Host Infection

Host Infection
Bab 59 Akhir Distopia


__ADS_3

...***...


Saat Rael dan Klana beradu pukulan, lengan mereka pun sama-sama hancur dengan dampak yang sangat besar.


Dengan sangat terpaksa, Rael harus memakai senjata rahasianya yaitu pisau yang berada didalam sepatu buatannya.


Disisi belakang sepatu tersebut terdapat sebuah tombol yang jika ditekan bilah pisaunya akan keluar secara otomatis.


Hal tersebut Rael gunakan untuk menyerang Core Klana dengan tendangan di udara.


Rael dan Klana pun tersungkur mundur bersama-sama, karena Core milik Klana telah diserang maka sistem regenerasinya menjadi lambat.


Darah pun keluar dari dada dan mulutnya, Klana yang lemas tersebut seketika ambruk karena mengalami luka fatal.


Sementara itu Rael tengah menutup mulutnya dengan menggigit tangan kirinya agar tidak mengeluarkan teriakan kesakitan.


Luka yang telah dialami oleh Rael sangat parah, otot lengan yang meledak dan kaki kanannya yang hancur karena melakukan tendangan dengan kekuatan yang luar biasa.


Tubuhnya bisa dibilang lemah untuk mengeluarkan kekuatan monster secara penuh, dan jika Rael mengerahkan kekuatan penuhnya maka seluruh tubuh akan meledak seketika.


Rael berusaha keras untuk berdiri meski dengan satu kakinya, dengan tubuh yang bergetar ia berusaha untuk bergerak maju secara melompat.


Ia bergerak hanya untuk meraih pipa besi yang tergeletak didepannya, ketika Rael sedang berusaha meraih pipa tersebut, ia pun terjatuh dan tetap berusaha maju dengan cara merangkak.


Rael pun berhasil meraih pipa tersebut dan ia gunakan untuk alat bantu agar dirinya dapat berjalan maju.


Dengan tubuh lemahnya itu Rael berjalan dengan alat bantu berusaha mendekati Klana untuk memastikannya mati seutuhnya.


Disisi lain Bima sedang diberikan pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan pada jarinya yang terputus itu.


" Agh... Bagaimana dengan Klana...?"


Tanya Bima dengan penuh kesakitan.


" Dia sudah ditangani oleh Rael, tapi sepertinya Rael pun mengalami luka yang serius..."

__ADS_1


Jawab salah satu pasukan Orion.


Rael berusaha sekuat tenaga untuk berjalan ketempat Klana terbaring, terlihat di sekujur tubuhnya telah dipenuhi oleh darah yang mengalir.


Klana sekarang sudah diujung tanduknya dan pasrah menerima ajalnya, setelah Rael berjalan dengan susah patah akhirnya dirinya sampai dihadapan Klana.


" Hah... Sekarang apa kau ingin membunuhku?"


Tanya Klana dengan pasrah menerima kekalahan.


" Aku tidak akan membunuhmu secepat itu, ada hal yang harus aku tanyakan pada dirimu."


" Hah... Tanyakan saja apa yang... hah... Ingin kau tanyakan..."


" Aku tahu bahwa kau menerima serum tersebut dari Jaka, dimana dia sekarang?"


" Jadi kau mengenal dia yah... Aku tidak tahu kau memiliki hubungan seperti apa dengan dirinya... Tapi ada hal yang harus kau ketahui... Bahwa Jaka sebenar-"


DOR!


Hal tersebut membuat Klana tidak bisa mengeluarkan suara dan darah pun bercucuran dari tenggorokannya.


Perlahan Klana pun semakin lemas dan wajahnya pun memucat, meskipun terdapat sedikit asap pada lukanya, namun hal tersebut tidak dapat menyembuhkan lukanya dengan cepat.


Rael yang kesal pun segera memalingkan badannya dan melihat orang yang menembak Klana barusan.


Namun sayang orang tersebut telah pergi dengan bersembunyi dibalik bayangan, Rael pun semakin kesal dengan hal tersebut.


Meskipun telah sekarat, Klana berusaha mengatakan sebuah kata dengan sangat pelan.


Rael yang melihat Klana berusaha berbicara, mendekatkan telinganya didekat mulut Klana berada.


" Sel penjara... Paling dalam... Arah barat daya..."


Rael tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Klana, tapi ia merasa bahwa Klana sedang memberikan sebuah petunjuk.

__ADS_1


Kondisi tubuh Rael pun semakin memburuk, nafasnya mulai terengah-engah dan mengeluarkan banyak sekali keringat.


Bima yang telah selesai diobati, segera menemui Rael yang sudah sempoyongan.


Di arah lain Santika sedang berlari kearah Rael dengan membawa sebuah kotak, melihat Bima dan Santika tengah menghampirinya, Rael pun sudah merasa tenang dan ambruk seketika.


Sebelum dirinya tak sadarkan diri, ia menyampaikan pesan yang diberikan oleh Klana kepada Santika dan Bima.


Setelah dirinya menyampaikannya, seketika Rael pun tak sadarkan diri dan demam yang sangat tinggi.


Santika memerintahkan pasukannya untuk membawa Rael ketempat aman untuk dirawat secepatnya, sementara itu Santika, Pramono, dan pak Sudiarto pergi ketempat yang disampaikan oleh Rael.


Sementara Bima dan Aria kembali ke markas bersama Rael untuk mendapatkan perawatan yang mumpuni.


Santika dan rombongannya berjalan menuju sel penjara paling dalam di arah barat daya, sesampainya di ruangan tersebut Santika dan yang lainnya nampak terkejut dengan fenomena yang mereka semua lihat.


Didalam sel tersebut terdapat beberapa monster yang terkurung dan nampak tersiksa, ruangan tersebut terlihat seperti ruang laboratorium tempat serum yang dipakai Klana dibuat.


Ketika mereka semua tengah melihat-lihat disekitar, terdapat sebuah sel yang memiliki papan nama bernama Sarah.


" Sarah... Siapa dia?"


Tanya Pramono dengan mengarahkan senternya kearah papan nama itu.


" Mungkin itu namanya sebelum berubah menjadi monster, dan lihat ia memakai sebuah benda yang sama dengan Klana."


Jawab Santika sembari melihat monster bernama Sarah.


" Jadi apa yang harus kita lakukan kepada mereka?"


Tanya pak Sudiarto kepada Santika.


" Lebih baik kita mengakhiri penderitaan mereka."


Mereka pun membunuh setiap monster yang ada dalam sel agar monster-monster tersebut tidak merasakan penderitaan lagi.

__ADS_1


> Bersambung...


__ADS_2