
dara bangkit dan meraih sebuah koper besar.
maria sedikit ragu juga gugup.
" kak dara, apa kau yakin dengan keputusanmu ini?
" memang apa lagi yang bisa aku lakukan? aku tidak punya banyak tenaga untuk menahannya lagi.
maria menghentikan tangan dara yang sibuk memasukan pakaiannya ke koper.
" berhenti kak!. dengarkan aku baik baik. apa kau akan pergi begitu saja? ingatlah kembali apa yang sudah mereka lakukan padamu. apa sedikitpun tidak ingin membalas?
dara menghembuskan nafas kasarnya.
" aku tidak mau melakukan hal bodoh semacam itu.
" kalau kakak pergi, itu membuktikan bahwa kakak bodoh.
dara menatap maria tajam.
" lalu aku harus bagaimana maria? aku harus terima perlakuan yang menyakitkan setiap hari. hatiku sudah sangat rapuh. tidak bisa lagi bertahan.
dara menggenggam erat kedua telapak tangan dara.
" jangan gunakan hatimu kak. buang jauh jauh rasa cintamu itu. beri mereka sedikit pelajaran. jangan menunjukkan kelemahan mu kak. aku tidak akan membiarkan mereka menang. kalahkan mereka dulu. barulah jika kakak ingin pergi, maka pergilah kak.
" aku, aku tidak tau harus bagaimana maria."
dara terisak.
" aku akan selalu didekat mu kak. mari kita menangkan permainan ini.
dara tersenyum mengangguk. memeluk maria.
" setelah sakit yang bertubi tubi ini, mustahil kau tidak kuat kak. hatimu sakit, tapi kau masih bertahan. ini bukan soal hati lagi. berhentilah menggunakan hatimu. simpan cintamu dan berikan pada laki laki yang pantas mendapatkan cintamu. ini adalah yang terakhir kau menangis. setelah ini, kau harus lebih kuat. jangan pernah takut untuk menindas orang yang pantas ditindas.
dara hanya mengangguk sembari sesegukan. tidak ada lagi kata kata yang bisa mengekspresikan bagaimana keadaan hatinya yang saat ini tengah kacau balau.
dara melepas pelukannya. menatap maria seolah meminta solusi.
" lalu bagaimana cara ku untuk berhenti mencintai mas braga?
pertanyaan yang tidak sempat terlintas di pikirannya akhirnya muncul. selama bersama braga, tak pernah terpikirkan akan berhenti mencintai braga.
" ingatlah apa yang membuat mu membenci mas braga. misalnya, perselingkuhan. aku yakin ada banyak hal. terutama tentang hubungan kalian dan mama. kau yang lebih tau kak.
dara mengangguk. kali ini wajahnya sangat serius. ingatan yang sudah mulai ia lupakan, sudah seperti sebuah adegan film di otaknya. dari pertama dara menikah dengan braga hingga sekarang. dara membuka matanya lebar.
matanya memancarkan kebencian.
maria memandangi wajah dara yang begitu cepat berubah.
" tentu saja. kau banyak menyimpan sakit di hati mu. jadikan rasa sakit mu sebagai senjata.
__ADS_1
batin maria.
tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. maria membuka pintunya. nampak braga tengah berdiri tegak. entah bagaimana caranya menggambarkan wajah braga saat itu. ada marah. kecewa. sedih. dan entah apa lagi.
" maria, tolong tinggalkan kami sebentar.
" baiklah. aku tunggu didepan. aku harus mengantar kak dara pergi. aku siapkan mobil dulu.
" tidak ada yang akan pergi! tidak usah menunggu. kembali saja ke kamar mu.
maria memutar bola matanya. memandang dara.
" kak, hubungi aku saja jika sudah siap.
dara hanya diam.
" maria. kembalilah ke kamar mu.
perintah braga.
" ya,.. ya,.. baiklah.
braga memandangi isi kamar yang sudah berantakan. baju yang tergantung di lemari berserakan kesana kemari. dara masih terdiam tak bergeming. masih dengan posisi duduk dilantai. braga meletakkan jas yang ia genggam. berjongkok dan memeluk dara.
