
Shofie mempercepat langkah kakinya untuk menghindari Ditto. Dia baru saja melihat Ditto menunggu dirinya di area parkir. Shofie langsung berbelok agar tidak bertemu Ditto, bahkan dia berlari kecil hanya untuk menghindar.
Saat di lorong kelas, Shofie tidak sengaja menabrak seseorang. Badan Shofie gemetaran karena takut, takut bertemu dengan Ditto. Ditto sudah berulang kali mencegat langkah kakinya, sehingga membuat Shofie selalu was-was.
"Shofie, kita harus bicara. Ada hal penting yang harus aku sampaikan," ucap Ditto yang tiba-tiba saja memegang lengan Shofie.
Mata Shofie menatap Ditto nyalang, seraya menghempaskan tangan Ditto yang memegang lengannya.
"Lepas! Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita," pinta Shofie dengan suara tegas.
Ditto melepaskan tangan dan menggelengkan kepala, tidak tahu harus dengan cara apa dia bisa mendapatkan maaf Shofie.
"Ada. Ada hal yang harus kita bicarakan karena ini menyangkut keluarga kita."
"Nanti malam ayahmu memintaku untuk mengajakmu ke restoran, untuk membicarakan hari pertunangan dan pernikahan kita nanti," ungkap Ditto yang membuat Shofie tercengang dan membuatnya terhuyung ke belakang.
Untung saja, saat ini di belakang Shofie adalah dinding kelas. Jadi, Shofie bisa langsung bersandar ke dinding dan tidak terjatuh. Ingin rasanya, Shofie tidak mempercayai itu.
"Bohong! Kamu pasti membohongiku agar aku mau menurut perintahmu," sangkal Shofie dengan suara tercekat.
"Kalau tidak percaya kamu telepon saja ayah kamu atau ayahku. Gampang, 'kan?" sahut Ditto.
Shofie tidak menggubris omongan Ditto, dia bergegas meninggalkan tempat itu. Takut terlihat oleh Raka, yang pastinya akan menambah masalah.
Shofie setengah berlari menuju ruang guru, tanpa sengaja dia kembali menabrak seseorang saat menoleh ke belakang.
Brugh!
Badan Shofie pun sedikit oleng dan hampir terjatuh. Orang yang ditabrak Shofie langsung merangkul pinggangnya.
"Hati-hati, Sayang. Kamu kenapa berjalan tidak lihat ke depan, hmm?" ucap seorang laki-lak yang suaranya sangat dikenali.
"Raka?"
__ADS_1
Ya, orang yang Shofie tabrak adalah murid sekaligus suaminya sendiri. Kebetulan Raka melewati lorong itu karena hendak ke kantin sekolah.
"Kamu kenapa terlihat ketakutan sekali? Ada apa, hmm? Ceritalah! Aku siap menjadi pendengar," tanya Raka panik, takut terjadi apa-apa pada wanita yang sangat dicintainya.
"A-aku ....."
"Jawablah! Atau kamu ingin kita ke rooftop saja?"
Raka berjalan mendahului Shofie menuju rooftop. Dia beberapa kali menoleh ke belakang untuk memastikan istri sekaligus gurunya itu mengikuti dirinya.
"Di sini sepi. Kamu bisa cerita semuanya sekarang," ucap Raka lirih tetapi cukup tegas didengar.
Shofie berjalan ke arah pinggir bangunan. Melihat pemandangan kota yang cukup padat dengan aktivitas pagi hari. Angin bertiup cukup kencang karena mereka berada di ketinggian.
Raka mendekati sang istri kemudian memeluknya dari belakang.
"Kamu kenapa, hmm? Jangan disimpan sendiri! Aku ini suami kamu, baju kamu. Jadi apa yang terjadi padamu adalah tanggung jawabku," ucap Raka sembari sesekali mencium pipi Ibu Guru.
