I Love You, Ibu Guru

I Love You, Ibu Guru
Part 28


__ADS_3

Alex dan Rohman Bagaskara setuju untuk menjodohkan anak-anak mereka, yaitu Shofie dan Dito. Alex tidak mengatakan jika anaknya, Shofie, sudah menikah. Dalam pikiran Alex hanya bagaimana cara memisahkan Shofie dengan Raka.


"Baiklah, kalau begitu kita atur waktu agar mereka berdua bisa hadir secara bersama. Saya sudah tidak sabar memiliki menantu seperti Nak Shofie," ucap Rohman sebelum meninggalkan tempat itu.


"Semoga kita bisa melihat mereka di pelaminan, Pak Rohman," sahut Alex.


Mereka lalu bersalaman dan saling memeluk baru berpisah.


Di tempat yang tidak jauh dari tempat Alex bertemu dengan Rohman, Raka sedang sibuk membantu mengemas makanan yang akan diantar ke konsumen. Beberapa hari ini pesanan konsumen membludak, padahal hari sudah mulai malam.


"Ka, apa tidak sebaiknya kita tambah personil? Kalau kek gini terus kasihan karyawan kamu, kerja nggak ada istirahatnya," tanya Shofie yang kebetulan ikut membantu mengemas makanan.


"Aku sudah buat pengumuman lowongan kerja, sampai sekarang belum ada yang memasukkan lamaran. Apa gajinya terlalu kecil ya?"


"Tidak juga, Pak Bos. Saya dulu kerja di restoran ternama gajinya juga sama di sini. Sebenarnya bukan karena gaji, mungkin mereka belum tahu saja. Nanti kalau sudah banyak yang tahu, Pak Bos sendiri yang kelabakan menolak mereka," sahut Maya yang kebetulan mendengar pertanyaan Raka tadi.


Raka mengangguk mendengar penjelasan dari Maya. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Maya. Dia harus tetap berpikiran positif agar apa yang terjadi nantinya juga baik.


"Pak RT, bagaimana perkembangan cabang di daerah sebelah?" tanya Raka pada Pak RT selaku orang kepercayaannya.

__ADS_1


"Kafe cabang sudah beroperasi sejak seminggu yang lalu. Lumayan rame juga. Hanya saja yang cabang Jogja belum beroperasi, masih tahap renovasi bangunan," jelas Pak RT.


"Kenapa lambat sekali prosesnya?"


"Susah cari tempat yang strategis tapi murah, Ka. Kamu kira gampang cari lokasi yang sesuai dengan keinginan kita?"


"Hanya bangunan saja 'kan belum kelar? Kira-kira butuh berapa hari lagi menyelesaikan renovasinya?" tanya Raka bertubi-tubi.


"Iya, hanya bangunan saja yang belum selesai di lukis. Kalau semua sih sudah beres, dari pekerja hingga bahan baku, semua sudah didapat. Kelar melukis sudah bisa langsung beroperasi." Pak RT kembali menjelaskan rincian pekerjaan yang dipegangnya.


"Kalau menurut aku, buka aja sih. Nanti bagian ruangan yang masih dilukis ditutup dulu. Bukannya lebih cepat beroperasi itu lebih baik?" Shofie memberi saran.


Raka manggut-manggut mendengar setiap ucapan orang-orang di sekitarnya. Dia mulai berpikir untuk mengambil keputusan yang tepat agar usahanya berjalan lancar.


"Hah? Yang betul saja manggil bini Miss. Terus dia manggil Lo Mister , begitu?" potong Anto yang kebetulan melintas membawa box makanan yang sudah masuk ke dalam kotak, siap diantar.


"Lo lelet banget sih, To! sedari tadi belum jalan juga. Nanti yang ada kita kena komplain lagi gegara telat kirim pesanan," tegur Pak RT langsung.


Raka langsung menengahi mereka yang salah paham. Diusirnya Anto, agar suasana kembali tenang.

__ADS_1


"Sudah, Lo pergi aja sana antar pesanan konsumen! Gue mau manggil apa sama bini gue itu bukan urusan lo!"


Anto pun berlalu meninggalkan ruangan itu. Raka langsung memutar tubuhnya menghadap ke arah Pak RT.


"Pak RT hari ini sudah cek mereka yang di Jogja, pengerjaan kafe sudah berapa persen? Biar kita siapkan acara pembukaannya segera. Kita ikuti saran dari Miss Shofie," tanya Raka pada Pak RT yang menangani kafe secara menyeluruh.


Tanpa disuruh untuk kedua kalinya, Pak RT pun menghubungi temannya yang dipercaya memegang cabang Jogja.


Usai mendapatkan informasi sudah berapa persen persiapan mereka yang di cabang Jogja, Pak RT pun menjelaskannya pada Alex.


"Kata Johan, besok semuanya beres. Tinggal nunggu acara pembukaan, kapan rilis saja, Ka. Jadi, kapan kita buka kafe cabang Jogja?" lapor Pak RT yang diakhiri pertanyaan.


Raka melihat ke arah Shofie yang kembali sibuk dengan makanan yang akan dikemas.


"Sayang, kalau kita ke Jogja besok pagi, bagaimana? Acara grand opening kafe kita lakukan lusa saja. Semakin cepat dibuka, semakin besar peluang untuk mendapatkan pelanggan," tanya Raka pada Shofie


*


*

__ADS_1


*


Maaf sedikit lagi, othor lagi kurang enak body karena repot RL🙏


__ADS_2