
...***...
Sebelum outbreak terjadi, Klana menjalani hari-hari yang normal seperti seorang gadis pada umumnya.
" Hei Klana apa ini cocok dengan ku?"
Ucap Sarah yang sedang memakai sebuah penjepit rambut.
" Hmm... Warna itu terlalu mencolok, bagaimana dengan warna yang itu saja."
Dalam kegiatan sehari-hari Klana terbilang memiliki hidup yang sederhana, apalagi karena ia tinggal disebuah desa yang cukup jauh dari pusat kota.
" Hah... Semoga saja kita bisa pergi ke kota secepatnya."
Ujar Sarah sembari melihat pemandangan kota dari atas pohon yang tinggi.
" Memangnya apa yang ingin kau lakukan ditempat itu?"
" Hmm... Mungkin berbelanja, dan mendapatkan pacar yang keren?"
" Kau ingin kesana dengan impian konyol mu itu, memangnya kau punya cukup uang untuk berbelanja disana?"
" Hahaha kau benar juga, tapi yang penting selama kita mempunyai impian maka kita akan menikmati hidup walaupun itu sederhana."
Klana yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dari bawah pohon dengan ditemani matahari tenggelam yang indah.
" Lihat itu Klana, pemandangannya indah sekali~."
Momen tersebut tidak akan bisa Klana lupakan seumur hidupnya dan ia pun berdoa untuk terus menjadi sahabat seumur hidup.
Akan tetapi hal tersebut harus sirna akibat outbreak yang terjadi beberapa bulan setelahnya.
Semua desa telah dihancurkan oleh monster-monster yang ganas, Klana dan Sarah hanya bisa bersembunyi disebuah toko yang selalu mereka kunjungi ketika ada waktu.
Dengan ketakutan yang luar biasa membuat kedua kaki mereka bergetar hingga tak sanggup untuk berdiri dengan normal.
__ADS_1
Dibalik pintu yang terkunci Klana dan Sarah waspada dengan setiap suara yang terdengar.
Karena merasa tempat itu tidak cukup aman, Klana mengusulkan untuk segera pergi dari toko itu dan pergi ketempat yang aman.
Melawan rasa takut, Klana menuntun Sarah untuk mengikutinya mencari tempat berlindung yang layak.
Namun salah satu monster menyerang mereka dengan ekornya yang panjang, saat ekor tersebut ingin mengenai Klana, Sarah pun mendorong Klana dan melindunginya dari serangan ekor monster itu.
Ekor tersebut pun menusuk bahu kanan Sarah, darah pun berceceran ketanah dengan suara erangan Sarah yang sedang kesakitan.
Klana pun mengambil sebuah barang dan kemudian ia lemparkan kearah monster itu tepat di kepalanya.
Akibat serangan tersebut membuat Klana dan Sarah berhasil melarikan diri dan bersembunyi disebuah rumah.
" ... Sepertinya kita aman disini, bagaimana dengan lukamu?"
" Agh... Ini sakit sekali, dan aku merasa tidak enak badan...."
Klana yang khawatir itu pun segera mencari kotak P3K yang berada disebuah kamar.
Namun saat Klana kembali, dirinya tiba-tiba diserang oleh Sarah yang bringas seperti zombie.
" Hei Sarah ada apa dengan mu?!"
Teriak Klana sembari menahan gigitan Sarah dengan sebuah buku.
Setelah beberapa waktu berlalu, Klana terpaksa mengikat tubuh Sarah disebuah kursi agar dia tidak menggigitnya.
Klana tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya, fakta bahwa dirinya telah kehilangan sahabat satu-satunya membuatnya kehilangan motivasi untuk menjalani hidup.
Setelah beberapa hari bertahan dengan Sarah yang dikurung disebuah ruangan, membuat dirinya semakin depresi dan berniat untuk mengakhiri hidupnya.
Saat dirinya hendak menjatuhkan diri dari atas ketinggian, tiba-tiba saja dirinya mendengar suara seorang pria yang menanyakannya alasan Klana terus menjalani hidup.
Klana pun kaget karena tiba-tiba saja ada seorang pria yang muncul begitu saja ditempat yang cukup terpencil.
__ADS_1
" Siapa kau, dan apa yang kau inginkan dariku!?"
Tegas Klana sembari menodongkan sebuah pisau kearah pria itu.
" Oi oi, tenanglah sedikit, kau bisa menyebutku Jaka, dan aku kemari karena sebuah alasan."
" Aku tidak peduli dengan urusan orang lain, sebaiknya kau segera pergi dari tempat ini."
" Tenanglah, aku mungkin dapat membantumu untuk mengembalikan sahabatmu itu."
" Tunggu... Dari mana kau tahu tentangnya?!"
" Kau tidak perlu tahu alasan aku dapat mengetahuinya, kau pasti ingin sahabatmu itu kembali seperti sedia kala kan?"
" ... Apa kau bisa mengembalikannya kembali normal?"
" Untuk sekarang aku belum bisa, tapi yang pasti aku dapat membuatkan sebuah serum yang mengembalikannya ke keadaan normal bila semua bahan dan uji coba ku berhasil dengan sempurna, jadi apa kau ingin ikut denganku dan membuatnya normal kembali?"
Meskipun tawaran yang ditawarkan oleh Jaka itu mencurigakan, tapi Klana terpaksa menerimanya agar Sarah bisa kembali dan memulai semuanya dari awal lagi.
Setelah menerima tawaran Jaka, Klana beserta dengannya masuk kesebuah penjara yang telah hancur dan terdapat noda darah dimana-mana.
Tempat itu pun cukup bau karena mayat-mayat yang tergeletak begitu saja disepanjang jalan dengan bau busuk pada mayat tersebut.
Para tahanan yang terjebak didalam sel tersebut nampak ketakutan karena penyerangan yang dilakukan oleh para monster.
Jaka pun seenaknya membuka semua sel penjara dan membebaskan para tahanan untuk segera berkumpul di tanah lapang yang luas.
Meskipun beberapa orang telah takut untuk pergi keluar, tapi mereka semua terpaksa untuk keluar karena merasa Jaka dapat menyelamatkan mereka semua.
Dengan gagah, Jaka pun menaiki sebuah meja dan mulai mengatakan sebuah ajakan kepada para tahanan yang ada disana.
Entah mungkin mereka sedang berputus asa, seluruh tahanan yang ada disana setuju dan mengikuti Jaka saat itu juga.
>Bersambung...
__ADS_1