
Kedatangan Jojo dan Jean memecahkan suasana hening saat sarapan. Maria langsung menghentikan kegiatan sarapannya. berjalan setengah berlari.
"Wuah,,,,......!!! itu. Papa lihat itu. itu mereka." Maria berjalan setengah berlari dengan riangnya. jari telunjuknya menunjuk Jojo dan Jean sembari menghampiri Jojo dan Jean.
Braga hanya tersenyum melihat tingkah lucu adik perempuannya. sedangkan yang lain menatap bingung. siapa anak-anak yang dibawa Braga. batin mereka.
"Hey Tante." Ucap Jean tersenyum.
Maria tak menjawab dan langsung memeluk mereka.
"ya ampun,..... aku tidak menyangka kalian ada disini. aku bahagia sekali.
"Cih,..! berlebihan sekali."gumam Jojo.
"Maria, Braga,..." panggil Papa yang bingung dengan kedatangan anak-anak yang tidak mereka kenal.
"mereka ini siapa? anak-anak siapa? wajahnya tidak asing." ucap Papa sembari berjalan mendekati Maria, Jojo, Jean dan Braga.
"Ayo tebak Pa,... mereka siapa?" ledek Maria sembari membenahi poni Jean.
"Papa, tidak tahu. anak siapa mereka Ga?" tanya Papa.
"Papa bisa tanya mereka." Braga tersenyum seolah bangga.
"Daddy harus keruang kerja untuk ambil dokumen ya. nanti Daddy temani kalian lagi Ok? " tanya Braga berbisik ditelinga Jojo dan Jean. mereka hanya mengangguk.
Setelah Braga berjalan menuju ruang kerja, Maria dan Papa mengajak Jojo dan Jean untuk duduk diruang keluarga.
"Tunggu!!!." Mama mencegah sembari bangkit dari kursi dan menghentikan kegiatan sarapannya. diikuti Hana dan Ameera yang tengah menggandeng tangan Ibunya.
"kenapa kamu mau bawa keruang keluarga? mereka bukan keluarga kita. biarkan mereka duduk diruang tamu.
Mendengar ucapan Mama, Maria membulatkan mata. menatap Mama marah. begitu juga Papa. meskipun belum tahu anak siapa, tapi ucapan Mama memang sangat tidak pantas. terlebih dihadapan anak-anak.
"Mereka keluarga Ma. jadi jaga ucapan Mama." bantah Maria.
"Aku tidak sudi ada anak-anak jalanan mengotori rumah ku." merasa tak senang melihat ada dua orang anak yang datang.
"Jojo,... I don't like here so much. I need to go now." ucap Jean yang ketakutan melihat wajah marah Mama. tangannya menarik kemeja bagian samping yang dikenakan Jojo.
"I know." Jojo menggenggam jemari Jean.
Maria dan Papa tercengang melihat kedewasaan Jojo.
__ADS_1
"Ah,.. keponakanku, jangan takut. disini, ada tante yang akan melindungi kalian." ucap Maria sembari memeluk Jojo dan Jean bersamaan.
Kata keponakan, membuat seisi rumah tercengang. terlebih Mama. semakin tak suka melihat anak-anak yang baru datang ini sudah di anggap seperti keluarga oleh putrinya sendiri.
"Maria..! jangan menjadikan orang asing sebagai keponakanmu. keponakanmu hanya Ameera." bantah Mama.
"Maria, sebenarnya, mereka ini anak siapa?" tanya Papa sembari menatap lembut kedua anak yang berada dihadapannya. melihat mereka seperti tak asing batinnya.
"Sayangku,... kalian perkenalkan diri kalian ya."
pinta Maria. perlakuannya sudah seperti Ibu kandung mereka. membuat Hana merasa tak senang. tidak pernah memperlakukan Ameera selembut itu batinnya.
"Namaku Joan. panggil saja Jojo. dan ini adikku. Jean." ucap Jojo memperkenalkan diri.
"Siapa orang tua kalian?" tanya Papa.
"Mommy and Daddy." jawab Jean dengan mata polos manjanya. Jojo tersenyum sembari mengangguk.
"Bodoh sekali. yang dimaksud, siapa nama orang tua kalian?" ketus Mama. merasa jawaban anak-anak ini terlalu berbelit.
Jojo menatap Mama dengan tatapan tajam.
"Mommy kami Dara. dan Daddy kami Braga." ucap Jojo.
"Bohong! mana mungkin wanita mandul itu punya anak." bantah Mama masih tak percaya.
