
Semua orang berkumpul di ruang tamu di kediaman Pak Chandra dengan duduk beralaskan karpet tebal. Mereka sedang menunggu kedatangan tuan kali (penghulu) yang akan menikahkan pasangan fenomenal yang penuh dengan drama. Pengantin pria tampak sudah siap mengucapkan ikrar pernikahan untuk ke sekian kalinya.
Sementara itu, pengantin wanita masih duduk tenang di kamar sang anak menimang cucu perempuannya yang baru sehari dibawa pulang. Cucu yang menjadikan dia mau menerima kembali ayah dari anak-anaknya.
"Tuan kali sudah datang!" teriak salah seorang pekerja Pak Chandra.
Pernikahan itu hanya disaksikan oleh keluarga mereka saja. Orang luar hanya dua orang pengacara dari pihak Ary dan Alex, serta Pak RT setempat.
Acara pernikahan itu tak berlangsung lama, mengingat hanya mengesahkan ikatan mereka secara agama setelah terjadinya masalah yang menyelimuti.
Usai acara, Alex langsung meminta pada pengacaranya untuk membuat surat wasiat di depan istrinya. Begitu juga dengan Ary, surat wasiat yang pernah dibuatnya sebelum berangkat umroh dibaca ulang di depan Alex.
Surat wasiat Ary yang menyatakan bahwa semua hartanya akan jatuh pada anak-anaknya, darah dagingnya sesuai ajaran keyakinannya. Tidak ada sepeser pun hartanya diberikan pada Kelvin maupun Alex. Kini dia ingin merubah isi tersebut dengan menambah nama Alex dan Kelvin, tetapi dilarang oleh Alex.
"Itu harta kamu dari mantan suami pertama kamu. Tidak ada hak Kelvin maupun hak aku di dalamnya. Dari pada kamu berikan pada kami, lebih baik kamu sedekahkan pada mereka yang lebih membutuhkan," ucap Alex, menolak secara halus pemberian Ary.
Sedangkan Alex sendiri yang tidak memiliki begitu banyak harta. Membagi harta sesuai dengan permintaan Pak Kusuma. Yayasan pendidikan sepenuhnya diberikan pada Shofie sedangkan semua perusahaan diberikan pada Nathan dan Nicholas. Kelvin sendiri mendapatkan semua kafe yang ada di Singapura.
Dua minggu kemudian, Pak Chandra menghembuskan napas terakhirnya setelah memberikan nama untuk sang cicit. Alya berarti tinggi, beliau ingin cicit perempuannya itu berakhlak tinggi, Kaneshia, berarti kehidupan.
Kepergian Pak Chandra menyisakan luka baru dalam kehidupan rumah tangga Ary dan anaknya. Hal ini dikarenakan, tak lama setelah Pak Chandra meninggal, Mama Hotma pun menyusul menghadap Tuhan.
Sepeninggal Pak Chandra, harta Ary seketika bertambah banyak kerena warisan dari mantan suaminya berpindah dari Pak Chandra ke tangannya. Walau tidak sebanyak bagian Anggita, cukup untuk tujuh turunan dan tanjakan.
__ADS_1
Raka dan Shofie pun ikut kebagian beberapa restoran yang tersebar di daerah Sumatera Utara. Nathan dan Nicholas mendapatkan rumah sakit elit yang sudah terkenal dan maju.
Raka dan Shofie kembali ke Semarang, kota di mana mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Kota yang menjadi saksi dimana laki-laki yang lebih muda empat tahun bisa bersikap jauh lebih dewasa dan bertanggung jawab dibanding laki-laki yang jauh lebih tua.
Pada dasarnya, sikap dewasa dan tanggung jawab itu tidak terletak pada umur seseorang. Namun, pada pilihan untuk proses hidup yang dilalui. Jika sejak kecil sudah ditempah dengan kesulitan-kesulitan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, maka orang itu akan berjuang untuk mendapatkan hasil yang baik.
Berbeda dengan orang yang sudah terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan tanpa melalui suatu kesulitan, orang itu hanya akan menggampangkan segalanya. Tak tahu bagaimana rasanya berjuang mendapatkan sesuatu, cenderung membuat orang itu tidak bisa bersikap dewasa walaupun umur sudah tua.
