
dara dalam perjalanan menuju rumah salah satu sahabatnya yang sedang mengadakan pesta pernikahan. didalam perjalan, tiga tiba, sopir menepikan mobil di pinggiran jalan. sopir keluar dari mobil. didalam mobil, dara kebingungan dengan apa yang terjadi. dara memutuskan untuk keluar dan bertanya kepada pak sopir.
" pak, kenapa berhenti dan menepikan mobil?
" maaf nona, ban mobilnya kempes. ban serep nya tidak ada dibelakang. kemarin saya mencuci mobil, saya lupa merapikan lagi ban serepnya nona. maafkan saya. " ucap bapak sopir tertunduk penuh penyesalan.
" tidak perlu sampai seperti itu meminta maafnya pak. tidak apa apa. saya bisa naik taxi. bapak sudah menghubungi bengkel?
" tapi nona, nanti tuan braga bisa marah kalau mengetahui, nona naik taxi. saya sudah menghubungi bengkel langganan nona. sebentar lagi akan sampai.
dara mendesah sebal.
" kalau saya menunggu mobil ini beres, pesta pernikahan teman saya pasti sudah selesai pak.
" maafkan saya nona.
' tin..!! tin..!!
sebuah mobil sedan menepi. seorang pria tinggi besar, berkulit putih, wajah tampannya dihiasi dengan kaca mata hitam.
" dara.
sosok itu mendekati dara. melepaskan kaca matanya.dara baru mengenali sosok itu setelah kaca mata hitam tersingkir dari wajahya.
" mas bima?
bima kini tepat berdiri didepan dara. bima tersenyum.
" kenapa kamu berdiri disini? perempuan secantik kamu, bahaya sekali ada di tepi jalan begini.
dara terkekeh.
" mas bima bisa saja. karena sangking ge er rasanya, aku mau terbang tinggi sampai ke bulan, terus main main di bulan sampai tertidur pulas disana.
bima menyunggingkan senyumnya.
" kamu masih seperti dulu ya? bercanda tapi, selalu menyelipkan arti dibalik candaan mu itu.
" tidak juga mas. itu hanya kata kata untuk mengekspresikan perasaanku saja.
" iya aku paham. tapi, ngomong ngomong, kamu mau kemana dan dari mana? ini mobil kamu kan?
" aku mau pergi ke acara pernikahan sahabatku mas, tapi ban mobilnya kempes.
" pesta pernikahan? dimana?
" di gedung X
" maksutnya pernikahan sofia dan emmil ya?
" iya mas, kok mas bima bisa tahu?
" kamu pasti sangat beruntung ya hari ini." bima nyengir. dara mengerutkan dahi bingung.
" kenapa memangnya mas?
" aku juga akan pergi kesana. kita berangkat bersama saja. bagaimana?
" iya mas. aku mau.
dara mengalihkan pandanganya kepada pak sopir.
" pak, saya pergi bersama mas bima saja ya? kalau harus menunggu mobil ini beres, nanti pestanya pasti sudah selesai.
__ADS_1
" baik nona. " dipikirnya, bima adalah sahabat dekat tuan braga. pasti tidak akan terjadi masalah apapun. dan nona juga akan sampai dengan selamat. batin pak sopir.
dara dan bima masuk kedalam mobil bima.
bima mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sesekali bima melirik dara. dia semakin cantik. batin bima.
" braga kemana ra? dia tidak ikut pergi bersamamu?
" tidak mas. aku tidak bilang akan pergi ke pesta pernikahan sahabatku. tadi aku meminta izin untuk pergi ke rumah sahabatku.
" kenapa kamu berbohong?
" mas braga pasti lelah sekali mas. kemarin dia baru pulang dari rumah tante erlin. pekerjaan di kantor pasti juga menumpuk.
" kamu juga pasti lelah kan?
" tidak. aku tidak punya kegiatan apapun mas. aku hanya diam dirumah.
" kamu tidak ikut pergi bersama braga? tumben sekali.
" tidak mas, tante erlin hanya ingin bertemu hana dan anak mas braga saja. " dara membulatkan matanya terkejut dengan ucapanya sendiri. " ya tuhan. kenapa bibirku hilang kendali. " batin dara.
bima terkejut. tapi mencoba untuk tetap fokus menyetir.
" hana? anak nya braga? maksut ucapan kamu apa dara?
