Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
EKSTRA PART


__ADS_3

Tawa riang anak berlarian menambah kesan bahagia pagi ini. Beberapa tamu undangan yang kini telah memenuhi ruangan menimbulkan kebisingan saling bertegur sapa.


Maria menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Menatap wajahnya yang terlihat cantik dengan riasan pengantin. Mencoba tersenyum untuk mengusir ketegangan diwajahnya.


"Maria....?" Suara seseorang yang sudah beberapa bulan tak ia dengar. Maria melihat pantulan Mama di cermin. Mama tersenyum memandangi gadisnya kini terlihat cantik.


"Kamu cantik sekali hari ini nak." Ucap Mama sembari memegangi pundak Maria. Menatap penuh kasih juga kerinduan.


"Terimakasih." Balas Maria yang tak tahu ingin mengatakan apa saat melihat Mama ada didekatnya.


Mama melangkah hingga kini berada tepat dihadapan Maria. Dengan mata berkaca-kaca penuh haru juga kesedihan.


"Maaf,... Mama tahu. Kedatangan Mama ini, tidak ada satupun dari kalian yang menginginkannya. Tapi, Mama ingin sekali melihatmu menikah." Ucap Mama sembari menyeka air matanya.


"Ma, apa Mama tahu? hukuman yang diberikan Papa ini terlalu ringan. Cobalah untuk lebih memikirkan perasaan Papa." Ucap Maria yang kini terlihat bersedih.


"Ringan? Papamu menceraikan Mama. Memblokir Mama dari kehidupan kalian. Kakek mu mengasingkan Mama. Bukanya lebih baik Mama tinggal dipenjara?" Tanya Mama sembari menatap Maria penuh kekesalan juga rasa kecewa yang amat dalam.


"Ma. Seandainya, kata-kata jika itu berlaku didunia ini, maka aku ingin menggunakan kata-kata jika itu menjadi seperti ini. *Jika saja kau bukan Mamaku.*


Pesta pernikahan terus berlangsung. Suka cita itu yang dirasakan para anggota keluarga. Tak nampak lagi Mama setelah menemui Maria.


Braga dengan telaten membantu Dara yang sudah mulai kesusahan untuk berjalan.


"Sayang, bagaimana kalau kamu pakai kursi roda saja?


"Tidak Mau. Jangan memperlakukan aku seperti orang jompo.


"Baik Tuanku.


Erick menatap Dara lekat.


"Hei wanita yang tersimpan di hati. Hari ini kau terlihat sangat cantik. Perut besar mu tidak memudarkan kecantikan mu. Aku akan selalu mencintaimu. Maafkan aku jika aku akan mengecewakanmu nanti. Kau adalah masa lalu yang tak bisa ku perjuangkan menjadi masa depan. Maka biarkan aku menjadi saksi kebahagiaanmu dimasa kini dan di masa depan. Maaf sekali lagi. Aku tetap akan mencintaimu hingga batas waktu yang tak bisa ku tentukan." Batin Erick sembari menatap Dara dari kejauhan.


Enam bulan berlalu. Braga semakin memperlakukan Dara layaknya tuan putri. Membuat Dara pusing karena tak memiliki hal yang harus dikerjakan. Hampir setiap hari Dara memprotes sikap suaminya.


"Mas, Ayolah,... aku sudah seperti Nyonya besar saja. Siang James diasuh oleh Narti malam bersama Lia. Aku ingin mengurus James sendiri. Terlalu banyak istirahat membuatku sakit kepala setiap hari." Gerutu Dara sembari mengekor dibelakang suaminya yang sibuk bersiap untuk ke kantor.

__ADS_1


Braga mencium bibir Dara membuatnya berhenti mengomel.


"Kau hanya perlu mengurusku. Siang dan malam. Bagaimana?" Ucap Braga tersenyum mesum.


"Dasar gila! kalau begini terus, James pasti akan mengira Narti dan Lia adalah Mommy nya." Jawab Dara merengut sebal.


"Kalau begitu, kau bisa pergi berbelanja setiap hari agar terhindar dari sakit kepalamu kan?" Braga mengelus kepala Dara. Menciumnya dan langsung beranjak pergi untuk berangkat bekerja.


Dara mengikuti langkah suaminya hingga sampai ke pintu utama.


"Mas,.. kamu pulang selalu tengah malam. Apa kamu sedang berselingkuh?" Tanya Dara. Wajahnya terlihat sedih.


Braga menahan tawanya.


"Iya. Aku berselingkuh. Istriku mengomel setiap hari. Jadi aku berniat mencari selingkuhan yang tidak bersuara." Jawab Braga dan langsung masuk kedalam mobil.


"Baiklah. Cari perempuan sana. Aku juga akan pergi keluar dan mencari gigolo." Ketus Dara.


"Gigolo itu tidak sebanding dengan ku. Lebih baik jangan melakukan itu. Kamu hanya akan kecewa." Braga tersenyum dan melambaikan tangan.


"Nyonya,... Tuan itu sayang sekali ya sama Nyonya. Saya jadi iri." Saut Narti yang selalu menjadi penonton protesnya Dara setiap pagi.