" sudahlah,. tidak perlu dibesar besar kan. aku tahu kamu sedang marah. aku sudah bicara dengan mama. dia sudah memaafkan mu.
dara mendorong tubuh braga kuat. matanya menatap tajam dan marah. nafasnya tak beraturan.
" kamu! sedikitpun tidak pernah menganggap aku benar. jika berkaitan dengan mama mu, aku lah yang terus menerus salah. kalau kamu begitu mencintai mama mu, seharusnya, kamu nikahi saja mama mu.
kita tidak perlu lagi bertengkar. kalau memang mama yang bersalah, maka maafkan mama. itu juga tugas kita sebagai anak.
braga mengusap air mata dara.
dengan kasar dara menepis tangan braga.
" aku tidak mau memaafkan. aku bukan anak mama mu.
braga menghembuskan nafas kasarnya. matanya mulai memerah menahan marah.
" jangan terus menerus memprovokasi dara. kau sudah keterlaluan.
dara tertawa dengan wajah tidak percaya.
" memprovokasi? aku? memang apa yang aku lakukan? apa kau tau? ibu mu memaki ku tadi. dia menyuruhku untuk sadar diri karena aku mandul. apa kamu ingat mas? dokter bilang, aku keguguran karena terlalu stres. kau tahu kenapa aku begitu stres? karena mama mu. semua karena mama mu!!!
dara berteriak sekuat mungkin melampiaskan amarahnya.
" dara!!!. sejak kapan kamu begini? oh,. atau sejak berselingkuh dengan bima? bima mengajari mu semua ini? "
tanya braga dengan intonasi membentak.
dara membulatkan mata. matanya sudah begitu banyak meneteskan air mata.
__ADS_1
" berselingkuh? kamu menuduh ku berselingkuh? kamu sadar dengan ucapan mu mas?
" tentu saja. bukankah kalian sedang merasa bahagia hari ini? sayang sekali, kau menggunakan hotel yang sedang bekerja sama dengan perusahaan ku. aku terpaksa melihatmu dan bima keluar dari gedung hotel.
dara terkekeh.
" baiklah. anggap saja aku berselingkuh. sekarang, buang aku jauh dari mu mas.
ucap dara penuh kemarahan.
" yang harus kamu lakukan sekarang adalah menjelaskan.
" penjelasan tentang apa yang kamu mau mas?
" kenapa kalian keluar dari hotel itu?
" kau membuatku sangat jijik melihatmu mas. kamu menuduh terlebih dahulu, baru kamu minta aku menjelaskan? kamu sudah tidak waras. sedikit pun tidak akan pernah aku jelaskan. simpulkan saja pemikiran kotor mu."
dara bangkit meraih koper dan menutupnya. tak perduli berapa banyak baju yang masuk kedalam koper.
" tunggu!
braga menggenggam pergelangan tangan dara.
" baiklah. aku minta maaf jika aku keliru. apapun yang terjadi tentang kamu dan bima, aku tidak akan mempermasalahkan. sekarang, hanya lihat aku. cukupkan hatimu hanya untukku.
" aku, tidak berminat dengan cinta busuk mu itu!
braga semakin mengeratkan genggamannya. kata kata yang diucapkan dara benar benar menyakitkan. cinta yang selama ini begitu tulus, dengan mudahnya dianggap cinta busuk.
" lepas mas. aku benar benar tidak ingin berada di neraka ini lagi.
braga menarik tangan dara mendekatkan tubuhnya. lalu memeluk.
" jika masalahnya karena rumah ini yang seperti neraka bagimu, kita akan keluar bersama dari sini.
" aku tidak ingin mempercayai apapun yang kau janjikan mas. jangan membuat janji yang tidak bisa kamu tepati.
" beri aku waktu beberapa hari lagi untuk membujuk mama.
ucap braga memohon.
maria mendengar suara dara yang begitu lantang di dapur. pembantu yang tidak pernah mendengar dara marah juga sangat terkejut.
" wuah,,.. pasti seru sekali. hahahaha
pembantu yang tengah membersihkan dapur terkejut mendengar ucapan maria.
" non maria, nona dara tidak apa apa kan?
" hahaha,.. bibi penasaran ya?
" heee,.. tidak non.
__ADS_1
.....................