudian Santika memperlihatkan sebuah serum yang bernama serum Delta kepada Bima dan Rael, mereka pun meyakini bahwa serum tersebut yang dipakai oleh Klana.


Santika juga menemukan sebuah dokumen yang berisikan informasi-informasi soal eksperimen yang dilakukan oleh Jaka.


Didalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa Rael merupakan sebuah evolusi dari manusia yang Jaka harapkan, evolusi tersebut bernama Kripa.

__ADS_1


> Bersambung...


__ADS_2