"Murid kelas 12 itu susah kalau mau pindah. Kalau pun bisa harus mengulang dari awal. Aku tidak mau itu terjadi, Raka." Shofie melepaskan belitan tangan Raka dan berjalan ke arah tengah.
"Tak masalah aku tidak sekolah, 'kan masih ada home schooling atau ikut kelas kejar paket C," jawab Raka cuek sambil mendekati Shofie.
"Serius Raka! Ingat status kamu. Saat ini bukan lagi waktunya bermain-main atau bercanda," bentak Shofie kesal.
"Aku akan serius kalau kamu mau jujur padaku, tentang semuanya. Bagaimana?" tantang Raka, sehingga mau tidak mau Shofie harus menceritakan semuanya.
Dengan berat hati, dia bercerita tentang masa lalunya. Cerita berawal dari dia yang tiba-tiba ditembak oleh katingnya yang sangat terkenal di kampus. Entah bagaimana, dia mau menerima seorang laki-laki begitu saja walau belum merasakan jatuh cinta .
Seiring berjalannya waktu, sang pacar mulai berani menyentuhnya. Berawal meminta ciuman hingga meminta harta yang paling berharganya. Namun, Shofie selalu menolaknya dengan halus, kadang menghindar.
Sering ditolak membuat Ditto mencari tempat pelarian. Ternyata dia memilih sahabat dekat Shofie sebagai selingkuhan. Ditto sengaja melakukan itu karena sahabat Shofie menaruh hati padanya.
Suatu hari setelah wisuda Ditto , Shofie mendatangi apartemen Ditto. Sudah sering diajak ke sana, membuat Shofie hafal kata sandinya. Shofie masuk begitu saja untuk memberi kejutan.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Shofie, saat mendapati sang kekasih sedang bergumul dengan sahabat dekatnya sendiri. Maksud hati membuat kejutan, ternyata malah dia yang terkejut dengan kejadian di apartemen itu.
Sejak saat itu, Shofie menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk laki-laki. Ditto berulang kali mendatanginya untuk meminta maaf dan kembali menjalin kasih. Namun, Shofie selalu menolak untuk bertemu Ditto.
Sekarang mereka dipertemukan lagi, Shofie tetap tidak ingin mengenal Ditto lagi. Berulang kali Ditto mendekati Shofie, tetapi Shofie selalu menghindar. Seperti kejadian tadi, saat Shofie baru sampai di sekolah.
Shofie mengakhiri ceritanya dengan senyuman. Cerita itu hanya masa lalu yang dijadikan pelajaran hidup. Kini, ada Raka yang menjadi masa depannya.
"Sepertinya urat malu dia sudah putus, Yank. Atau muka dia itu muka tembok? Dasar!" cibir Raka sengaja melawak agar sang istri tertawa.
"Bisa juga keduanya! Hahaha!"
Di saat keduanya tertawa, tiba-tiba handphone Shofie berdering, tanda ada panggilan masuk. Shofie pun bergegas mengangkatnya setelah membaca id caller.
"Iya," sahut Shofie lesu, setelah beberapa saat terdiam mendengar ucapan seseorang di handphone-nya.
*
*
*
Sambil menunggu up, mampir yuk ke karya eda aku.
Menikah Dengan Musuhku : Luka Dalam Pernikahan
Author: R.angela
Tujuan hidup Rain LaLuka hanya satu, membalas dendam. Demi mewujudkan rencana nya, dia terpaksa menikahi gadis yang menjadi penyebab adiknya bunuh diri. Siapa sangka ketika hari dimana dia menikah dengan Dara, saat itu pula dia bertemu dengan wanita yang sudah meninggalkan ayah, adik dan juga dirinya bertahun-tahun lamu, yang tidak lain adalah ibunya.
Mendapati dirinya dan Dara adalah saudara, Rain bimbang sesaat apakah ingin melanjutkan pernikahan itu, tapi demi balas dendam, dia pun menikahi gadis yang ternyata putri dari ibu kandungnya sendiri.
__ADS_1