Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Ciuman dari Hana


__ADS_3

Masih di pesta ulang tahun perusahaan.


rasa ingin tahu para sahabat yang mengenal Dara dan Braga menjadi semakin tak terkendali. mereka saling berbisik satu sama lain. beberapa orang menatap Mama dan Hana sinis.


Mama mengepalkan tangan marah. mendekati Dara yang sedang sibuk berbincang. menyeretnya ke tempat yang cukup sepi.


Dara hanya mengikuti kemana Mama akan membawanya sembari menahan sakit karena cengkraman tangan Mama.


" sudah puas kamu mempermalukan saya? kamu pikir kamu siapa berhak melakukan ini semua. kamu hanyalah sampah yang tidak bisa di daur ulang. kamu sangat menjijikan."


ucap Mama. matanya bulat sempurna. sedikit memerah karena marah.


" saya tidak melakukan apapun. " ucap Dara dengan wajah bingung.


" kamu bodoh atau apa hah?!! didepan banyak orang kamu mengatakan bahwa Hana adalah ibu dari anak suami kamu. itu penghinaan. beruntung sekarang ada di pesta. kala tidak,


" kalau tidak apa? mau menampar saya? mau menghina saya? mencela dan mencaci maki saya seperti dirumah? lakukan saja. tidak perlu sungkan. lagi pula, saya tidak pernah mempermalukan anda. karena sedari tadi, anda sudah mempermalukan diri anda sendiri. memang anda tidak sadar? anda mengenalkan Hana dengan semua tamu disini. yang mereka tahu, akulah istri mas Braga. dan hari ini, anda telah menghancurkan nama baik anak anda dan anda sendiri. saya yakin anda orang yang pintar. jadi pikirkan kembali ucapan saya. jika anda masih tidak menyadari kesalahan anda, berarti, saya terlalu meyakini anda. saya permisi. " Dara meremas jemarinya sembari meninggalkan Mama yang mematung dengan wajah marah. sejujurnya hatinya sakit harus memaki Mama mertuanya. tapi entah mengapa, keberanian itu muncul secara tiba tiba.


Braga meneteskan air mata melihat pertengkaran kedua orang yang sangat ia sayangi. Braga menghapus air matanya dan menghampiri Mama.


" ma, sudah. lebih baik kita pulang sekarang ya? jangan terlalu dipikirkan. " mencoba menenangkan.


" kamu lihat ga? istri kamu begitu berani memaki Mama. mulai sekarang, kamu harus memikirkan tentang perceraian ga. Mama tidak tahan didekat dia.


" ma! " bentak Braga reflek.


Mama terperanjak terkejut.


" maaf ma, maaf. bukan maksut aku memarahi Mama. aku akan melakukan apapun. tapi tolong, jangan minta aku menceraikan Dara. " ucap Braga sembari menggenggam jemari Mama.


Mama menepis tangan Braga.


" Mama kecewa sama kamu ga. kamu masih terus membela wanita itu. " mama meninggalkan Braga dengan wajah kesal.


Pesta telah usai. Dara dan Maria kembali ke rumah.


Mama Braga dan Hana sedang duduk bersama. nampak kue ulang tahun dengan angka sesuai umur Braga. tak lama kemudian, Mama dan Hana menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Dara dan Maria hanya melihat dari kejauhan.


" mereka kejam sekali.sama sekali tidak menunggu kita. pergi dari pesta juga tidak memberi tahu kita. " ucap Maria sebal dan heran.


" tidak masalah.mereka ingin menghabiskan waktu bersama. aku akan melihat pemandangan ini sampai final. karena ini adalah hari ulang tahun mas braga yang terakhir sebagai suamiku. " ucap Dara dengan penuh keyakinan. keputusan yang diambil saat ini bukan keputusan yang sepele.

__ADS_1


Maria membulatkan mata terkejut.


" ma, maksut kakak?


Dara menatap Maria. memegang kedua bahu Maria.


" Maria, aku tahu ini terdengar egois. tapi, keputusan ini, sudah aku pikirkan matang matang. tanpa didasari kemarahan. aku akan bercerai. " kata cerai yang selama ini dihindari , sekarang dengan penuh keyakinan diucapkan.


" kak Dara. tapi, kakak yakin akan pergi begitu saja? kakak dengan rela melepaskan mas Braga? tanpa membalas sedikitpun?


Dara tersenyum. " aku, sudah memberikan hukuman yang mungkin akan menyakitkan. tidak! pasti sakitnya akan diingat seumur hidup.


Maria meremas tangannya. " apa saran dariku begitu berpengaruh? sebenarnya, aku tidak ingin sampai begini. tapi, aku juga tidak tahu sekarang harus bagaimana. " batin Maria.