"Huh,....!! terserah lah. mereka memang anak kak Dara dan Mas Braga. apa wajah mereka tidak bisa membuktikan? " ucap Maria. bibirnya tersenyum menatap dua anak yang memiliki rupa seperti Braga.
"Benar. Papa yakin. memang mereka mirip Braga. pantas saja seperti tidak asing." ucap papa. mendekati Jojo dan Jean dan memeluknya bersamaan.
"ya tuhan. kalian benar-benar cucuku. jadi ini yang dimaksud Dara kemarin? mereka benar-benar memiliki wajah seperti Braga. terlebih kamu Jojo." ucap Papa sembari terus memeluk Jojo dan Jean.
"Tidak! mereka pasti hanya anak adopsi. wanita mandul itu tidak bisa memiliki anak." ucap Hana yang terkejut tak percaya. takut jika perhatian semua orang akan tertuju pada Jojo dan Jean saja.
"Tunggu. kalian mengatakan Mommy mandul? mandul itu apa?" tanya Jojo yang memang masih kurang paham bahasa Indonesia.
"Mandul artinya tidak bisa punya anak. apa kamu punya keterlambatan berpikir? berbicara saja kamu seperti tidak paham apa yang kamu bicarakan." ucap Mama dengan wajah ketusnya.
"Oh iya. sorry Nenek. di Belanda tidak ada yang mengajari kata mandul itu. kami memang tidak terlalu pandai Bahasa Indonesia. tapi jika nenek menggunakan Bahasa Belanda, Inggris, China,dan Jepang, kami pasti sangat paham." ucap Jean yang tak terima Kakaknya disebut memiliki keterlambatan berpikir.
Benar-benar membuat terkejut. bagaimana bisa, anak sekecil ini bisa menguasai lima bahasa sekaligus.
"Ka,..kalian, bisa lima bahasa itu?" tanya Maria yang sangat terkejut.
__ADS_1
"Ya. mau coba?" tanya Jean menantang.
"Hahahaha,... aku hanya bisa menguasai satu bahasa asing. bagaimana aku bisa menguji kalian." jawab Maria sembari menggaruk tengkuknya.
"Mereka pasti orang kerdil. lihat mereka. yang satu nya sangat dingin dan yang satunya sangat sombong. anak sekecil mereka, mana mungkin bertingkah seperti itu?!" ucap Mama. masih terus berkilah.
"Mereka memang anak-anakku." saut Braga sembari berjalan mendekati Jojo dan Jean.
"tidak perlu diragukan lagi. wajah mereka sudah menjadi bukti. dan, aku tidak suka kalau ada yang menyebut anak-anakku aneh. mereka sangat pintar. mereka memang memiliki sifat cenderung dewasa. jadi biasakan saja diri kalian.
"Daddy,..Grandma looks scary." ucap Jean sembari memeluk pinggang Braga.
Braga menggendong Jean dan memeluknya.
"tidak perlu takut. ada tante Maria dan Opa yang akan menemani kalian. Daddy akan pergi untuk rapat.
"Papa,.. kenapa Papa gendong anak itu? "tanya Ameera dengan wajah sedihnya. merasa cemburu.
Braga menurunkan Jean dari pelukannya. mendekati Ameera dan memeluknya.
"mereka juga anak-anak Papa. kalian bisa bermain bersama mulai sekarang." ucap Braga.
"Iya,..tante temani kalian bermain." timpal Maria.
"Aku tidak suka permainan anak-anak." jawab Jean dan Jojo bersamaan.
Jawaban Jean dan Jojo memang sangat mengejutkan bagi orang yang belum terbiasa untuk mendengarnya.
"Hei anak-anakku,.. Daddy tahu. tapi untuk hari ini saja. tetap berada disini. tunggu Daddy selesai rapat dan kita bisa segera pulang bagaimana?" tanya Braga.
"Terserah."jawab Jojo sembari memalingkan pandangan. Braga tersenyum dan mengusap rambut Jojo.
"Daddy, aku mau kertas untuk melukis boleh?" tanya Jean. dari pada menghabiskan waktu untuk bermain boneka, lebih baik dia menggambar. pasalnya, saat melintasi ruang keluarga, Jean melihat beberapa koleksi boneka yang serba warna pink.
"Iya tentu. tante Maria akan mengambilnya untukmu. jawab Braga dan diangguki oleh Maria.
"Mau menggambar bersama Opa juga boleh,."timpal Papa.
"Benarkah?" Jean memastikan.
"Tidak!! tidak. mereka bukan anak Dara dan Mas Braga. mereka tidak boleh ada disini. mereka bukan cucu Papa. hanya Ameera yang berhak ada disini." ucap Hana dengan nada membentak.
.....................
__ADS_1