Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Hari pertama masuk kerja.


__ADS_3

Dara menatap sebuah photo keluarga. matanya mulai berkaca kaca.


" ini adalah sebuah pilihan yang sulit. aku juga tidak ingin seperti ini. setidaknya, aku hanya ingin anak anakku lahir dengan selamat. keputusanku sudah bulat. aku harus pergi.


Ibu dan Ayah masih duduk termenung menatap Dara.


Sebelum subuh datang, Dara kembali memastikan semua persiapannya. Ibu membantu Dara dengan mata yang terus meneteskan air mata. Dara memeluk Ibu dengan erat.


" maaf Ibu. kalau aku tetap disini, mas Braga akan menemukan ku. aku tidak ingin berurusan lagi dengan Mama mertua. aku tidak ingin stres lagi dan kehilangan bayiku. dokter bilang, aku harus benar benar menghindari stres bu. aku harap Ibu dan Ayah memahami ini.


ucap Dara dengan wajah memohon.


" Kami tidak bisa bersamamu. kamu harus janji untuk selalu sehat. dan pastikan anak anak lahir dengan selamat. " ucap Ibu yang masih terus menangis.


Dara mengangguk sembari terisak.


Flash back end.


Jojo termenung dengan tangan yang masih memegang ponsel ditelinga nya. tangan satunya mengepal kuat.


" jadi karena Mamanya Daddy? dia membuat Mommy menderita? bukankah Mommy orang yang paling baik? kenapa Mommy tidak menyebutkan nama Daddy. " gumam Jojo dalam hati..


Saat bercerita, Dara mengganti nama panggilan Braga sebagai mantan suami.


Ke esokan paginya. Dara keluar dari kamar dan terkejut melihat Jojo membantu Ibunya untuk menyiapkan sarapan.


Dara berjalan mendekati Jojo dengan senyum di bibirnya.


" hei,.... anak Mommy. good morning. " Dara mencium pipi kiri Jojo.


Jojo menundukan wajah. terlihat malu saat dicium oleh Dara.


" morning.


" Kamu membantu Nenek menyiapkan sarapan?


" Hanya membuat susu untuk Mommy. tidak ada yang lain. " Jojo mengalihkan pandangan dan meraih buku untuk dibaca.


" Hehe,... dia malu rupanya. " batin Dara.


" baiklah. dimana Jean? kita harus cepat sarapan. Mommy akan datang ke kantor. hari ini Mommy mulai bekerja. dan kalian bisa memilih sekolah yang kalian mau Ok? Mommy dapat beberapa rekomendasi sekolah terbaik.


"Ok. " sulit sekali mendengar ucapan yang panjang dari mulut Jojo.


Dara menghela nafas.

__ADS_1


" begitu panjang lebar aku menjelaskan. dia hanya menjawab Ok. anak ini sedikit menyebalkan juga rupanya. " batin Dara.


satu jam kemudian. Dara bersiap untuk berangkat bekerja. Jojo membulatkan matanya menatap Dara yang baru keluar dari kamar.


" Mommy! tidak bisakah Mommy menggunakan celana panjang saja? rok itu terlihat sangat ketat dan tidak nyaman.


Dara menatap rok yang kini tengah dipakainya. " benarkah?


" Tidak! itu cantik Mommy. kau yang paling cantik. hahaha..... " Jean mengangkat dua jempolnya ke arah Dara.


" Sungguh? " tanya Dara yang senang mendengar pendapat anak perempuannya.


" akan lebih baik jika Mommy menggunakan kaca mata tebal. baju yang longgar. dan rambut terikat ke atas. itu akan menjauhkan Mommy dari laki laki hidung belang. " ucap Jojo masih dengan wajah dinginnya. matanya terus menatap ponselnya. berbicara tanpa menatap adalah kebiasaan Jojo yang sulit dihilangkan.


Dara tersenyum dan berlari memeluk Jojo. meskipun begitu dingin, Jojo adalah anak yang dewasa dan pengertian.


" terimakasih sayangku. " mencium pipi Jojo. seketika wajah Jojo memerah.


" tidak bisakah Mommy jangan mencium sembarangan?


" Baiklah anak laki laki ku sudah dewasa rupanya.


Tak lama kemudian. Dara sampai disebuah perusahaan milik sahabatnya Pingkan. Dara menemui resepsionis untuk melapor tak lama langsung diantar keruang presdir di lantai paling atas dari sebuah gedung yang tinggi.


