I Love You, Ibu Guru

I Love You, Ibu Guru
Part 47


__ADS_3

Alex dan anak-anaknya berangkat ke Semarang untuk melihat kondisi Raka saat ini. Laki-laki yang usianya mendekati enam puluh tahun itu memilih berdamai dengan anak-anaknya dari pada hidup sendiri seperti sebulan terakhir.


Shofie langsung berlari memasuki ruang ICU begitu resepsionis memberitahu dimana Raka saat ini dirawat. Ayah dan kedua kakaknya tidak bisa menghalangi langkah perempuan satu-satunya di keluarga Kusuma Wijaya itu.


Shofie bergegas memakai baju khusus untuk masuk ke ruangan sang suami. Dia memeluk suaminya yang wajahnya sudah tidak berbentuk lagi. Tangisnya pecah seketika saat pertama melihat keadaan suami berondongnya.


"Bangun, Raka! Katanya setelah ujian mau ngajak honeymoon ke Mekah. Kenapa kamu malah keenakan tidur di sini?" ucap Shofie di sela isak tangisnya sambil memeluk sang suami yang masih betah memejamkan mata.


Di depan ruang ICU, tampak Pak RT dan Fathur yang sedang menceritakan kejadian pada Nathan dan Nicho. Alex sendiri memilih bungkam mendengar penjelasan Pak RT dan Fathur.


Saat ini Zayn menjadi buronan polisi sedangkan kesembilan teman yang ikut mengeroyok Raka sudah tertangkap polisi. Polisi bergerak cepat saat menemukan sebuah barang milik Zayn yang terjatuh di tempat kejadian. Namun, sayangnya Zayn langsung kabur begitu saja setelah menghajar Raka sampai tidak sadarkan diri.


"Apa diagnosa dokter yang menangani Raka sementara ini?" tanya Nathan yang juga seorang dokter.


"Kata dokter hanya gegar otak ringan dan patah kaki kirinya. Tadi juga sudah dilakukan CT scan, tidak ada masalah yang serius. Hanya butuh waktu sedikit lama untuk pemulihan," jelas Pak RT selaku wali dari Raka.


Nathan dan Nicho hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Pak RT. Mereka cukup mengerti dengan keadaan sang adik ipar saat ini.


Pikiran Alex saat ini hanya tertuju pada kejadian yang menimpa sang istri. Tentang keadaan anak dan menantunya tidak sedikitpun terlintas dalam benaknya, bahkan saat ini dia tidak bisa menerima penjelasan dari Pak RT tentang kejadian yang menimpa sang menantu.


Rasa penyesalan itu kini menghinggapi Alex, selama bertahun-tahun terlena dengan nikmat dunia yang menyesatkan. Saat sesuatu yang sangat berharga pergi meninggalkannya, barulah dia tersadar jika setiap keputusan yang diambilnya salah. Selama berbuat salah dia tidak pernah mau mendengarkan apa yang diucapkan oleh orang dekatnya, semakin membuat dia merasakan penyesalan terdalam.


Saat tengah malam, Raka mulai sadar. Untungnya ada seorang perawat yang mengecek cairan infusnya, sehingga bisa langsung ditangani dan dipindah ke ruang rawat inap. Shofie yang kebetulan tidur di luar ruang ICU pun tahu tatkala seorang dokter dan beberapa perawat memasuki ruangan sang suami.


Nathan, Nicho, dan Alex sedang tertidur di ruang rawat yang akan ditempati oleh Raka. Mereka bertiga terbangun saat mendengar suara brankar memasuki ruangan itu. Sambil menahan malu, mereka bangun dan berdiri.

__ADS_1


"Jika ada keluhan pasien, silahkan tekan tombol ini," pesan seorang perawat sebelum meninggalkan ruangan itu.


"Baik, Sus. Terima kasih," jawab Shofie.


Dua perawat yang tadi membawa Raka memasuki ruang rawat inap itu meninggalkan ruangan. Kini formasi keluarga itu terasa kurang lengkap karena permata hati mereka belum ada kabar.


"Tidurlah, kamu pasti capek nungguin aku," pinta Raka penuh perhatian.


"Kamu yang seharusnya tidur, kamu yang sakit bukan aku!" bantah Shofie.


"Makanya kamu tidur, istirahat! Biar bisa merawat aku nantinya," kekeuh Raka, perintahnya tidak bisa ditawar lagi.


Alex yang melihat perdebatan anak dan menantunya, langsung mendekat dan menengahi keduanya.


"Kalian berdua tidur! Tidak ada yang perlu dijaga, pintu bisa dikunci dari dalam!" potong Alex dengan wajah dinginnya sehingga membuat pasangan muda itu terdiam seketika.


"Raka nggak bakalan pergi, Dek! Nggak usah dipegangi. Takut banget ditinggal berondong," ledek Nicho yang akhirnya tidak bisa menahan diri lagi untuk tertawa.


Raka merasa malu tetapi sang istri tetap tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Shofie sudah biasa diledek oleh si kembar sehingga tidak peduli.


Pagi harinya Alex mendapat kabar dari pihak maskapai penerbangan, jika barang-barang milik sang istri sudah ditemukan, termasuk tas tangan yang berisi handphone, dompet serta benda lainnya. Akhirnya, pagi itu juga Alex ditemani Nicho terbang ke Batam.


Nathan sengaja singgah karena dia lebih dekat dengan Shofie dibanding Nicho. Jika Shofie butuh bantuan Nathan akan lebih mudah untuk menyampaikan maksudnya.


"Sepertinya kejadian yang menimpa Shfie dan Raka ini hanya balas dendam. Kakak Zayn, Ditto, tidak terima pujaan hatinya memilih menikah dengan berondong lalu menculik Shofie. Shofie selamat dari penculikan, Ditto masuk penjara. Terus Zayn membalaskan sakit sang kakak dengan menggebuki Raka, dengan tujuan agar Raka mati...."

__ADS_1


"Tidak hanya itu saja, sebenarnya Zayn ada dendam tersendiri sebelum masalah Ditto dan Shofie ada," potong Raka cepat.


"Apa itu?"


"Dia menyukai adik kelas, tapi adik kelas itu menolaknya, dan ...." Raka menghentikan ucapannya takut sang istri cemburu lalu marah padanya.


"Dan?" tanya Nathan dengan alis terangkat sebelah.


Pengacara keluarga Kusuma pun penasaran dengan kelanjutan cerita Raka. Menurutnya, cerita Raka bisa dijadikan sebagai bukti tuntutan mereka nanti.


Raka pun menatap wajah sang istri, seolah-olah mengatakan minta maaf karena belum menceritakan hal ini sebelumnya.


"Gadis itu malah mengejar Raka. Dia berulang kali menyatakan perasaannya padaku, tapi aku tolak. Aku juga menjaga jarak pada dia selama ini," lanjut Raka akhirnya dengan perasaan kalut, takut sang istri marah.


"Ternyata sainganku banyak juga! Aku kira cuma aku aja yang mau sama kamu. Nggak tahunya banyak yang antri di belakang, hufftt!" keluh Shofie merasa insecure karena lebih tua dari para cewek yang mengejar suaminya.


"Walaupun banyak yang suka sama aku, tapi cintaku tetap satu untukmu, Yank. Jangan kamu ragukan itu!"


*


*


*


Promo novel

__ADS_1



__ADS_2