Host Infection

Host Infection
Bab 62 Bahaya baru


__ADS_3

...***...


Satu bulan kemudian, disekitar hutan tak jauh dari lokasi markas Orion berada, terdengar suara keributan disalah satu tempat yang mengakibatkan beberapa pohon runtuh.


Hah... Hah... Hah...


Suara terengah-engah terdengar dari orang-orang itu, mereka berlari terbirit-birit dari suatu bahaya.


" Sial kenapa hal seperti ini harus terjadi sih!"


Teriak Rael dengan wajah yang memerah karena berlari dengan menggunakan seluruh kekuatannya.


Beberapa jam sebelumnya, Rael, Aria, dan Bima ditugaskan memasang kamera CCTV untuk mengintai wilayah Orion untuk mengantisipasi jika ada seorang tamu tak diundang mendekati wilayah Orion.


Namun hal tersebut tidak berjalan dengan lancar, karena ketika mereka tengah memasang kamera tersebut, tanpa mereka sadari ada seekor monster yang mengintai.


Monster tersebut memiliki wujud seperti seekor badak namun berjalan layaknya manusia, meskipun memiliki ukuran yang besar namun saat ia berlari kecepatannya akan sangat cepat dan menyapu bersih di area sekitarnya.


Entah mengapa monster itu tiba-tiba saja mengejar Rael dan yang lainnya, dan yang lebih anehnya lagi tiba-tiba Rael berlari dengan kecepatan yang tidak dapat dipercaya.


Karena selama Bima tahu, bahwa Rael itu adalah orang yang lemah ketika berolahraga apalagi berlari sekencang itu, hal tersebut dikarenakan adrenalin yang dirasakan Rael naik secara tiba-tiba, ditambah kekuatan monster juga yang menambah kekuatan otot kakinya.


Bima dan Aria terpaksa untuk bersembunyi dari kejaran monster itu, namun sayang sekali Rael tidak dapat kesempatan untuk kabur karena monster tersebut mengarahkan targetnya kepada Rael.


Kembali lagi ke masa sekarang.


Rael yang sedari tadi berlari, sudah mulai mencapai batas tenaganya, pada saat itu Bima berbicara kepada Rael dengan cara berteriak.


" Rael bisakah kamu memancing monster itu kearah sana!?"

__ADS_1


" Memangnya ada apa disana itu!?"


" Sudah dikuti saja!"


Ia pun berlari sesuai arahan Bima, namun ketika dirinya terus berlari, Rael melihat bahwa diujung jalan merupakan sebuah tebing yang sangat tinggi.


" Apa ini yang kau maksud Bima!?"


" Percaya saja padaku, dan sebaiknya kau terus berlari dan melewati celah diantara dua pohon itu!"


" Agh! Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, tapi jika aku mati makan aku akan terus menghantui mu selamanya!"


Ketika ia melewati celah diantara dua pohon tersebut, sebuah perangkap pun tiba-tiba saja mengikat kakinya dan menggantung diatas pohon.


Monster yang mengejarnya pun tidak sempat untuk berhenti dan akibatnya monster tersebut terjatuh dan menghantam tanah dengan kerasnya.


Karena hantaman tersebut sangat keras sampai-sampai membuat monster tersebut tidak dapat menggerakkan tubuhnya, Rael dan teman-temannya pun segera menemui monster itu dan menghancurkan Core nya.


Rael pun menusukkan lengannya kedalam tubuh monster itu, dan seketika meremukkan Core nya dengan sekali remas.


" Hah... Kupikir aku akan segera mati..."


" Kau benar, bahkan kamu sampai-sampai berlari dengan kencang."


" Benarkah?"


" Itu benar, bahkan kau sampai bisa mendahului Bima."


Rael sempat tidak percaya dengan apa yang teman-temannya sampaikan, namun ia sudah malas berpikir karena kelelahan setengah mati.

__ADS_1


Mereka semua pun kembali ke markas dengan memapah Rael karena dirinya kesulitan berjalan.


Pramono juga terlihat baru kembali setelah memasang kamera CCTV yang sama seperti yang Rael bawa.


" Melihat keributan dari arah sana, sepertinya kalian semua mengalami hari yang buruk."


" Yah... Kami tak akan menyangkalnya."


Setelah mereka menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Santika, Rael dan teman-temannya pun diperintahkan untuk beristirahat.


" Hei Bima, apakah kamu sudah terbiasa untuk menggunakan jari prostetik itu?"


" Oh, sepertinya aku sudah mulai membiasakannya seperti jariku yang asli."


Hari pun mulai memasuki waktu malam, dan seluruh warga Orion pun beristirahat dari pekerjaannya.


Disisi lain, Jaka tengah berada di suatu tempat yang gelap, ditempat tersebut dipenuhi oleh monster-monster yang memiliki wujud yang aneh sedang dikurung dalam sebuah sel.


Bukan hanya itu saja, Jaka pun telah menyempurnakan serum Delta yang ia buat sebelumnya.


Serum tersebut kini dapat dipakai oleh seorang manusia namun sekarang serum itu sudah tidak memiliki efek samping, akan tetapi kekuatan yang dihasilkan tidak cukup kuat jika dibandingkan terinfeksi secara langsung.


" Hah... Meskipun aku telah menyempurnakan serum ini, sayang sekali aku tidak dapat menggunakannya."


" Aku harus secepatnya menemukan bawahan yang haus akan kekuatan, apakah kau bersedia untuk menjadi kelinci percobaan ku Dhafi?"


" Jika kau dapat memberiku kekuatan maka dengan senang hati aku akan menurutimu."


Satu bulan setelah pertempuran melawan Distopia, lingkungan sekitar Orion kini telah menjadi semakin damai dengan tidak adanya penculikan manusia yang terjadi tiba-tiba.

__ADS_1


Namun hal yang tak dapat mereka sadari bahwa bahaya yang besar akan segera menghampiri tak lama lagi.


>Bersambung...


__ADS_2