I Love You, Ibu Guru

I Love You, Ibu Guru
Part 53


__ADS_3

"Ary, cucumu sebentar lagi lahir. Apa kamu tidak ingin mendampingi Shofie?"


"Harus berapa kali aku katakan, Brand? Aku akan meninggalkan desa ini kalau sudah ada dokter yang mau mengabdi di sini. Jangan kamu ulangi pertanyaan yang sama, kamu bukan anak TK!" Ary menjawab dengan bibir mencebik karena kesal.


Brandon terdiam, berpikir bagaimana caranya agar mantan istri sahabatnya itu mau pulang dan berkumpul bersama keluarga. Tiba-tiba dia teringat dengan rumah sakit mertuanya. Bisa saja dengan kekuasaan yang dimilikinya, memindahkan dua orang dokter di rumah sakit itu.


"Aku akan mencari dokter itu agar kamu bisa segera pulang!" ucap Brandon sebelum pamit meninggalkan desa itu.


Acara peresmian klinik di desa anggrek telah selesai sejak tadi. Ary dan Brandon berbincang-bincang sebelum berpisah. Di akhir perbincangan itu, Brandon berjanji akan mendatangkan dua atau tiga dokter untuk menggantikan Ary bertugas di klinik baru itu.


Dengan adanya beberapa dokter, Brandon berharap para dokter yang menggantikan Ary nanti betah bekerja di klinik itu. Selain itu juga agar warga desa anggrek bisa berobat sesuai dengan sakitnya. Ary memegang janji itu dan berharap Brandon memenuhi janjinya nanti.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan Ary, Brandon langsung kembali ke Medan untuk menemui sang mertua. Dia harus meminta izin dulu pada mertuanya jika bersangkutan dengan rumah sakit. Walau bagaimanapun juga rumah sakit itu dibuat untuk mengenang sahabatnya dan hak kepemilikan berada di tangan Ary, hanya saja sampai saat ini masih diurus oleh Pak Chandra.


Sementara itu, Raka baru saja tiba di rumah mendapat amukan dari sang istri. Shofie mendapat info dari seseorang yang dibayarnya untuk mengawasi suaminya selama di kampus. Perempuan itu menunjukkan foto Raka sedang tertawa lepas bersama seorang gadis di bawah pohon sakura.


"Bagus kamu ya! Sudah merasa paling ganteng sedunia, lalu tebar pesona. Tak ingatkah kamu, sebentar lagi anakmu lahir ke dunia?" Teriakan Shofie memenuhi indera pendengaran Raka sore itu.


Maksud hati pulang cepat agar bisa bermanja pada sang istri, malah disambut dengan kemurkaan istrinya karena mendapat kiriman foto dirinya bersama kakak tingkat di kampus. Padahal mereka hanya sebatas saling menyapa dan kebetulan ada bola nyasar mengenai bo*kong kating itu. Oleh karena itu dia tertawa lepas, merasa lucu dengan kejadian itu.


Setelah tenang, Raka menelepon teman dekatnya selama kuliah agar mau datang ke rumah sebagai saksi. Tamannya itu menyanggupi datang setengah jam lagi. Sambil menunggu, Raka memilih untu mandi terlebih dahulu.


Alex mendekati sang anak dengan memutar kursi roda yang didudukinya. Diraihnya sang putri kesayangan, lalu dipeluknya. Tangannya yang ringkih, mengusap pelan punggung putri.

__ADS_1


"Kamu harus percaya pada suami kamu, jika ingin rumah tanggamu adem dan langgeng. Daddy tahu cemburu itu ada karena adanya rasa cinta. Jika tidak, orang yang ingin menjatuhkan kamu akan merasa menang...."


"Tapi, Dad! Kalau setiap hari para ulet bulu sama ulet keket nempelin Raka, yang ada Raka lama-lama tergoda," potong Shofie tiba-tiba dengan bibir mengerucut karena masih kesal.


"Kalau seperti itu, kamu harus lebih ekstra lagi melayaninya agar dia tidak mudah melupakanmu. Secara tidak langsung kamu sudah mengikatnya dengan cinta."


*


*


*

__ADS_1


Maaf baru bisa up🙏, othor lagi panen sakit di rumah.


__ADS_2