
Dara duduk termenung ditepian tempat tidur.
" aku harus berada disini. aku tidak akan lari dari tempat terkutuk ini. iya. aku akan membalas setiap tetes air mata yang mengalir dari mataku.
Suara pintu terbuka. menyadarkan dara dari lamunannya.
" sayang, kita tidur di kamar tamu saja ya? bibi akan membereskan kamar ini.
ajak Braga.
tak menjawab apapun. Dara langsung bangkit dan menuju kamar tamu. di susul oleh Braga.
sesampainya dikamar tamu. Braga menggenggam jemari dara. menghadapkan tubuh dara ke arahnya.
" kamu masih marah?
sadar tak mendapat respon dari Dara, Braga menarik nafas dalam menghembuskan perlahan.
" ayo kita mulai dari awal lagi. semua akan baik baik saja.
Dara berdecih tidak percaya.
" sudahlah mas. aku sudah sangat bosan mendengarnya.
" lalu aku harus bagaimana? kalau kamu terus menerus diam seperti ini, aku bingung Dara.
" kalau begitu, jangan beri aku janji apapun mas. jalani saja hubungan rumah tangga kita yang rumit ini. dengan begitu, aku akan berusaha bertahan ditempat terkutuk seperti ini.
Braga menghela nafas.
" apa kamu benar benar tidak tahan lagi berada ditempat ini?
" awalnya iya. tapi, mulai dari hari ini, aku akan tetap berada dirumah ini. sampai aku, benar benar merasa ingin pergi. dan saat hari itu tiba, jangan pernah berani kamu mencegah ku mas.
Braga terdiam kehabisan kata kata untuk membantah.
" apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?
tanya Braga dengan wajah memelas.
dengan tegasnya Dara menjawab.
" aku masih mencintai mu mas. meskipun aku ingin berbohong mengatakan tidak, kamu juga pasti tahu aku berbohong. hanya saja, cinta yang saat ini aku rasakan, sudah tercampur dengan rasa benci.
"Dara!,. aku mohon jangan berkata begitu. seumur hidupku, aku hanya mencintai kamu. tidak bisa kah kamu melakukan hal yang sama?
Dara tersenyum tidak percaya.
" mas, jika kamu begitu mencintaiku, kamu tidak akan membiarkan aku menangis. tapi apa yang aku dapat selama bersama kamu? aku lebih sering menangis dari pada tertawa.
" iya kamu benar. ini semua memang karena aku. kamu menangis karena aku. aku menghianati mu. aku membiarkan mama selalu membuat mu menangis. aku yang bodoh. aku tidak punya pendirian. aku mencintai kamu. tapi juga sangat menyayangi mama. semua ini terjadi karena aku yang tidak berguna.
' bough!....bough!....
Braga meninju tembok hingga tangannya berdarah.
" mas!!
Dara menghentikan tangan Braga yang terus meninju tembok.
" berhenti mas!! kalau kamu begitu marah, pukul saja aku. ayo pukul aku.
Dara mengarahkan tangan Braga ke wajah nya.
__ADS_1
Braga mengusap wajahnya dengan telapak tangannya. mata yang memerah karena menahan tangis dan amarah.
" bagaimana mungkin aku bisa memukulmu? yang banyak melakukan kesalahan adalah aku. bukankah seharusnya kamu yang memukul ku?
Dara mengepalkan tangannya.
" jika aku tidak mencintaimu mas, aku pasti sudah memukulmu.
ucap dara sambil menahan emosi.
Braga memeluk Dara.
" maaf Dara, hari ini aku terlalu banyak menguras pikiranku. aku akan keluar dan tidur diruang kerjaku. maaf.
Braga melepaskan pelukannya. keluar dari kamar menuju ruang kerja. saat melintasi kamar hana, suara tangis Ameera terdengar.
entah mengapa, tubuhnya beraksi lebih cepat dari otaknya.
Braga langsung masuk kekamar hana. menggendong ameera yang tengah menangis di gendongan hana. rasanya melihat dan menggendong bayi perempuan yang cantik ini, membuat hatinya menjadi sedikit lebih baik.
tak lama kemudian, Ameera telah tertidur lelap. Braga menidurkan Ameera di box bayi. lalu duduk di sofa samping box bayi.
ke esokan paginya. Dara Maria dan mama telah duduk dimeja makan menunggu Braga.
tak lama kemudian, Hana keluar dari kamarnya menuju meja makan.
