
...***...
Setelah Rael meregenerasi tubuh yang terluka, ia segera berlari dengan melewati ************ monster buta itu.
Pak Sudiarto yang berada di sisi sebaliknya, membantu Rael dengan cara menembakinya secara beruntun kearah kepala.
" Bima bantu aku menghambatnya, dan Aria bantu aku menyerang kepalanya karena core tersebut berada disana!" Ujar pak Sudiarto.
Bima yang mendengarkan isyarat pak Sudiarto segera menusukkan tombaknya kearah lutut sebelah kanan, akibat serangan tersebut membuat monster itu terhambat pergerakannya sehingga dapat memberikan Rael waktu untuk pergi ketempat yang aman.
Pak Sudiarto pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera menembakinya secara terus-menerus hingga membuat tengkorak monster tersebut terbuka.
Dari dalam kepalanya terdapat sebuah tentakel yang kemudian menyatukan kembali tengkorak kepalnya ke keadaan semula.
" Sial, jadi core itu bisa bergerak!" Kesal pak Sudiarto.
Disisi lain Rael sedang memulihkan tenaganya kembali dengan cara memakan makanan yang sangat banyak, karena saat ia meregenerasi dirinya akan memakan banyak sekali energi dan jika energinya habis bisa-bisa Rael akan kehilangan rasa kemanusiaannya.
Meskipun Rael merasa tidak nyaman menyerahkan segala masalahnya kepada yang lain, ia tak punya pilihan lain selain memulihkan kembali tenaganya.
" Heh, pantas saja persediaan makanan seperti cepat habis akhir-akhir ini, ternyata dia biang keroknya." Sinis Ranu kepada Rael.
" Sampai sekarang aku masih tidak bisa percaya dengan apa yang kulihat sekarang, tapi maafkan kami jika suatu saat kau diusir dari benteng." Ucap Citra dengan nada pelan.
__ADS_1
Setelah menghabiskan beberapa bar coklat dan telur rebus, energinya pun sudah kembali meskipun hanya sedikit saja.
" Pak, sekarang aku sudah bisa membantu." Ujar Rael.
Pak Sudiarto pun mengangguk kepalanya dan memerintahkan Rael untuk segera bersiap bertarung.
" Sekarang saatnya untuk mencoba hasil karyaku." Ucap Rael.
Rael pun segera mengeluarkan sebuah belati yang telah ia buat beberapa waktu yang lalu, belati tersebut memiliki bobot yang ringan karena terbuat dari titanium.
Meskipun ringan tapi titanium memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi, jika Rael memakai belati tersebut ditambah dengan kekuatan monsternya, itu akan sangat efektif dalam pertempuran jarak dekat.
Dengan segala hal yang Rael miliki, ia pun menggunakan seluruh sisa tenaganya untuk menyerang kepala dari monster buta itu.
Karena kepala itu berada diketinggian yang sulit dijangkau, Aria pun menembakkan sebuah anak panah yang diikatkan ke sebuah tali.
Rael pun segera mengubah tangan kanannya dan menusukkannya ke kepala monster tersebut, setelah berhasil meraih core yang dimiliki monster itu, tanpa segan-segan ia keluarkan dari kepalanya dan menghancurkannya dengan cara meremasnya hingga hancur.
Ranu yang melihatnya sontak terkejut, karena Rael yang memiliki tubuh kecil dapat mengalahkan monster itu dengan mudah.
Citra pun segera merekam adegan saat Rael mengubah bentuk tangannya, setelah dirasa sudah cukup dengan buktinya, Citra pun segera menyuruh Ranu untuk segera pergi dari tempat mereka berada dan kembali kebawah agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Setelah monster buta itu berhasil dikalahkan, udara pengap di seluruh ruangan mulai terasa agak mendingan dari sebelumnya.
__ADS_1
Bima pun mencoba untuk melepaskan topeng gasnya, setelah dibuka ternyata benar bahwa bau yang selama ini tercium sudah mulai menghilang.
Tak lama kemudian Citra dan Ranu tiba ke tempat Rael dan teman-temannya berada.
" Dari mana saja kalian?" Tanya pak Sudiarto.
" Hah... Kami baru saja tersesat, dan beberapa saat yang lalu aku mendengar suara bising ditempat ini, jadi aku dan Ranu segera bergegas pergi ketempat ini." Jawab Citra.
Meskipun cukup mencurigakan, tapi pak Sudiarto hanya bisa diam dan berpura-pura percaya atas perkataan Citra, karena tidak ada bukti pasti bahwa mereka berdua melakukan sesuatu yang mencurigakan.
Karena udara sudah mulai mendingan, mereka berenam pun kembali melanjutkan penjelajahannya didalam gedung tersebut.
Citra pun memberikan sebuah isyarat kepada Ranu bahwa file video yang mereka rekam sudah tersimpan dengan aman.
Setelah penjelajahan yang cukup memakan waktu tersebut, mereka dan tim yang lainnya segera meninggalkan tempat istirahat sementara itu, karena mereka semua harus melaporkan keadaan gedung yang mereka masuki kepada Santika.
Rael, Bima dan yang lainnya pun segera membereskan tenda kedalam kereta kuda pengangkut barang, setelah semua barang berhasil dibereskan, perjalanan pulang pun segera dimulai.
Rael pun merasa agak cemas saat memasuki kereta kuda tersebut, karena ia sudah mengalami sedikit trauma akibat guncangan yang parah itu.
Dengan terpaksa, Rael masuk kedalam kereta tersebut bersama Bima, Aria, Citra dan Ranu.
Saat dipertengahan jalan, Citra sempat menanyakan perihal tangan kanan Rael yang terluka saat bersama Dhafi.
__ADS_1
Rael hanya bisa meresponnya dengan mengatakan bahwa tangannya sudah agak mendingan.
>Bersambung...