"Huh! kalian terlalu memandang tinggi Braga yang gila itu. Berikan James padaku." Dara mengulurkan kedua tangannya meminta agar Narti memberikan James padanya.


"Tapi Nyonya.


"Jika kau menolak, Aku akan membekukan gaji mu bulan ini." Ancam Dara. Dengan cepat Narti menyerahkan James kedalam pelukan Dara.


"Aku akan membawa James ke kamar. Nanti tolong ingatkan aku saat Jam pulang sekolah Jojo dan Jean ya?.


"Baik Nyonya. Narti dan Lia.


Pesta ulang tahun Papa.


Dara, Braga, Jojo, Jean dan James datang bersamaan. Setelah perdebatan kecil untuk memperebutkan hak menggendong James, akhirnya Braga berhasil memenangkannya.


"Hei.... James. Wuah...!!! dia tampan sekali." Ucap Hana sembari mengelus pipi James.

__ADS_1


Dara dan Hana saling berpelukan saat mereka bertemu.


Maria dan Erick juga telah datang. Seperti biasa. Pasangan ini memang terlihat sering berselisih paham. Sangat nampak diwajah Maria saat sedang sedih.


Tak ada lagi yang bisa membuat bibir Erick tersenyum jika bukan karena melihat Dara. Tatapan penuh cinta yang selalu ditunjukan Erick secara diam-diam. Maria mencengkram gelas yang berisi anggur. Matanya tajam menatap Erick yang begitu menggilai kakak iparnya.


"Selalu seperti ini. Memang aku yang salah. Dari awal aku yang salah. Seandainya aku tidak buru-buru untuk menikah, maka aku tidak perlu melihatmu mengagumi wanita lain. Mata mu penuh kebohongan saat menatapku tapi saat melihat Dara kau sama sekali tidak bisa menyembunyikannya. Lalu aku harus apa? menyerah? atau bertahan sampai kau bisa melihatku dengan tatapan seperti kau menatap Dara?" Maria tak sanggup lagi untuk melihatnya. Maria memutuskan untuk pergi dan masuk kekamar lamanya.


"Braga?" Suara wanita paruh baya yang terdengar asing bagi Braga.


"Iya." Braga menatap penuh tanya. Siapa wanita yang berada dihadapannya.


Wanita itu menatap Braga penuh kerinduan hingga terjatuh buliran air mata di pipinya.


Braga semakin dibuat bingung.


"Nyonya? apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Braga.


"Aku, aku ini." Ucap wanita itu terbata-bata.


"Iya?


"Aku Rini. Ibu kamu.


Braga terkejut tanpa kata. Ibu Rini semakin tak bisa menahan banyaknya air mata yang jatuh. Puluhan tahun menahan rindu. Braga ikut menangis dan memeluk menyamping karena James ada di dekapannya.


Tawa kebahagiaan semakin lengkap rasanya. Dara dan Braga saling menatap dengan senyum bahagia diwajahnya. Hari bagia seperti sekarang ini semoga tidak akan pernah berakhir. Ibu Rini sibuk mengendong James sembari bermain bersama anak-anak Braga lainnya.


Papa berdiri dan mengumumkan sesuatu. Papa mengatakan bahwa ia akan menikahi Rini. Semua bersorak bahagia. Maria ikut tersenyum meski ada sedikit pilu dihati.


Ma,....Hari ini Papa mengumumkan kepada kami semua bahwa Papa akan menikahi Ibunya Mas Braga. Aku bahagia untuk Papa tapi aku juga sedih untukmu. Maaf Ma aku tidak berada disamping mu. Dimana pun Mama berada, hiduplah dengan baik. Carilah kebahagiaan mu sendiri. Dan untukmu, aku mencintaimu meski kau tidak melihatku Maria.


Aku menikahi mu karena aku yakin akan cinta yang aku miliki. Menggenggam tangan mu hingga maut yang memisahkan adalah harapanku. Tetaplah bersamaku. Menyaksikan anak cucu kita tumbuh dewasa setiap hari. Melihat wajah keriput kita nanti dan saling menggoda. Aku memang tidak bisa menjanjikan apapun selain harapan-harapan ku. Jika saja aku boleh menentukan takdir, Aku ingin menutup mata selamanya bersama denganmu. Braga.


Aku mencintaimu. Terimakasih karena telah memberikan jutaan kebahagiaan juga luka yang membuatku semakin mencintaimu. Terimakasih untuk cintamu yang hanya kau tujukan kepadaku. Terimakasih Karena membuatku nyaman bersama mu. Aku tidak memiliki apapun untuk dikatakan selain. Aku mencintaimu dan juga anak-anak kita. Dara.


Terkadang, aku bertanya-tanya pada diriku. Apakah aku bisa bahagia setelah apa yang aku lalui? dan kini aku mendapatkan sebuah jawaban juga bukti. Kebahagiaan adalah milik semua orang. Kebahagiaan yang sejati, adalah kebahagiaan yang kau dapat dengan benar. Jangan merebut atau memaksa maka hasilnya akan baik untukmu. Hana.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2