
...***...
Seusai pertarungan sebelumnya, seluruh warga dikerahkan untuk membereskan semua kekacauan yang diakibatkan oleh ketiga monster yang sebelumnya menyerang.
Meski Rael telah berkontribusi banyak dalam menghadapi ketiga monster itu, tatapan orang-orang masih belum berubah sampai sekarang, karena mereka masih terpengaruh oleh perkataan Arfa soal perubahan Rael.
Semua bawahan Arfa yang belum melarikan diri, ditahan dalam sebuah ruangan dan menggali informasi dari orang-orang tersebut.
Rael dipanggil oleh Santika untuk bertanya perihal seseorang yang bernama Jaka, dengan cukup terpaksa Rael mengatakan semuanya dengan wajah yang gugup.
Karena ini pertama kalinya Rael mengatakan semua permasalahannya kepada orang lain, meskipun ia mengatakannya kepada kakaknya sendiri.
Santika yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas karena Rael terus saja melakukan semuanya sendiri, meskipun begitu Santika lega karena Rael sudah mulai membuka hatinya meski hanya sejengkal saja.
Selagi Rael sedang berbicara berdua dengan Santika, Bima dan teman-temannya ikut membantu para warga dalam mengumpulkan bahan-bahan untuk menambal lubang pada benteng.
Pramono beserta tim pemburu sedang mengintai seluruh kawasan Orion sembari mencari ketiga monster yang sebelumnya menyerang, meskipun membutuhkan waktu yang lama tapi ketiga monster itu berhasil dikalahkan dengan susah payah.
Pak Sudiarto yang ikut bersama tim pemburu mengecek mayat dari ketiga monster itu dan menemukan sebuah alat yang terpasang di kepala mereka.
Tim elektronik pun mengecek alat tersebut dan menemukan sebuah perangkat yang memancarkan gelombang, gelombang tersebut ternyata terhubung langsung dengan gelang yang dipakai oleh para bawahan Arfa.
Santika, Pramono, dan pak Sudiarto pun mengintrogasi kembali orang-orang yang ditahan, sebanyak apapun mereka memukulnya semua bawahan Arfa itu tidak mengetahui apa-apa soal gelang yang mereka pakaikan itu.
Mereka semua hanya mengatakan bahwa Arfa diberikan perintah dari Jaka untuk memakaikan gelang tersebut, dan setelah itu mengirim mereka semua ke dalam Orion.
__ADS_1
" To-Tolong ampuni kami, kami hanya melaksanakan tugas yang Jaka berikan kepada kami!"
" Cepat katakan, kenapa dia sangat mengincar Rael!?" Tegas Santika.
" Kami pun tidak tau, yang kami tau hanyalah Jaka ingin menyukseskan hasil penelitiannya."
" Penelitian apa itu?" Tanya Pramono.
" Aku tidak tau secara pasti, tapi dia selalu menjanjikan kepada orang-orang bahwa dirinya bisa memberikan keabadian bagi orang-orang yang mengikutinya, dan ia menyebutnya dengan nama Immortal Projects."
Disisi lain, disebuah tempat di Distopia, Jaka sedang memperhatikan kearah sebuah monitor.
Saat Jaka sedang fokus memperhatikan, Klana tiba-tiba masuk kedalam ruangan Jaka berada dan menanyakan hasil dari rencana yang sebelumnya ia jalankan.
" Jadi bagaimana hasilnya?" Tanya Klana.
" Kepastian, apa kau maksud?"
" Lihatlah hasil rekaman yang ku ambil dari alat itu, Rael sempat melihat kearah Arfa yang sedang dimangsa, tapi dirinya tidak menunjukkan emosi pada wajahnya, bagi orang normal pasti akan berusaha untuk menolong Jaka, atau setidaknya berteriak untuk meminta bantuan tapi ia malah diam saja dan tidak berkata apa-apa."
" Jadi begitu yah, karena kekuatan monster yang ada pada tubuhnya membuat sisi kemanusiaannya semakin terkikis."
" Begitulah, hal tersebut cukup memberikan bukti bahwa level penyatuannya sudah meningkat."
" Dengan begitu kau bisa menyempurnakan serum Delta mu itu kan?"
__ADS_1
" Benar sekali, dan keabadian sejati akan sepenuhnya terwujud tidak lama lagi."
Kembali lagi ke Orion, Bima pun menyerahkan sekantung uang koin yang ia janjikan kepada Rael.
Melihat koin yang sangat banyak membuatnya cukup senang dan ia pun segera pergi ketempat dirinya membuat sesuatu, karena penasaran Bima pun menunggu sampai selesai dengan membaca sebuah buku yang ada didalam ruangan Rael.
" Wow, Rael, aku tidak tau kalau kau mempunyai buku biografi tentang Cakra Adiguna."
" Tentu saja, karena aku kagum dengan dirinya, karena ia adalah salah satu ilmuwan yang dapat membawa teknologi kearah modern, apalagi dirinya seorang warga Indonesia yang bahkan kepintarannya digadang-gadang berasal dari masa depan."
" Aku pun pernah membaca teori bahwa dirinya seorang time travel."
" Aku juga membacanya, bahkan dirinya sendiri percaya tentang time travel dan dunia paralel."
" Oh iya kah, aku baru dengar itu."
Setelah lama menunggu, akhirnya sebuah karya yang dibuatnya telah selesai, dengan sekumpulan uang koin, Rael dapat membuat sebuah rompi yang terbuat dari koin.
" Wow, dengan barang ini kau dapat menahan serangan monster, setidaknya cukup untuk melarikan diri." Ujar Bima.
" ya kau benar, akan ku berikan barang ini kepadamu." Ucap Rael.
" Kau serius akan memberikannya kepadaku?"
" Ya aku serius, karena diriku tidak perlu membutuhkan jirah untuk melindungi diri."
__ADS_1
Dengan perasaan yang tidak nyaman, Bima pun menerimanya karena dirinya tidak ingin mengecewakan perasaan Rael.
>Bersambung...