" kak, kakak apa sudah sangat yakin? apa kakak melakukan ini karena saran dariku? "


mencoba memastikan.


" tidak ada hubungannya dengan saran darimu Maria yang cantik. aku memikirkan ini, berdasarkan pemikiran dan hatiku sendiri.


Maria mendesah lega.


" lalu bagaimana nanti dengan bayi kakak?


Dara tersenyum dan memegang perutnya yang nampak buncit.


Maria mengerutkan dahi. " anak anak? " tanya Maria bingung.


" twin. aku punya dua bayi. " ucap Dara sembari tersenyum senang.


Maria menutup mulutnya karena terkejut dan bahagia. " wuah,... selamat kak.


wajah bahagia Dara seketika menghilang dari wajahnya. pandangannya lekat menatap Braga dan Hana.


Maria yang tengah memperhatikan wajah Dara, akhirnya mengikuti arah pandangan Dara.


" ya ampun!!! " ucap Maria terkejut.


Hana tengah mencium bibir Braga. tadinya, Braga berniat mendorong tubuh Hana saat melihat ada Dara. tapi, niatnya ia urungkan mengingat perselingkuhan Dara dan Bima.


" selamat ulang tahun papanya Ameera. " ucap Hana sembari tersenyum.


Dara dan Maria datang mendekat. Mama tersenyum penuh kemenangan. Braga terdiam dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


" selamat ulang tahun mas. oh iya, besok malam, aku sudah mempersiapkan pesta yang sederhana di sebuah hotel. aku harap, Mama mas Braga bersedia menerimanya. ah,. juga kamu Hana. kamu boleh datang. " ucap Dara sedikit memohon sembari tersenyum.


" maksut kamu, kamu mau mempermalukan kami lagi begitu? " tanya mama dengan wajah marah.


Hana mengepalkan tangan mengingat kejadian di pesta.


" hahahaha,.... tidak perlu khawatir ma, aku bersumpah. aku tidak akan mempermalukan siapapun. aku akan membagikan kebahagiaan untuk kalian semua. aku janji. percayalah. ucapan ku ini, sangat bisa dipercaya. betul kan Maria?


" i, iya.


" bagaimana wajahmu bisa terlihat sangat kuat kak. padahal tanganmu gemetar. maaf kan aku mas Braga. aku juga ikut andil dalam hubungan rumah tanggamu. aku, hanya ingin kalian tidak saling menyakiti lagi. " batin maria.


" ok. kami akan datang. " ucap mama penuh keyakinan.


" terimakasih ma. dan semua. aku masuk ke kamar dulu.


Braga masih termangu menyesali tindakannya.


" apa yang sedang aku lakukan? aku tadi hanya ingin membalas Dara kan? lalu kenapa hatiku yang terluka sekarang?


Braga bangkit dan berjalan menuju kamar. saat memegang handle pintu, ternyata dikunci. Braga mengetuk pintu beberapa kali. tapi tak juga mendapat respon. Braga meraih ponsel dan mencoba menghubungi Dara. juga tak ada respon sama sekali.


Didalam kamar. Dara duduk dipinggiran tempat tidur. matanya basah dibanjiri dengan air mata.


" maaf mas. aku tidak mau melihatmu lagi. kalau aku membuka pintu, kau pasti akan memeluk dan meminta maaf. hatiku selalu mudah luluh saat kamu melakukan itu.


Braga meninggalkan kamar karena cukup lama menunggu, tapi tidak juga direspon. Braga duduk termenung di ruangan kerjanya. tidak dapat lagi menahan air mata yang sudah ingin jatuh sedari tadi.


" maaf Dara. aku tau, kamu pasti sedang menangis. aku tidak menyangka, kalau aku sendirilah yang merasa sakit saat ini. aku tidak bisa mengendalikan rasa cemburu ini. aku sangat takut kehilangan kamu. tapi, aku sendirilah yang perlahan membuatmu menjauh. maaf,.. maaf kan aku Dara. " Braga terisak.


Braga meraih ponselnya dan mengirim pesan untuk Dara.


" sayang, apa aku sudah boleh masuk?


Braga mengirimnya berkali kali.


" *maaf mas. setelah pesta ulang tahunmu besok, pintu ini tidak akan aku kunci lagi. aku berjanji.


" baiklah. ada yang ingin aku jelaskan.


" besok saja mas. sekali lagi, selamat ulang tahun mas. maaf kali ini, aku jadi orang terakhir yang mengucapkannya.


" tidak masalah. terimakasih. aku mencintaimu*.

__ADS_1


Dara meletakkan ponselnya sudah tak berniat ingin membalas pesan dari Braga.


....................


__ADS_2