Host Infection

Host Infection
Bab 26 Menjarah


__ADS_3

...***...


Pagi hari pun tiba, Rael yang berada di ruangannya sedang mempersiapkan peralatan untuk melakukan pekerjaannya hari ini.


" Hei Rael apa kau sudah siap?" Tanya Bima.


" Aku sudah siap dari kemarin."


Setelah semua persiapan telah selesai, mereka berdua pun keluar dari ruangan itu secara bersama-sama.


" Sekarang kita akan berpisah di sini kan?" Tanya Bima.


" Yah untuk sekarang, kita akan melakukan pekerjaan yang kita pilih kemarin."


" Janji yah, sekarang kau jangan menghilang seperti terakhir kalinya."


" Ya, sekarang kita sudah mempunyai tempat untuk pulang, jadi aku tidak akan menghilang secara tiba-tiba."


" Tapi dari dulu kan kau selalu saja menghilang, setiap kita pergi bermain kau selalu saja pergi entah kemana."


" Itu karena aku tidak ingin menjadi seekor nyamuk yang menggangu sepasang kekasih yang sedang kencan, aku tidak ingin disebut orang ketiga."


" Kau selalu saja memikirkan suatu hal yang rumit, karena sekarang kau sudah mengetahui kalau kaka mu itu masih hidup, setidaknya kau harus bisa pulang agar tidak membuat kak Santika khawatir."


" Itu sudah pasti akan ku lakukan."


Rael dan Bima pun berpisah ditengah perjalanan ke arah tempat mereka bekerja, pasukan pemburu pun sudah berkumpul ditengah lapangan dan sekarang mereka semua sedang melakukan pengumuman tentang wilayah sekitar.


" Oke, sekarang sebagian besar orang sudah berkumpul disini, karena disini ada anak baru kita akan mengulangi apa yang harus kita lakukan saat diluar nanti."

__ADS_1


" Di dalam tas kalian sudah ada tiga jenis petasan asap yang masing-masing memiliki warna yang berbeda, warna hijau menandakan bahwa tempat itu aman, warna kuning menandakan di tempat itu dipenuhi oleh monster, dan warna merah menandakan bahwa ada seseorang yang membutuhkan pertolongan."


" Kalian akan pergi dengan cara berkelompok, setiap kelompok dapat berisi sebanyak tiga orang, dan kita juga akan memakai sebuah alat yang dapat membantu kita dalam mencari core monster."


" Dan satu lagi, setiap kelompok akan diberikan sebuah petasan asap yang berwarna biru, petasan tersebut berfungsi sebagai penanda jika kalian menemukan tempat yang belum dijelajahi atau juga kalian dapat menggunakannya jika menemukan sesuatu yang menurut kalian aneh."


" Segitu saja yang dapat saya sampaikan, kita akan pergi sesegera mungkin karena monster akan lebih ganas pada saat malam hari, jadi jika kalian melihat matahari sudah mulai terbenam kalian harus kembali secepatnya."


" Apa kalian sudah mengerti?!"


" Sudah pak!" Teriak seluruh anggota.


Setelah pidato yang lumayan panjang itu, mereka semua langsung membuat kelompok yang masing-masing berisi tiga orang.


Beberapa saat pun telah mereka lewati, sekarang sudah sebanyak tujuh kelompok yang berhasil terkumpul.


Rael pun masuk ke jajaran kelompok ke empat dengan tiga anggota, Dhafi, Citra, dan Rael, dan kelompok tersebut diketuai oleh Dhafi yang secara inisiatif mencalonkan dirinya sebagai ketua.


Santika yang secara kebetulan berada di dekat gerbang mengucapkan sebuah kata yang dibisikkan ke telinga Rael.


" Berhati-hatilah."


Mendengar perkataan Santika, Rael menjawabnya dengan cara menganggukkan kepalanya dengan mata yang fokus melihat ke depan.


Rael dan anggota kelompoknya telah tiba disebuah tanah lapang di dalam hutan, mereka semua mengadakan rapat kecil untuk melihat-lihat peta yang telah Dhafi bawa sebelumnya.


" Oke, menurut peta ini, ada sebuah sungai di sisi barat dan di sebelah timur sepertinya mengarah ke kaki gunung."


" Sepertinya kita harus pergi menyusuri sungai, karena biasanya ada sebuah desa di tempat mata air berada."

__ADS_1


" Hmm... Ada benarnya apa yang dikatakan Rael, sepertinya menyusuri sebuah sungai merupakan ide yang bagus."


Dengar mendengar arahan Rael mereka semua mengikutinya untuk menyusuri sungai yang agak panjang itu, mereka semua berjalan menyusuri sungai itu dan terkadang juga mereka menangkap beberapa ekor ikan yang rencananya akan mereka budi dayakan di sebuah danau kecil di dalam koloni mereka.


Setelah beberapa saat mereka berjalan, akhirnya mereka semua menemukan sebuah desa kecil yang hanya ada beberapa rumah saja di desa tersebut.


Di dalam desa tersebut terlihat sudah porak poranda dengan beberapa noda darah di seluruh dinding rumah tersebut, beberapa saat kemudian pun ada seekor monster yang sedang berjalan menuju kelompok Rael berada.


Dhafi pun mengambil kesempatan tersebut untuk mencoba alat yang pimpinan itu berikan sebelumnya, saat Dhafi memakainya ia terkejut karena hanya ada satu titik yang memiliki hawa panas.


Karena penasaran, Dhafi pun menargetkan serangannya ke arah titik panas itu berasal.


Dan seketika pun monster tersebut mati dengan mudahnya, Citra yang melihat momen tersebut mulai memuji Dhafi yang telah membunuh monster dengan satu serangan.


Tak lama kemudian monster yang sedang bersembunyi itu keluar dan semuanya mengarah ke arah mereka, Rael yang melihatnya mulai bersiap-siap dan memakai alat pencari core agar bisa membunuh para monster tersebut.


Meskipun Rael memiliki mata kanan yang dapat melihat warna suhu, tapi ia tetap menggunakan alat itu agar tidak ada yang menyadari kalau Rael sudah terinfeksi.


Saat Rael sedang bertarung dengan para monster, tanpa ia terserang oleh salah satu monster yang ada disana.


Monster tersebut berhasil mencakar tangan kanan Rael yang membuatnya mengeluarkan darah dan luka yang sangat lebar, Rael yang saat itu diserang langsung mengarahkan sebuah serangan ke arah core monster yang menyerangnya tersebut.


Rael yang mendapatkan luka itu segera menutupinya dengan sebuah kain, saat Dhafi ingin membantunya, Rael menolaknya mentah-mentah dengan wajah yang keringat dingin.


Dhafi yang melihat tingkah laku Rael mulai menanamkan sedikit sikap curiga kepada Rael yang terus-terusan menutupi lukanya.


Saat seluruh monster telah dibasmi, mereka pun mengambil seluruh bahan makanan yang ada di desa tersebut, dan mereka pun mengambil beberapa ekor ayam untuk mereka budidayakan di dalam koloni.


Setelah menjarah di desa tersebut, Dhafi pun menyalakan petasan yang berwarna hijau ke arah atas untuk memberikan sebuah tanda kepada para pimpinan, setelah mereka mengirimkan sebuah sinyal, mereka semua pun kembali ke tempat perlindungan.

__ADS_1


> Bersambung...


__ADS_2