Host Infection

Host Infection
Bab 64 Video


__ADS_3

...***...


Beberapa hari kemudian, Rael dan teman-temannya diberikan tugas untuk pergi ke kota dan menemukan persediaan makanan yang baru.


Mereka juga ditemani oleh pak Sudiarto untuk menjaga keamanan para remaja yang baru puber tersebut, setelah berjalan beberapa kilo meter dari markas Orion akhirnya mereka semua menemukan sebuah gedung rumah sakit.


" Wah... Apakah kita akan masuk kedalam sana?"


Ucap Bima dengan ekspresi kagum karena gedung tersebut terlihat indah saat dipenuhi tanaman merambat.


" Sebaiknya kita mengeceknya terlebih dahulu, siapa tahu kita mendapatkan obat-obatan yang langka."


Ucap pak Sudiarto sembari mengerutkan dahinya.


Mereka semua memasuki gedung tersebut dengan pak Sudiarto yang menuntun Rael dan teman-temannya, pak Sudiarto mempersiapkan senjata api untuk berjaga-jaga.


Setelah dirasa aman, pak Sudiarto memberikan arahan kepada yang lain untuk masuk dengan hati-hati.


Beberapa meter pun telah terlewati, dan didepan mereka telah ada tiga ekor monster yang menghalangi jalan menuju ruangan penyimpanan.


Pak Sudiarto memerintahkan yang lain untuk bersembunyi dibelakangnya, ia pun segera menyiapkan bom molotov yang terbuat dari minuman keras dan ditutupi oleh seutas kain.


Ia pun melemparkannya kearah para monster itu yang membuat mereka semua terbakar di sekujur tubuhnya, para monster itu kemudian berlarian kesana kemari dan akhirnya tumbang.


Meskipun begitu, mereka tidak akan mati semudah itu, jika Rael dan teman-temannya tidak segera menghancurkan core para monster itu, mereka akan segera meregenerasi tubuhnya kembali.


Karena itulah pak Sudiarto memerintahkan yang lainnya untuk segera menusuk core mereka, dengan bantuan alat yang dipikirkan oleh Rael, mereka dengan mudah menemukan lokasi core tersebut berada.


" Oh iya, ngomong-ngomong kenapa dirimu tidak memiliki core?"


Tanya Bima kepada Rael yang tengah membersihkan pisaunya dari darah.


" Hmm... Aku pun tidak tahu, alasannya mungkin karena diriku belum sepenuhnya berubah menjadi monster?"


" Sepertinya itu satu-satunya alasan yang cukup masuk akal."


Mereka semua pun kembali melanjutkan perjalanannya, Rael yang tanpa berpikir panjang tiba-tiba saja membuka pintu yang mengarah ke ruangan penyimpanan.

__ADS_1


Ruangan tersebut ternyata merupakan tempat sumber makanan disimpan, namun yang membuat Rael terkejut adalah didalam ruangan tersebut ternyata dipenuhi oleh kecoa yang sangat banyak.


Salah satu ketakutan yang dimiliki oleh Rael adalan kecoa, dan karena hal tersebut membuat dirinya menutup kembali pintunya dengan kencang.


Ia pun berlari dari tempat itu dan berusaha untuk menahan rasa jijik yang ingin membuatnya muntah, Bima yang khawatir pun menanyakan kondisi Rael kepadanya.


Bima pun penasaran dengan pintu yang dibuka oleh Rael, ia pun mendekati pintu tersebut dan berniat untuk membukanya.


Kemudian Rael menyuruh Bima untuk jangan membukanya dan melarangnya dengan keras.


" Ada apa dengan mu? Memangnya ada apa sih didalam sini?"


" Sudah kubilang jangan membukanya, jika kau membukanya maka aku akan memenggal mu saat ini juga!"


Bima yang mendengarnya pun mengikuti larangannya, karena jika Rael sudah bersikeras melarang orang untuk melakukan sesuatu maka hal tersebut merupakan sesuatu yang membuat Rael tidak nyaman.


Meskipun pak Sudiarto sedikit penasaran apa yang ada didalamnya, ia terpaksa melanjutkan perjalanannya dan menghilangkan rasa penasarannya itu.


" Wah... Aku merasa sedikit nostalgia saat pertama kali kita bertemu."


Ujar Bima yang tengah berjalan dengan tangan dibelakang kepalanya.


" Yah... Kau benar, aku sempat ingin mengusir kalian dari tokoku, namun saat kalian mengatakan ada monster dan mengeceknya di CCTV aku pun sekarang sudah bisa bertahan sejauh ini."


" Hahaha... Bapak benar, jika saja bapak tidak membiarkan kami berlindung, kita berdua sudah pasti akan mati saat itu juga."


Ujar Bima sembari mengenang kembali momen-momen waktu itu.


" Bukan hanya kalian saja, aku pun sudah dipastikan akan mati."


" Yah... Itu mungkin saja, bagaimana denganmu Rael?"


Tanya Bima kepada Rael yang tengah berjalan dibelakangnya.


" ... Sepertinya aku waktu itu sedang berada dalam sebuah mimpi."


" Mimpi? Apa yang kau impikan?"

__ADS_1


" Entahlah, tapi itu sesuatu yang cukup mengerikan."


Selama mereka berbincang-bincang, tak disangka-sangka mereka tengah berada didalam koridor yang dipenuhi oleh darah.


" Apa yang telah terjadi disini?"


Tanya Bima dengan nada keheranan.


" Sepertinya darah ini telah ada dalam waktu yang lama, bahkan darahnya sampai mengering."


" Lihat itu pak Sudiarto, darahnya mengarah kedalam ruangan yang ada didepan sana."


Mendengar pernyataan Aria, mereka semua memutuskan untuk mengecek kedalam dengan dipandu oleh pak Sudiarto.


" Ruangan didalam sana aman, aku akan masuk duluan."


Setelah pak Sudiarto masuk, giliran Rael dan teman-temannya yaang masuk kedalam sana.


Didalam ruangan tersebut terdapat sebuah mayat manusia dan buah kamera, dalam kamera tersebut masih memiliki sedikit baterai untuk menyalakannya sebentar.


Rael dan yang lainnya pun setuju untuk mengecek video yang ada dalam kamera tersebut, video tersebut ternyata sebuah video dokumenter yang berisi tentang dirinya dan teman sekelompok untuk terus bertahan hidup.


Namun sayang sekali video tersebut nampak memiliki kualitas yang buruk, sehingga dibeberapa adegan ada yang rusak dan suara yang dihasilkan pun kurang jelas.


" Cek satu dua... Sepertinya ini sudah cukup... Jaka... Kau se-... Apa sekara-...?"


Rael dan yang lainnya pun kaget saat orang itu mengatakan nama Jaka.


" Oh, se-sekarang aku sedang... dan tengah..."


" Da-dan bagai mana degan mu-...?"


" Hei jangan mengarahkan kamera itu pada ku-."


Durasi video tersebut pun berakhir, dan sayangnya baterai yang ada dalam kamera tersebut habis disaat yang tidak tepat.


Pak Sudiarto dan yang lainnya pun berinisiatif untuk menguburkan mayat tersebut di lapangan rumah sakit tersebut.

__ADS_1


>Bersambung...


__ADS_2