Sesampainya disana, seorang penjaga yang tengah berdiri didekat pintu tersenyum sembari membukakan pintu.


Dara mengangguk dan tersenyum.


Dara membulatkan matanya terkejut melihat apa yang sedang presdir utama lakukan diruang kerja. begitupun presdir juga terkejut. Dara membalikkan tubuhnya membelakangi.


" oh sial! apa apaan Presdir ini. mengapa bercinta ditempat kerja. dan Penjaga itu, mengapa menyuruhku untuk langsung masuk. " umpat Dara dalam hati.


" maaf presdir, sepertinya saya akan datang beberapa jam kemudian. saya permisi keluar dulu. " ucap Dara membelakangi.


" Tunggu! " mendorong tubuh seorang wanita yang tengah duduk dipangkuan nya. berdiri dan mendekati Dara yang masih mematung membelakanginya. berjalan dan berhenti tepat dihadapan Dara. mengangkat wajah Dara yang tertunduk.


Karena kaget, Dara tak sadar menepis tangan presdir. bukanya marah, presdir itu justru mendekatkan wajahnya dan mengamati wajah Dara.


"Dara? kamu benar Dara?


" Iya tuan. saya Dara yang direkomendasikan oleh sahabat saya Pingkan. " entah bagaimana cara mendeskripsikan perasaan nya saat ini. kesan pertama masuk kerja yang menjijikan batin nya.


" Kamu tidak mengingat ku sama sekali? " menunjuk wajahnya sendiri.


Dara memperhatikan wajah Presdir dan tersenyum ragu.

__ADS_1


" maaf Tuan, saya rasa, saya tidak ingat atau pun mengenal anda sebelumnya.


" apa apaan lagi ini? kenapa aku harus mengenal pria mesum ini? Pingkan apakah kau sengaja melakukan ini? " gumam Dara dalam hati.


" Kamu pergilah dulu.


" Baik tuan. " baru selangkah Dara melangkahkan kaki.


" Tunggu! " memegang pundak Dara.


" bukan kamu. maksutnya dia. " menunjuk wanita yang tadi duduk dipangkuan


nya. wanita itu keluar dengan wajah sebal dan tak senang.


Kembali fokus kepada Dara.


" kamu benar benar tidak mengingatku?


" Apa sebenarnya mau mu tuan mesum? sepagi ini kau sudah berbuat mesum. apa itu adalah sarapan bagimu? " Batin Dara.


" maaf tuan. saya tidak mengingat apapun.


" Dara. ini aku Erick. dulu kau memanggilku pirang. kita satu sekolah saat sekolah menengah pertama.


Dara menatap Erick dengan seksama. membulatkan matanya.


" kau,.. kau orang yang mencium pipiku didepan umum? kau orang yang mengatakan aku pacarmu saat sekolah menengah pertama? jadi kau bocah gila yang tidak tahu sopan santun itu? " Dara menutup mulutnya karena terkejut mendengar ucapannya sendiri.


" ma,. maaf Tuan. saya salah bicara. ingatan saya kurang tajam saat mengingat sekolah menengah pertama. " Dara meringis mencoba meredam suasana.


Erick menyipitkan matanya menatap Dara.


" jadi aku seperti itu dimata mu? " wajahnya nampak kecewa.


" Hahahaha,.. saya sudah mengatakan bahwa ingatan saya kurang baik saat mengingat tentang sekolah menengah pertama. pasti ingatan saya sedang bermasalah Tuan.


" ayolah. jangan marah. itu memang dirimu kan? lagi pula itu sudah berlalu. tidak penting lagi. aku hanya butuh pekerjaan yang menggaji ku lebih tinggi. " batin Dara. wajahnya tersenyum ceria seolah meyakinkan Erick bahwa ingatan tentangnya adalah salah.


Erick menghela nafasnya.


" masalahnya, aku memang yang mencium pipimu waktu itu. aku juga mengumumkan, kalau kau adalah pacar ku. aku pikir kau akan merasa bangga karena memiliki pacar yang sangat tampan sepertiku.


" he???.. Presdir ini agak kurang waras. sebenarnya, apa tujuan Pingkan membawaku kemari? " batin Dara.


" hahaha... semuanya sudah berlalu Tuan. tidak perlu di ingat lagi. bisakah kita kembali ke topik pekerjaan Tuan? " sudah malas rasanya meladeni tingkah gila Bos barunya ini. lebih baik mengalihkan pembicaraan dari pada pusing nantinya.

__ADS_1


........................


__ADS_2