" em, tadi, aku hanya salah bicara mas. jangan terlalu dipikirkan. aku hanya sedang melamun. jadi, jawaban yang tadi aku ucapkan tidak benar mas.
bima menghela nafasnya.
" kamu kira aku ini anak anak yang semudah itu akan mempercayai ucapannmu?
" aku sudah memprediksi hal ini. pasti mama nya memaksa braga. kamu kurang tegas terhadap suamimu itu. dan braga, dia menjadi bodoh seperti keledai kalau sudah berhubungan dengan mamanya.
" mama tidak bersalah mas. dia hanya menginginkan cucu.
bima menyunggingkan senyum tidak percaya.
" aku mengenal mama mertuamu dengan baik dara. dia orang yang gigih. dibalik wajah mama mertuamu yang dominan seperti angel, tetapi hatinya benar benar devil.
dara tertawa mendengar ucapan bima.
" kamu jahat sekali mas.
" aku serius. pantas saja, hampir satu tahun ini, aku jarang sekali bertemu braga. semua pekerjaan dia meminta by phone saja.
dara menanggapi dengan senyum diwajahnya.
" oya mas, maria sudah pulang mas.
" wuah,.. bocah itu, sudah tiga tahun aku tidak bertemu dia. " tiba tiba bima terkekeh sendiri. dara terkejut.
" kamu kenapa mas?
" pasti rumah itu akan menjadi semakin seru dan menegangkan.
" maksut mas bima? " tanya dara bingung.
" kamu hanya perlu melihat nanti. huh! bocah itu pasti semakin gila sekarang. " bima menyunggingkan senyum.
" kamu pasti sangat dekat dengan maria mas.
pasti akan seru melihat kalian bertemu.
__ADS_1
" kalau besok ada waktu, aku mau mampir kesana. " bima terkekeh kembali.
dara ikut tersenyum melihat bima yang begitu bahagia membicarakan tentang maria.
" maria itu anak yang baik ya mas." ucap dara pelan.
" tentu saja. tapi saat SMA dulu, dia dijuluki preman wanita oleh murid murid disana. aku hampir setiap hari pergi ke sekolah nya.
" untuk apa mas? " tanya dara yang mulai tertarik dengan cerita masa lalu maria.
" untuk apa lagi. aku menyamar menjadi braga. dia sangat menjaga image nya didepan braga. karena braga memiliki segudang prestasi.sedangkan dia, " bima tertawa lagi.
" apa mas? jangan setengah setengah begitu mas. aku penasaran sekali.
bima mencoba menghentikan tawanya.
" ehem.. ehem.
sepertinya kamu tertarik sekali dengan masa lalu maria.
" tentu saja mas. lanjutkan ceritamu mas. " ucap dara antusias.
" maria itu, dia diam diam belajar karate untuk menindas laki laki. preman perempuan itu, benar benar tidak takut mati. kamu tahu dara? maria bisa melakukan perbuatan tercela sekalipun.
" contohnya seperti apa mas?
" melorotkan rok sala satu guru perempuanya. mencium guru olah raga didepan banyak murid. memecahkan kaca jendela ruangan kepala sekolah. membuat beberapa laki laki yang kurang ajar dengannya mimisan. mengajak guru matematikanya berkencan. dan yang paling keren menurutku adalah,.
bima tersenyum sembari menggelengkan kepala.
" apa mas?
" dia menjual photo dan biodata braga. waktu itu, maria memaksa braga berpose tanpa baju atasan. lalu membuat undian untuk berkencan dengan braga.dia meraih banyak keuntungan dari itu.
dara tertawa lepas.
" mas braga tau?
" tidak. kalau tahu, bisa habis maria.
" memang untuk apa uang itu mas?
bima menghela nafas.
" untuk membantu sahabat dekatnya yang menderita tumor otak.
dara tersenyum kagum.
" maria benar benar anak yang sangat baik.
" kamu benar dara. dia sangat baik.
" lalu, bagaimana keadaan sahabatnya itu mas?
" dia meninggal tepat dihari kelulusan.
wajah dara menjadi sedih.
" pasti maria sangat sedih waktu itu.
" tentu saja. tapi bukan maria namanya kalau tidak bisa melewati itu semua. " bima tersenyum.
tak lama kemudian, dara dan bima sampai digedung yang mereka tuju.
__ADS_1
.............