
...***...
Mereka berenam berpencar melalui jalan yang berbeda bersama dengan pasangannya masing-masing, ketiga jalan yang akan mereka lalui sangatlah sulit dikarenakan cahaya didalam gedung tersebut cukup minim sehingga untuk melihat saja cukup sulit.
Rael yang bersama dengan pak Sudiarto tersebut menanyakan tujuan mereka kedalam gedung ini.
" Aku ingin menanyakan sesuatu karena dari tadi selalu berbaring didalam tenda, sebenarnya kita kemari untuk apa sih?"
" Sebelumnya Santika memberikan sebuah perintah untuk menemukan tempat yang menyediakan sebuah panel surya, karena menurutnya panel surya akan menjadi sumber daya listrik yang bagus dibanding memakai kincir air."
" Jadi begitu, kakak mendengarkan saran ku dengan baik."
" Ouh, jadi ide ini saran mu?"
" Begitulah, tapi jika kita ingin mengambil alat itu, sepertinya kita harus mengatasi masalah utamanya terlebih dahulu."
" Ya kau benar, kita harus mencari monster yang membuat seisi ruangan ini bau."
Langkah demi langkah, ruangan demi ruangan, seluruh sisi koridor telah mereka berdua jelajahi, Rael sampai kelelahan karena monster yang mereka incar tidak menampakkan batang hidungnya sedikitpun.
Pak Sudiarto cuma bisa membantu Rael untuk terus berjuang, dan sesekali beristirahat karena Rael cepat sekali kehabisan tenaga.
Ketika Rael sedang minum, ia mendengar suara langkah kaki yang mendekati mereka berdua, nampaknya suara tersebut berasal dari sesuatu yang lebih dari satu orang.
Rael dan pak Sudiarto pun menodongkan senjatanya masing-masing kearah asal dari suara tersebut, suara tersebut semakin mendekati mereka.
Ternyata asal suara tersebut berasal dari Bima dan Aria yang baru saja sampai ditempat Rael, mereka berdua terkejut karena pak Sudiarto dan Rael yang mengarahkan senjatanya kepada Bima.
__ADS_1
Rael dan pak Sudiarto pun bisa bernafas lega, karena mereka pikir ada monster yang akan menyerang saat itu.
" Jadi kita sia-sia dong membagi kelompok menjadi tiga, dan ngomong-ngomong dimana Ranu dan Citra?" Tanya Rael.
" Kami pun tak tau mereka ada dimana, tapi syukurlah kita berempat bisa bertemu dengan selamat disini." Jawab Aria.
Sementara itu disisi lain, Ranu dan Citra sedang berada ditempat yang cukup asing, dan jauh dari tempat Rael berada.
" Sekarang apa yang akan kita lakukan?" Tanya Ranu kepada Citra.
" Kita harus bersembunyi dan merekam segala pergerakan Rael disini." Jawab Citra.
" Kenapa kita harus merekamnya, alih-alih membunuhnya disini.
" Aku juga tidak tau, tapi menurut Dhafi kita bisa mendapatkan sesuatu yang dapat menjatuhkan Rael dan Santika."
" Tunggu, kau masih bisa berkomunikasi dengan Dhafi?"
" Jika kau bersedia membantunya, dia pasti sudah menawarkan sesuatu yang dapat menguntungkan mu kan?"
" Kau benar, jika aku dapat video yang cukup bagus, maka Dhafi akan mengirimkan seseorang yang dapat membantu kita untuk keluar dari benteng pertahanan yang menyebalkan ini."
" Jadi Dhafi menemukan sebuah tempat yang lebih baik dari tempat kita saat ini?"
" Tepat sekali, menurut surat yang ia kirimkan sebelumnya, tempat tersebut memiliki ruangan yang banyak dan luas, bahkan disana banyak sekali persediaan makanan yang bisa kita makan sepuasnya."
" Apa kau serius?"
__ADS_1
" Kalau kau tidak percaya maka lihat saja foto ini." Ujar Citra sembari menyodorkan sebuah foto dari tangan kanannya.
Setelah melihatnya Ranu pun setuju untuk membantu Citra dalam mengerjakan tugasnya, dengan syarat dirinya akan ikut bersamanya ke tempat yang ditawarkan Dhafi.
Waktu pun telah berlalu, Citra dan Ranu berhasil sampai di lantai dua yang langsung mengarah ke tempat Rael dan kawan-kawannya berada.
Citra dan Ranu pun segera mempersiapkan kameranya untuk terus menyala dan mengarahkannya kearah Rael.
Rael dan yang lainnya terus mengobrol tentang strategi yang akan mereka jalankan, dan tanpa mereka sadari percakapan tersebut telah direkam oleh Citra di lantai atas.
Suara gesekan benda keras terdengar di sepanjang koridor, di arah kanan kelompok Rael terlihat seekor monster buta yang sebelumnya ditemui.
Mereka berempat berusaha untuk tidak mengeluarkan sebuah suara, dan bergerak secara hati-hati.
Melihat itu, Ranu tiba-tiba saja menjatuhkan sebuah benda didekat tempat Rael berada.
Mendengar suara tersebut, monster itupun terpancing dan segera berlari menuju ke arah Rael.
Tak punya pilihan lain, Rael pun segera pergi kearah sisi kiri untuk menghindari monster itu.
Namun ternyata saat Rael berlari, monster buta itu mendengarnya dan segera menyerang Rael dengan tangan kirinya yang membuat Rael tersungkur, karena serangan tersebut membuat tangan kanan Rael terluka akibat cakar monster itu yang sangat tajam.
Rael pun segera menjauhinya dengan terus berlari, monster itupun segera mengejarnya namun berhasil terhentikan oleh Bima dan yang lainnya dengan cara membuat suara gaduh disekitarnya.
Dengan momen tersebut, Rael segera berlindung disebuah tempat agar dirinya dapat menyembuhkan lukanya itu.
Namun tanpa dirinya sadari, segala kegiatannya telah direkam oleh Citra termasuk saat luka Rael sebuh dengan cepat.
__ADS_1
Melihat fenomena tersebut, membuat Ranu dan Citra kaget karena hanya seekor monster lah yang dapat meregenerasi tubuhnya dengan cepat.
>Bersambung...