Sikap dewasa Raka belum bisa dijadikan patokan jika kehidupan rumah tangganya berjalan mulus. Dalam kehidupan sehari-hari selalu saja ada kerikil-kerikil yang menghalangi setiap langkah seseorang, termasuk Raka dan Shofie. Orang-orang yang tidak suka pada mereka selalu berusaha menjatuhkan.
Godaan datang tidak hanya pada Raka atau Shofie, tetapi juga pada usaha mereka untuk mengais rejeki. Raka menjadi pemuda idaman di kampusnya, banyak mahasiswi cantik yang berusaha mendekatinya. Para dosen muda ada juga yang tertarik dengan kepribadian juga paras Raka.
Di sekolah tempat Shofie mengajar tidak kalah heboh karena Shofie yang menjadi idola para murid laki-laki. Wajah cantik dan awet muda yang diturunkan oleh sang ibu, membuat para murid menyangka jika dia masih menempuh pendidikan dan sedang melakukan magang.
"Sayang, tolong jagain Alya sebentar! Aku mau mandi," pinta Shofie pada sang suami di sore hari.
Saat ini Raka sedang duduk santai di teras rumah sambil memainkan gawainya. Pemuda itu sedang berselancar mencari informasi tentang pemasok sayuran segar untuk kafenya. Dia harus pandai mencari supplier yang menyediakan bahan-bahan makanan yang berkualitas super.
Sambil memangku Baby Alya, Raka masih melanjutkan perburuannya di internet. Saking asiknya berselancar di internet, laki-laki itu tidak menyadari jika ada tamu. Dia terkejut saat tiba-tiba anaknya tertawa lepas seperti bermain dengan seseorang.
"Lo siapa?" tanya Raka syok tiba-tiba melihat wajah cantik seseorang sudah berada di depannya.
"Hai, aku penghuni baru depan rumah. Boleh berkenalan, Mas?" sapa seorang wanita yang baru saja datang bergabung.
__ADS_1
"Pa pa paa... ya... yaa...," oceh bayi berusia enam bulan di pangkuan sang ayah.
"Yang, Sayang! Sini dulu deh, ada tamu nih!" Sengaja Raka berteriak kuat dari teras memanggil sang istri.
Shofie berjalan cepat, menuju teras siap dengan semburan apinya.
"Kamu ini kenapa? Dimintai tolong jaga sebentar saja, ngomongnya sudah pakai toa!"
"Sayang, ini ada tetangga baru. Kamu temani dia ngobrol ya. Biar aku yang jaga Alya sekalian masak, soalnya kamu sudah seharian capek bekerja," ucap Raka pada sang istri dengan suara selembut mungkin.
"Saya tinggal ke belakang dulu, Mbak. Mbaknya ngobrol sama istri saya saja. Kalau sama-sama perempuan ngobrol lebih enak," pamit Raka sebelum masuk ke rumah.
Shofie masih memakai daster yang belum terkancing sepenuhnya serta kepala yang berbalut handuk, duduk di depan sang tamu. Dia sengaja berpenampilan seperti itu di hadapan tamunya. Ibu dari Alya Kaneshia itu menaruh curiga dengan maksud kedatangan tetangga baru yang sudah beberapa hari menginap di sana.
Shofie sebisa mungkin menghalau mereka yang berusaha mengganggu mahligai rumah tangganya. Raka memilih menghindar dan menjauhi semua wanita yang mengejarnya. Sedangkan Shofie selalu bersikap welcome dan humble agar bisa menangkap dengan mudah.
Pasangan muda itu bekerja sama untuk mewujudkan rumah tangga sakinah mawadah warahmah. Menghalau semua hama pengganggu yang berniat jahat pada mereka. Tak ada rasa takut ataupun minder menghadapi para wanita atau lelaki hidung belang yang datang silih berganti hanya untuk mengganggu rumah tangga mereka.
Kehidupan Raka dan Shofie sudah bahagia bersama putri mereka yang sangat cerdas. Kehidupan Ary dan Alex masih tetap seperti biasanya, hanya saja sejak Alex menjadi mualaf kembali, hidupnya benar-benar bahagia.
*
*
__ADS_1
*
End