Host Infection

Host Infection
Bab 63 Pesan


__ADS_3

...***...


Hari yang cerah seperti biasanya, orang-orang mengerjakan pekerjaannya masing-masing dan sekarang di benteng Orion sedang diadakannya sebuah pasar dengan sistem barter.


Hal ini masih baru direncanakan oleh Santika, ia berencana untuk mengadakan sistem jual beli dengan barter, karena menurut Santika jika orang-orang terus bekerja tanpa diberi imbalan akan timbul rasa ketidakadilan.


Santika awalnya ingin menggunakan uang koin untuk bertransaksi, namun hal tersebut akan sangat sulit karena mereka harus mencarinya di daerah perkotaan.


Oleh karena itu Santika mencoba mengumpulkan uang koin sebanyak-banyaknya untuk dijadikan alat transaksi dimasa depan, Santika tidak mau menggunakan uang kertas seperti biasa karena uang dengan berbahan kertas akan cepat rusak dibandingkan dengan koin.


Meskipun hal tersebut cukup sulit untuk dilaksanakan, Santika sudah meresmikan bahwa Orion akan menggunakan uang koin sebagai alat transaksi.


Karena kebijakan tersebut, orang-orang terpaksa membiasakan diri untuk menggunakan uang koin sebagai alat transaksi, karena yang awalnya selalu menggunakan ribuan rupiah sekarang mereka harus bertransaksi menggunakan ratusan rupiah.


Dengan kebijakan tersebut, Pramono dan pak Sudiarto harus pergi ke bank terdekat untuk mengambil sejumlah uang koin ratusan rupiah. Mereka juga tak lupa untuk mengambil uang koin limapuluh rupiah dengan sangat banyak, karena kebanyakan orang-orang tidak dapat menemukan uang koin tersebut.


Sekarang uang koin seribu rupiah akan setara dengan uang sepuluh ribu rupiah, dan koin terkecil yaitu limapuluh rupiah akan setara dengan uang lima ratus rupiah.


Meskipun masih dalam tahap membiasakan diri, namun orang-orang sudah mulai paham dengan tujuan diberlakukannya kebijakan tersebut.


Sekarang orang-orang akan memakai sistem barter dan uang koin untuk bertransaksi dalam berdagang, hal tersebut membuat orang-orang akan merasa lebih adil dengan jumlah makanan yang ada.


Saat ini orang-orang sudah bisa menyimpan makanannya didalam ruangannya sendiri tanpa harus berbagi dengan orang lain, bukan hanya itu saja sekarang orang-orang yang memiliki bakat dalam kerajinan tangan bisa mendapatkan penghasilan dengan karyanya.


Rael yang telah membuat beberapa barang di kamarnya itu memanfaatkan hal tersebut untuk menjual beberapa barangnya dan mendapatkan penghasilan darinya.


" Hah... Ini cukup membosankan, dari tadi orang-orang tidak ada yang kesini satupun."


" Eh yang benar, tak ada satupun orang yang datang kemari?"

__ADS_1


" Oh Bima, begitulah lah sekarang aku memutuskan untuk menutup tokoku."


" Begitu yah..."


" Sepertinya orang-orang masih engan mendekat kepadaku."


" Sepertinya begitu, akan sulit untuk merubah pemikiran orang-orang dengan sekejap."


Disaat mereka tengah membereskan barang-barang Rael, Aria datang dan menyuruh Rael dan Bima untuk pergi menemui Santika.


" Rael, Bima, kita disuruh ketempat Santika sesegera mungkin!"


" Iya-iya tunggu sebentar!"


" Ah Aria, bisakah kau membantu kami membereskan ini?"


Setelah membereskan semua barang-barangnya, mereka pun datang ketempat Santika yang telah ada beberapa orang yang berkumpul juga.


" Ada apa ini kak?"


" Sebenarnya saat ini kami telah menemukan laboratorium yang dipakai oleh Jaka ditempat lain, tapi aku curiga dengan tempat itu."


" Memangnya apa yang membuatnya curiga?"


Tanya Bima kepada Santika.


" Itu karena kita terlalu mudah menemukan tempat itu, seolah-olah dia sengaja memberikan petunjuk agar kita kesana."


" Apakah kakak menemukan sesuatu saat disana?"

__ADS_1


" Iya, kami menemukan sebuah surat yang tertuju kepadamu Rael."


Rael pun heran kenapa Jaka mengiriminya surat.


Didalam surat tersebut terdapat sebuah pesan singkat dalam secarik kertas.


Halo teman lama, apa kau masih mengingat ku? Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana kalau kita mengadakan reuni dan mengobrol soal masa lalu? Hahaha aku bercanda, kau pasti tidak akan menemui ku apapun yang terjadi kan? Jadi ku ucapkan selamat karena sudah melewati batas manusia, dan tunggulah kejutan yang akan aku berikan kepadamu.


" Apa yang ia katakan?"


Tanya Santika karena khawatir kepada Rael.


" Dia... Mengucapkan selamat kepadaku?"


" Coba aku lihat."


Santika membaca seluruh isi dari surat tersebut, namun ia heran karena dirinya tidak mengenal teman Rael yang bernama Jaka.


" Jaka... Siapa dia? Aku belum pernah mendengar temanmu yang bernama Jaka."


" Aku belum memastikan bahwa dia orang yang kukenal atau bukan, tapi ada satu orang yang bernama Jaka yang kukenal selama ini."


Kemudian Rael menceritakan bagaimana dirinya berteman dengan Jaka dan bagaimana kepribadiannya saat itu.


Santika cukup terkejut karena kepribadian yang Rael katakan berbanding terbalik dengan apa yang ditunjukkan dalam surat tersebut.


" Aku juga heran, kenapa dia seolah-olah seperti orang lain." Ucap Rael.


Meskipun Santika merasakan keanehan, tapi dirinya sudah mulai memahami sedikit apa yang dituju oleh Jaka.

__ADS_1


Santika berasumsi bahwa Jaka sekarang mengincar Rael untuk merebut sesuatu darinya yang membuat dia sangat terobsesi.


>Bersambung...


__ADS_2