I Love You, Ibu Guru

I Love You, Ibu Guru
Part 58


__ADS_3

Ary berlari menuju kamar ayah angkatnya, meninggalkan Alex yang masih bersimpuh, begitu saja. Wanita paruh baya itu sangat khawatir dengan keadaan sang ayah angkat. Tadi saat diperiksa denyut jantungnya sangat lemah sehingga mengingatkan dia pada mantan suami yang telah lama menghadap Tuhan.


"Siapkan mobil, kita bawa Papa ke rumah sakit sekarang!" perintah Ary setelah memeriksa kembali keadaan Pak Chandra.


Dengan sigap Raka membawa sang kakek menuju mobil tanpa bantuan siapapun. Hal ini malah membuat Ary semakin khawatir takut terjatuh. Namun, kekhawatiran Ary tidak terbukti karena sepertinya sang menantu seperti mendapatkan kekuatan super saat membopong sang kakek.


Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai ke rumah sakit. Rumah sakit milik Pak Chandra memang berada di lingkungan tempat tinggalnya sehingga lebih memudahkan di saat seperti ini. (Cerita berdirinya rumah sakit di novel judul "Cinta Sendiri").


Pak Chandra langsung mendapatkan penanganan dari dokter jaga dan dokter yang biasa menanganinya selama ini. Para dokter yang menangani pemilik rumah sakit itu merupakan dokter terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit itu.


"Bapak ingin bertemu dengan Dokter Ary dan suaminya, bisa ikut dengan saya?"


Ary dan Alex segera masuk ke ruangan di mana Pak Chandra dirawat. Keduanya sangat heran kenapa hanya mereka berdua yang dicari, bukan istri atau anak kandungnya.

__ADS_1


"Ary... Nak Alex... kalian sudah tua, sudah memiliki cucu. Jangan memberi contoh yang jelek pada anak cucumu! Turunkan ego kalian agar rumah tangga tetap damai," nasehat Pak Chandra mengalir begitu saja setelah kedua orang yang tak lagi muda itu datang di sampingnya.


Pak Chandra terdiam menjeda ucapannya untuk kembali mengumpulkan tenaga guna memberikan nasehat terakhirnya.


"Aku tahu, kesalahan Nak Alex sudah tidak termaafkan lagi. Tapi apakah tidak ada lagi pintu maaf itu? Allah saja memaafkan kenapa umatnya tidak mau?"


"Untuk Nak Alex, sampai kapan kamu akan hidup seperti ini? Berkubang dalam salah dan dosa yang sama? Harta kamu itu tidak seberapa dibanding harta yang diberikan anakku untuk Ary, tetapi dia tidak pernah sekalipun menyakiti perasaan Ary," ucap Pak Chandra pada Alex.


"Apa kamu bisa tobat? Benar-benar tobat secara sepenuhnya, total dari hati dan pikiran. Kalau bisa, aku sendiri yang akan menjadi saksi pernikahan kali ini. Jika tidak, pergilah sejauh mungkin dari anak dan cucu-cucuku!"


Tak lama setelah memberi nasehat pada Ary dan Alex, Pak Chandra tiba-tiba tak sadarkan diri. Dokter kembali memeriksa tuan takur itu, hasilnya menyatakan bahwa Pak Chandra dalam keadaan kritis sehingga mengalami koma.


Mama Hotma yang sejak tadi diam, menahan diri agar tidak ikut campur masalah rumah tangga anak angkatnya pun, akhirnya turun tangan. Hal ini dikarenakan masalah mereka sangat berpengaruh ada kesehatan sang suami.

__ADS_1


"Kalian sudah tua, sudah bau tanah, seharusnya bisa berpikir jernih dalam menghadapi masalah. Bukan malah menambah ruwet masalah dengan ikut menyeret orang tua memikirkan masalah kalian!" tegur Mama Hotma dengan ketus.


Ary pun meminta maaf pada Mama Hotma karena masalah rumah tangganya telah mempengaruhi kesehatan sang ayah angkat. Tidak seharusnya dia membahas masalah rumah tangganya di rumah mantan mertua yang sedang sakit. Seharusnya dia bisa menahan diri untuk tidak emosi menghadapi sang suami yang sebenarnya sudah mantan menurutnya.


Tak jauh berbeda dengan Ary, Alex juga meminta maaf. Dia merasa sangat bersalah karena sikap yang diambilnya telah membuat kesehatan Pak Chandra semakin menurun.


"Apa keputusan kalian setelah melihat keadaan Papa yang kritis?" tanya Mama Hotma dengan tatapan menghunus.


*


*


*

__ADS_1


Maaf baru bisa up 🙏 othor benar-benar dalam keadaan tidak fit, baru bisa beraktivitas setelah Maghrib 🙏🙏🙏


__ADS_2