
...***...
Rael yang baru saja keluar dari dalam gedung, disuruh untuk beristirahat sejenak didalam tenda.
Ketika yang lain sedang disibukkan merancang strategi selanjutnya, Ranu terlihat sedang berbicara dengan seseorang ditempat yang sepi.
Waktu untuk menjarah gedung tersebut telah tiba, beberapa orang yang berpartisipasi kedalam gedung disuruh untuk berkumpul di suatu tempat agar strategi yang mereka rancang dapat disampaikan dengan jelas.
Karena penglihatan kamera yang dibawa oleh Rael sebelumnya, membuat orang-orang sedikit takut untuk berpartisipasi dalam penjarahan tersebut.
Oleh sebab hanya ada dua orang saja ikut berpartisipasi, mereka berdua ialah Ranu dan Citra.
Disisi lain, Rael yang sedang beristirahat itu dihampiri oleh Bima dan memberitahunya informasi tentang siapa saja yang berpartisipasi.
Rael yang mendengar nama Ranu dan Citra, sontak saja kaget dan mendesak Bima untuk menyebutkan siapa saja yang ikut selain mereka berdua.
" Karena yang berpartisipasi hanya sebanyak dua orang, maka aku, Aria, pak Sudiarto akan ikut penjelajahan, sesuai dengan jumlah topeng yang ada." Ujar Bima.
" Kalau begitu aku juga ingin ikut, aku tidak perlu menggunakan topeng kedalam sana." Ucap Rael.
" Aku tau bahwa indra penciuman mu itu tidak bisa digunakan, tapi apa kau yakin ingin tetap ikut, sebelumnya saja tanganmu sampai gemetar."
" Itu tidak jadi masalah, tapi kita harus mencurigai mereka berdua."
" Kenapa kau sangat mencurigainya?"
" Apa kau tidak merasa aneh jika seseorang yang sebelumnya jarang bertemu tiba-tiba saja mereka membuat sebuah tim, dan momen mereka terlihat akrab bertepatan setelah Dhafi dikeluarkan dari Orion."
" Orion, apa itu?" Tanya Bima.
__ADS_1
" Ah itu nama yang kuberikan untuk benteng perlindungan, meskipun ini masih belum resmi tapi aku sudah membicarakannya dengan kakakku."
" Ah Orion yah, bagus juga." Ujar Bima.
" Baiklah kembali ke topik, tolong masukkan aku kedalam tim penjelajahan, aku mohon kepadamu untuk membicarakannya dengan pak Sudiarto sekali saja."
" ... Baiklah, tapi kau harus bertanggung jawab jika kak Santika memarahi kami nanti."
" Tenang saja, paling nanti aku akan diceramahi olehnya selama berjam-jam."
Setelah perbincangan tersebut, Bima lantas berbicara kepada pak Sudiarto tentang bergabungnya Rael kedalam tim penjelajahan.
Dengan sangat terpaksa pak Sudiarto menyetujui rujukan dari Rael, karena banyak sekali faktor yang menguntungkan jika dirinya ikut kedalam tim.
Seluruh orang yang berpartisipasi bersiap untuk memasuki gedung, karena mereka semua pun diberikan alat untuk berkomunikasi jika ada informasi yang dapat dilaporkan atau bisa dipakai untuk keadaan darurat.
Mereka berenam mulai bersiaga di pintu depan gedung, terlihat Ranu dan Citra sedang memakai sebuah benda yang mereka pasangkan di dada sebelah kiri.
Penjelajahan pun dimulai, semua orang memasuki gedung secara bersama-sama dan lantas menyalakan senter untuk melihat.
Ranu yang sedang berjalan di samping Rael, menanyakan kondisi tangan kanannya yang sedang memakai sebuah perban.
" Apa tangan kananmu tidak merasa sakit?" Tanya Ranu.
Rael yang mendengar terkejut karena Ranu menanyakannya secara tiba-tiba, karena pertanyaan tersebut malah membuat Rael semakin curiga dengan sikap Ranu yang berubah secara tiba-tiba.
" Ini baik-baik saja, jangan menghiraukannya." Jawab Rael.
Ranu yang mendengarnya merespon dengan wajah datar, Rael yang melihatnya semakin yakin bahwa Ranu dan Citra sedang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
Tanpa Rael sadari, mereka semua sudah sampai disebuah tempat luas yang sempat Rael kunjungi sebelumnya.
" Jika kita sampai ditempat ini, maka monster buta yang ditemui Rael sebelumnya sudah semakin dekat yah." Ujar Aria.
" Kau benar, mulai dari sini kita harus lebih berhati-hati lagi dalam melangkah." Ucap Bima.
Karena perkataan Bima, semua orang berjalan dengan sangat perlahan dan hati-hati.
Beberapa langkah pelan pun telah berlalu, tanpa mereka sadari sudah berada di jalan persimpangan yang membuat orang mudah tersesat jika dalam keadaan panik.
Ranu dan Citra pun membuat sebuah gerakan yang mencurigakan dari tangannya.
" Bagaimana kalau kita berpencar saja dari sini?" Saran Citra.
Saran tersebut didukung oleh Ranu yang berada dibelakangnya, Rael pun tanpa ia sadari selalu melihat mereka berdua dengan sangat tajam yang membuat Ranu pun menanyainya.
Saat dirinya ditanya, Rael hanya bisa mengelakkan wajahnya dari pandangan Ranu.
Ranu yang mendapatkan respon tidak sopan dari Rael mulai merasa jengkel dengan tingkahnya hingga membuatnya marah.
Citra yang melihatnya pun langsung menghentikan Ranu dan memaksanya untuk terus bersabar hingga rencananya selesai.
Mendengar pernyataan tersebut, Ranu dengan terpaksa membiarkan Rael untuk sesaat.
Disisi lain, pak Sudiarto sudah membagi setiap orang untuk pergi secara berpasangan, karena jalan bercabang tersebut terbagi menjadi tiga bagian.
Citra menyarankan dirinya akan pergi bersama Ranu, dan pak Sudiarto menyarankan dirinya akan pergi bersama Rael, sedangkan Bima akan bersama dengan Aria.
Karena kelompok sudah dibagi, mereka semua lantas melanjutkan perjalanan dengan melalui jalan yang berbeda-beda.
__ADS_1
>Bersambung...