Maria mendesah sebal.
" mas braga lama sekali. kak dara, kemana mas braga.
Dara menatap Maria. mengangkat kedua bahunya. menandakan jika Dara tidak mengetahui keberadaan Braga.
" mas Braga ada dikamar ku.
mama sedikit terkejut namun juga senang.
Dara hanya diam tidak ingin merespon.
" akhir akhir ini, mas Braga mulai nakal ya kak?
" biarkan saja maria. nakal dengan wanita nakal, itu wajar.
Hana membulatkan mata terkejut. mama memasang wajah marahnya. Maria terkekeh.
" maksut ucapan kamu apa?
tanya Hana marah.
" memang kenapa? kenapa kamu marah?
tanya Dara.
" kamu mengatai ku wanita nakal. jangan berpura pura lugu dihadapan ku. tidak ada gunanya.
dara menyunggingkan senyum liciknya.
" apa tadi ucapan ku menyinggung nama mu?
" diam kamu!!
mama membentak Dara.
" kamu tidak pantas membentak calon istri sah braga.
__ADS_1
dara tertawa terbahak bahak.
" mama mertua, anda ini lucu sekali ya, mengenalkan calon istri sah kepada istri sah. kalau boleh saya memberi saran, jangan mengatakan hal ini didepan orang asing. pasti mama sendiri yang akan malu nantinya.
" dari mana sikap kurang ajar kamu ini. berani beraninya kamu memberi saya saran. kamu pikir kamu siapa hah?! jika bukan karena wajah melas kamu, Braga tidak mungkin membiayai kuliah kamu.
ucap mama dengan nada marahnya.
Dara berdecih.
" maaf mama mertua. dari sekolah menengah pertama hingga sarjana, saya selalu mendapat beasiswa. bukan karena campur tangan dari putra anda.
jawab Dara dengan senyum diwajahnya.
" iya bener ma. aku pernah liat sendiri kok. kak Dara, adalah murid yang berprestasi. setelah S1 kak Dara mendapatkan beasiswa untuk S2 tapi ditolak. yah apalagi kalau bukan karena mas Braga.
saut Maria sembari mengunyah sandwich miliknya.
" diam kamu Maria. kamu hanya tahu membela wanita itu saja. tidak pernah memikirkan perasaan mama.
" ah mama. mama juga hanya tahu membela wanita disamping mama."
ucap Maria sambil menunjuk Hana.
" setiap kali mama memaki kak Dara juga, mama tidak memikirkan perasaan kak Dara kan?
mama membanting sendok ke piringnya. bangkit dari duduk dan menuju kamar dengan wajah marah.
" hem,... dia ngambek lagi?
gumam Maria.
" Maria, kamu kenapa bicara seperti itu? kalau mama tidak sarapan, nanti mag nya kambuh lagi.
ucap dara setengah berbisik.
" nanti bibi yang antar kak. tenang saja.
Braga terkejut. saat membuka mata, ia baru menyadari jika tertidur dikamar Hana. beberapa kali Braga mengusap wajahnya dengan kasar. matanya tak sengaja melihat luka ditangannya telah diperban. Braga keluar dari kamar Hana.
dilihatnya Dara Maria dan Hana tengah menikmati sarapan pagi. Dara melihat kedatangan Braga dari arah kamar hana. tak sengaja pandangan mereka bertemu. dengan cepat,Dara mengalihkan pandangan.
" Maria,. kita jadi pergi hari ini?
" em,..em,.. em,..
ucap maria sambil menganggukan kepala karena mulutnya penuh dengan makanan.
Dara terkekeh melihat tingkah Maria. mengusap kepala Maria pelan.
" pelan pelan saja Maria, aku tidak berniat merampas makanan mu.
" sayang kamu mau pergi kemana?
tanya braga sembari mengambil posisi duduk disamping Dara.
" aku dan kak Dara akan pergi membuang stres. " saut maria yang sudah mulai selesai sarapan.
Dara melihat tangan Braga yang telah dibalut kain perban.
" jadi semalam ke kamar Hana dan meminta dia mengobati lukanya. bagus sekali mas. akan ku ingat ini sebagai bekal ku untuk membencimu.
.................
__ADS_1