Host Infection

Host Infection
Bab 38 Topeng gas


__ADS_3

...***...


Waktu berlalu, Rael yang sedari tadi kelelahan akhirnya sudah merasa baikan sesudah beristirahat dengan cukup.


Karena Rael sudah bisa ikut rapat strategi, pak Sudiarto pun memulai rapat tersebut setelah semua senjata disiapkan.


Strategi yang dibuat pak Sudiarto sangatlah sulit, karena tingkat keberhasilannya terdapat pada Rael yang tidak memiliki indra penciuman.


Tugas yang harus dilakukan oleh Rael adalah masuk kedalam gedung tersebut, dan mencari sebuah toko yang menyediakan topeng gas.


Setelah Rael mendapatkannya, ia harus segera kembali dan membawanya keluar agar dapat dipakai oleh orang-orang.


Rael pun paham dengan tugasnya itu, lalu ia pun diberikan sebuah kamera yang terhubung dengan laptop agar semua kondisi didalam gedung dapat tercatat.


" Apa kau sudah siap Rael?" Tanya pak Sudiarto.


" Ya, aku sudah sangat siap."


Rael pun masuk kedalam sembari menyalakan kamera yang ia pasang di dahinya, orang-orang yang berada diluar gedung pun melihat keadaan Rael dari laptop.


Karena didalam gedung tersebut gelap gulita, Rael diperintahkan untuk menyalakan mode night vision agar pak Sudiarto dan yang lainnya dapat melihat dengan jelas.


Rael terus berjalan di koridor yang sepi itu dengan penglihatan yang terbatas, tanpa Rael sadari dirinya telah sampai di sebuah tempat yang cukup luas.


Saat Rael hendak berjalan ke depan, dirinya merasakan sesuatu yang sangat mengerikan di sisi kirinya.

__ADS_1


Suara hembusan nafas yang berat terdengar jelas oleh Rael dan orang-orang yang menonton dibalik layar, hal yang bisa Rael lakukan hanyalah diam mematung sebisa mungkin untuk tidak bergerak.


Monster yang disana pun berjalan melewati Rael seperti tidak terjadi apa-apa, saat Rael melihatnya ternyata monster tersebut tidak memiliki bola mata diwajahnya.


Ia bergerak kearah bagian depan Rael dengan berjalan secara perlahan, terlihat monster tersebut sedang fokus untuk mendengarkan setiap suara yang ada.


Saat monster itu sedikit menjauhi Rael, terlihat dari kulit monster tersebut ada sebuah lubang yang mengeluarkan sebuah angin dari dalam.


" Apa yang dilakukan oleh monster itu?" Tanya Aria.


" Mungkin saja asal dari bau yang tidak sedap dari dalam gedung ini berasal dari monster itu, kita tidak bisa memastikannya dengan benar karena Rael tidak akan bisa mencium baunya." Jawab Bima.


" ... Itu masuk akal juga, gak kebayang bagaimana baunya jika aku berada diposisi Rael." Ujar Aria.


" Ya kau benar, untung saja ada dirinya disini, jika kita masuk kesana secara beramai-ramai, akan berakibat fatal jika kita bertemu dengan monster itu secara langung." Ucap pak Sudiarto.


Dengan perlahan-lahan, Rael menjauhi monster itu dengan sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Karena Rael merasa berjalan dengan sepatu akan mengeluarkan suara, tak ada pilihan lain dirinya harus melanjutkan tugasnya dengan menyeret badannya dengan posisi duduk dilantai.


Beberapa meter pun telah ia lewati, tanpa diduga-duga dirinya telah melewati seperempat jalan dari arah pintu masuk.


Rael pun merasa bokongnya kesakitan karena terus-terusan menyeret badannya sangat lama, saat dirinya melihat-lihat kearah sekeliling, dirinya menemukan busa untuk mencuci piring terpajang di etalase dalam sebuah toko serba ada.


Ia pun mendapatkan sebuah ide dan segera mengarahkan dirinya kearah toko serba ada tersebut, orang yang melihatnya dari luar pun terheran-heran karena Rael secara tiba-tiba mengubah arahnya.

__ADS_1


Setelah dirinya sampai didalam toko tersebut, dirinya pun lantas mengambil busa tersebut dan mengikatkannya ke sepatu, dengan begitu suara langkah kakinya pun sudah terminimalisir.


" Hah... Jika saja aku bisa melihat dalam gelap." Gumam Rael dengan pelan.


Tak lama kemudian dirinya tersadar akan sesuatu, karena dirinya bisa memanfaatkan mata kanannya agar dapat melihat mahluk hidup dari dalam kegelapan.


Rael pun berdiam diri di dalam toko tersebut untuk memfokuskan mata kanannya agar dapat berubah menjadi mata monster.


" Apa yang dilakukan oleh nya, apakah videonya mengalami gangguan?" Tanya salah seorang.


" Itu tidak mungkin, lihatlah jarinya dari tadi bergetar karena rasa takut, sepertinya dirinya sedang menenangkan pikirannya agar tidak takut." Jawab salah seorang disana.


Mata kanannya pun telah berubah, kini Rael dapat melihat seluruh mahluk hidup didalam gedung ini dengan jelas.


Karena itulah Rael dapat melanjutkan tugasnya dengan aman tanpa bertemu monster satupun, Rael pun mengecek ke seluruh toko untuk mencari topeng gas.


Saat dirinya mengecek disalah satu tokok, akhirnya Rael mendapatkan topeng tersebut dan bergegas untuk membawanya keluar.


Dengan hati-hati, Rael berjalan kembali kearah pintu masuk dan bersembunyi di balik pilar-pilar yang menutupinya dari penglihatan monster-monster.


Saat Rael hampir tiba di pintu masuk, tiba-tiba saja videonya mati dengan sendirinya.


Pak Sudiarto yang melihatnya pun seketika panik takut terjadi hal-hal yang tidak mengenakan menimpa Rael, orang-orang pun melihat kearah pintu masuk gedung dengan wajah yang sedikit panik.


Terdengar suara langkah kaki dari arah sana, beberapa orang pun mulai menyiapkan senjata takut seekor monster yang keluar dari pintu tersebut.

__ADS_1


Namun rasa khawatir orang-orang pun mulai mereda karena suara tersebut berasal dari Rael yang berhasil keluar dengan membawa beberapa buah topeng gas.


>Bersambung...


__ADS_2