Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Rencana licik Selli


__ADS_3

Pagi hari. Seperti biasa, Braga dan Dara mengantarkan kedua anaknya saat akan berangkat ke kantor.


Sesampainya dirumah orang tua Braga. Kali ini, Dada sengaja ingin ikut mengantarkan anak-anaknya ke dalam bersama Braga.


"Mas Braga?..." Ucap Selli sembari berjalan mendekati Braga yang melintasi meja sarapan.


"Tunggu!!." Ucap Dara menghentikan langkah kaki Selli yang sudah semakin dekat dengan Braga.


"maaf,... rasanya kurang sopan menyambut kedatangan suamiku dengan caramu barusan. Terlebih, ada anak-anaknya yang melihat." Ucap Dara sembari tersenyum sopan.


"Kau tidak memahami kami. Braga adalah orang yang amat penting bagiku." Ucap Selli sembari menatap Braga penuh kasih sayang.


Dara berakting kaget.


"benarkah? wuah,..... Aku jadi sedih. Kamu jahat sekali Mas." Protes Dara dengan wajah manja dan sedihnya.


"Sayang,.. Kamu dengar dia bilang apa kan? dia bilang aku orang penting baginya. tapi bagiku, orang yang paling penting adalah kamu dan anak-anak." Ucap Braga sembari mendekati Dara dan mencium keningnya.


"Ya ampun,..... Hampir saja aku terpengaruh Mas. Kalau dipikir-pikir, kamu juga tidak mungkin akan berselingkuh kan?" Tanya Dara meski bibirnya tersenyum, matanya sedikit melotot mengancam.


"Aku akan berselingkuh jika kau memiliki saudara kembar yang sama persis denganmu. Kalau tidak sama dengan dirimu, untuk apa berselingkuh. Selain kamu, tidak ada wanita lain yang membuatku tertarik." Ucap Braga sembari mengandeng tangan kedua anaknya untuk mengantarnya kekamar Maria yang sedari tadi sudah selesai sarapan.


"Maaf ya?,... Kata-kata suamiku agak menyakitkan. Semoga kamu memiliki hati yang lapang dan juga kesadaran diri. " Ucap Dara menepuk bahu Selli dan berlalu menyusul suami dan kedua anaknya.


Dimeja makan, Hana tersenyum sembari menggelengkan kepala.


" Aku pernah melakukan hal yang kurang lebih sama. Tapi yang aku dapat hanya rasa malu saja. Kurasa, bukan malu yang kau rasakan, tapi ........" Hana tersenyum sinis.


Setelah mengantar kedua anaknya kekamar Maria, Dara dan Braga bergandengan tangan melewati penghuni rumah yang lain tanpa sapa. Jika tak ada Papa dirumah, Braga hampir tidak pernah menyapa siapapun.


"Mas Braga,..Tunggu!" Selli sengaja menunggu Braga diruang tengah.


"apa?!" Tanya Braga tanpa menatap Selli.


Selli menatap tangan Dara dan Braga yang saling menggenggam. Ada rasa iri dan juga kebencian saat melihatnya.


"Berani sekali kalian bergandengan tangan dihadapan ku. Kamu sudah benar-benar melupakan aku Mas? kita menjalin hubungan selama tiga tahun. Apa itu tidak ada artinya bagimu? meskipun itu hanya masa lalu, tapi aku tidak akan membiarkan ini hanya menjadi kenangan semata." Ancam Selli dalam hati.


"Mama mengundang mu makan nanti malam. Maria ulang tahun hari ini Mas. Aku mengingatkan. Takutnya kamu lupa." ucap Selli sembari tersenyum.


"Tentu saja aku ingat. Tidak mungkin aku melupakan hari ulang tahun adikku satu-satunya." Ujar Braga sembari menatap Selli dengan kesal.


"wanita ini membuang-buang waktu ku saja. apa yang dia inginkan? mengulang masa lalu? tidak mungkin kan?" Batin Braga.

__ADS_1


"Centil sekali. Aku tidak akan memberikan kesempatan untuk kau merayu suamiku. Meskipun Mas Braga menolak, tetap saja aku tidak akan membiarkan kau menatap suamiku dengan tatapan cinta mu." Batin Dara. matanya menatap sinis ke arah Selli.


"Sejujurnya, aku sudah kehilangan kesabaran. Aku hanya mau Braga dan hartanya. Yang lainya, aku tidak perduli." Batin Selli sembari terus menatap Braga dengan senyum penuh arti.


"Tidak ada lagi yang lain? aku harus mengantar istriku sekarang. Kami permisi." Ucap Braga dan langsung meninggalkan Selli sendiri.


Dara memutar pandangannya menatap Selli yang berada dibelakangnya. Dara tersenyum sinis sembari menatap Selli tajam.


"Wanita bodoh! kau sedang mengancam ku dengan tatapan mu itu? kau pikir aku takut? lihat saja. Aku akan memberikan kejutan kecil untukmu nanti. Semoga bisa membuatmu terkesan dan tidak akan kau lupakan seumur hidupmu." Ucap Selli yang membalas tatapan Dara dengan liciknya.


"Apa yang akan dia lakukan?" Batin Hana yang memperhatikan Selli dari jarak beberapa meter.


"dia benar-benar terlihat tidak main-main. Baiklah,... aku juga akan ikut bermain." Gumam Hana dalam Hati sembari menjauh dari Selli sebelum dia menyadarinya.


"Mas, sepertinya dia terobsesi sekali dengan mu." Ucap Dara sembari menatap Braga yang mengemudi disampingnya.


"Lalu aku harus bagaimana? Mama yang membawa kerumah." Jawab Braga sembari terus berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.


"Papa kapan kembali kesini?


"Nanti pukul empat sore. apa kau merindukan Papa?


"Tentu. Papa sudah mulai tua. Tapi dia masih sibuk mengurus bisnisnya. apa dia tidak lelah?" Tanya Dara penasaran.


"begitulah Papa. Meskipun sudah dilarang, tetap saja tidak perduli. Bisnis Papa ini adalah bisnis turun temurun yang harus maju. Ini menjadi beban tersendiri untuk Papa.


"Kau tidak berniat ingin membantu?" tanya Dara sembari mengeluarkan sekotak buah kiwi dari tas nya.


"Bisnis pribadi Papa yang saat ini aku jalankan sudah membuatku lelah. Aku harus memilah dengan cermat tiap tindakan agar berhasil cepat dan memuaskan. Aku tidak mungkin mengambil bisnis itu. Bisa-bisa aku kehilangan waktuku untuk anak dan istriku." ucap Braga sembari mengunyah suapan buah yang Dara berikan.


"Kau semakin membuatku jatuh cinta Mas." Ucap Dara tersenyum mendengar kalimat yang keluar dari mulut Braga. Sangat romantis batinnya.


" Wajah tampan di atas rata-rata ku ini sudah cukup membuatmu jatuh cinta setiap hari kan? kalau Maria sudah waras, Papa berniat memberikan bisnis itu untuknya." Ucap Braga masih berkonsentrasi mengemudi.


"Narsis mu luar biasa. Maksud mu?" Tanya Dara yang penasaran mendengar kalimat kalau sudah waras.


"Apa kau tidak heran? usianya sudah mau tiga puluh tahun. Tapi belum mau menikah. Tidak mau juga bekerja. Aku bingung cara untuk membujuk adikku yang pemalas itu. " gerutu Braga.


Dara terkekeh.


"Sudahlah, nanti akan kucoba bicara dengannya." ucap Dara.


"Aku berharap, dia mau mendengar saran darimu.

__ADS_1


"Aku harap juga begitu.


Di rumah orang tua Braga.


"persiapkan semua dengan matang. Ingat. Aku hanya ingin kalian memberikan pelajaran untuk wanita itu. Jangan sampai membuat nyawanya menghilang. Photo nya sudah aku kirim. Jangan sampai kalian salah orang." Ucap Selli melalui sambungan telepon.


"kamu tidak akan bisa sombong lagi Dara. aku akan mengambil jodohku yang kamu rebut." gumam Selli sembari tersenyum licik.


Sementara didalam kamar Hana.


Hana berjalan ke kanan dan ke kiri. Mondar mandir kebingungan memikirkan apa rencana Selli.


"Sial!! aku tidak sempat memasang alat penyadap di kamarnya. Selain beresiko, aku tidak memiliki alasan untuk masuk ke kamarnya. Orang seperti dia pasti banyak perhitungan. Aku harus ikut kesana." Batin Hana yang masih mondar mandir tak jelas.


Malam saat acara ulang tahun Maria.


semua anggota keluarga datang memberikan selamat. Begitu juga dengan Dara dan Braga yang baru saja tiba.


"Selamat ulang tahun Maria. maaf terlambat. Jalan menuju hotel ini sangat macet." Ucap Dara mencium pipi kanan dan kiri lalu menyerahkan sebuah hadiah untuknya.


"Terimakasih kak. Aku juga tidak tahu kalau akan semeriah ini. Mama bilang hanya makan malam di hotel ini." Gerutu Maria.


Maria dan Dara asyik bercengkrama. Braga menemui Papa yang belum lama kembali dari tugas bisnisnya.


Selli tersenyum licik menatap Dara dari kejauhan. Berjalan mendekati Dara.


"Ups.... Sorry. Aku tidak sengaja." Ucap Selli sembari menutup bibirnya. Berpura-pura kaget setelah menumpahkan segelas anggur yang ia pegang.


Dara mengelap dress yang ia gunakan menggunakan telapak tangannya sembari menatap Selli sebal.


Maria mendorong dada Selli hingga mundur beberapa langkah.


"Kau sengaja ya?! jangan macam-macam dengan kakakku." Bentak Maria. karena Suasana yang agak bersisik, Braga tak mendengar apapun selain pembicaraannya dengan Papa.


"Sudahlah Maria. Tidak ada gunanya memarahi dia. Aku harus ke toilet sekarang." Ucap Dara dan langsung beranjak menuju toilet.


Sesampainya di toilet.


"sepi sekali." Batin Dara sembari menyalakan keran air.


"Hai Nona cantik,....


Dara terkejut melihat dua orang laki-laki keluar dari dalam toilet dan mendekatinya.

__ADS_1


................................


__ADS_2