Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
kembali ke indonesia


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Dara jojo dan jean tengah asik menikmati hari di sebuah taman bermain.


di tempat lain. para staf dan asisten tengah sibuk mondar mandir untuk memperbaiki file yang salah. semenjak kepergian Dara, Braga berubah menjadi sosok yang dingin dan sangat tidak kenal toleransi.


lembaran kertas berhamburan dilantai. asisten Mira sibuk memunguti lembar demi lembar.


" kapan Saka akan kembali ke kantor pusat? "


tanya Braga tanpa menatap asisten Mira. matanya tengah sibuk menatap tab di tangannya.


" kalau tidak ada halangan, lusa sudah bisa kembali pak presdir. " jawab asisten Mira sembari menyusun lembar file yang telah ia pungut.


Braga meletakkan tab nya. jarinya saling mengikat dan meletakkan di depan wajahnya.


" jadi, mau berapa kali kalian melakukan kesalahan? atau kalian sengaja menunggu Saka kembali dan menyuruhnya untuk mengerjakan ini? " tanya Braga dengan wajah marah.


" tentu tidak presdir. saya akan mengawasi langsung para staf agar tak melakukan kesalahan lagi.


" jangan memberiku janji lagi. aku sudah muak dengan janji kalian yang tidak bisa dipercaya.


" baik pak presdir. saya akan bersungguh sungguh kali ini. " ucap Asisten Mira sedikit gemetar.


" keluarlah. dan kerjakan tugasmu dengan benar. pastikan tidak ada kesalahan sedikitpun. " perintah Braga dengan tatapan dingin.


" ba,. baik. pak presdir.


asisten Mira meninggalkan ruangan Braga. sesampainya diluar ruangan, asisten Mira menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan. beberapa staf datang mendekati asisten Mira.


" bagaimana asisten Mira? apa yang harus kita lakukan? " tanya para staf yang takut dan bingung.


" kalian masih bertanya? tentu saja memperbaiki file yang salah kemarin. ingat! kalian di beri upah tinggi di perusahaan ini, bukan untuk bersantai. kita lembur hari ini sampai semuanya selesai.


" huh! inikan pekerjaan sekretaris Saka. dia adalah karyawan jenius. tidak mungkin bisa disamakan dengan kita. " keluh salah satu staf.


" dia jenius karena dia tidak pemalas. jangan selalu mengandalkan sekretaris Saka. kita harus bisa menyelesaikan ini tanpa kesalahan sedikitpun.


" baik. ah,.. semenjak nyonya presdir pergi, kita jadi gemetar saat melihat pak presdir.


" jangan bicara omong kosong! " bentak asisten Maria. " mulailah bekerja sekarang!


" baik.


ditempat lain.


" mommy, aku mau naik itu. " pinta Jean sembari menunjuk salah satu wahana.


" iya tentu saja boleh. " ucap Dara sembari mengusap pipi Jean.


" ternyata pergi ke tempat seperti ini, membuat kepala ku pusing. tidak bisakah kita pulang saja mom? " tanya Jojo dengan wajah malasnya.

__ADS_1


" kau adalah anak anak. kenapa tidak senang pergi ke tempat seperti ini. setiap kali kita datang kesini, wajahmu selalu berubah masam.


Jojo mendesah sebal.


" terlalu ramai. aku tidak suka. banyak suara membuatku pusing. mommy, lebih baik kita,-


ponsel Dara berdering.


" sebentar sayang, mommy angkat telpon dulu ya.


Jojo dan jean mengangguk.Dara meninggalkan Jojo dan Jean beberapa langkah.


tak lama kemudian, Dara kembali mendekati Jojo dan Jean dengan wajah sedih.


" mommy kenapa? tanya Jojo dan Jean.


Dara berjongkok didepan kedua anaknya yang terus memandangi wajahnya.


" seandainya kita pulang ke indonesia, apa kalian setuju?


" tentu saja. " jawab Jean dengan wajah antusias.


berbeda dengan Jean, Jojo sedikit curiga dan khawatir.


" mom, ada yang tidak beres?


" huh! anak ini, sulit berbohong didepannya. " batin Dara.


" em, baiklah. tapi mom, kenapa kita harus buru buru pulang kesini. ini untuk yang pertama kami akan ke indonesia. dari lahir sampai sekarang, kami belum pernah bertemu langsung dengan kakek dan nenek. tidak bisakah jangan buru buru pulang kalau kakek sudah sembuh? " tanya Jojo dengan tatapan menyelidik.


Dara tersenyum menyembunyikan kegugupannya.


" kalian kan harus bersiap untuk sekolah? kalau terlalu lama di indonesia, nanti bagaimana dengan sekolah kalian? jadi,.


" kita bisa bersekolah di indonesia kan mom?


belum selesai mengatakan semua alasannya, Jojo dengan cerdik memangkas alasan Dara.


Dara menelan ludah sembari menatap Jojo.


" hahaha baiklah anak pintar. kita lihat saja nanti. tapi, kalian harus ingat pesan mommy ya.


" i know. don't ask question about dady and don't be naughty. " jawab Jean.


Dara tersenyum dan menganggukkan kepala.


" baiklah. kita sudah sepakat. come on. back to home.


sesampainya dirumah. Dara sibuk mengemas pakaian dan perlengkapan untuk kembali ke indonesia. sejenak Dara terdiam sembari berfikir.

__ADS_1


" semoga tidak akan ada masalah. aku masih saja takut. ini sudah enam tahun kan? tapi hatiku gelisah. sudahlah, aku tidak punya pilihan lain. tidak mungkin juga aku menitipkan anak anakku kepada bibi asuh untuk waktu yang lama.


ditempat lain.


Braga kembali kerumah setelah selesai bekerja.


" mas, " panggil Hana.


Braga menghentikan langkahnya dan menatap Hana. tidak menjawab tapi matanya seperti menunggu Hana mengatakan keinginannya.


Hana mendekati Braga. " mas, tadi ada undangan dari salah satu kolega kamu. dia minta kita datang untuk menghadiri acara peresmiannya.


Braga menatap Hana tajam. " pergilah jika kau ingin pergi. aku tidak berminat datang bersamamu. " Braga hendak berjalan meninggalkan Hana.


" tunggu mas. " Hana menahan langkah Braga dengan mencengkram lengan Braga.


" ini sudah enam tahun mas, kamu terus memperlakukan aku begini. apa aku tidak ada artinya sama sekali? " Hana terisak.


Braga menepis tangan Hana.


" tidak. kau tidak ada artinya sama sekali bagiku. " Braga melangkahkan kaki meninggalkan Hana yang terisak. baginya, dunia yang penuh dengan cinta, kini telah binasa bersama perginya Dara. tidak ada lagi yang pernah melihat Braga tersenyum.


" Hana, panggil Mama sembari berjalan mendekati Hana yang terisak.


" Braga membentak mu lagi?


" iya. " Hana mengusap air matanya.


" sudahlah. jangan terlalu banyak menuntut. pergi dan temani Ameera.


Hana berjalan menuju kamarnya. Mama termangu sendirian.


" kenapa putraku berubah menjadi semakin menakutkan. dulu, aku pikir ini hanya reaksi sementara Braga karena syok. tidak disangka, semakin hari, semakin tidak bisa terkendali. bukan hanya Braga, Papa juga jarang berbicara semenjak dia tahu tentang wanita itu. wanita itu membuat masalah bahkan setelah dia pergi.


Braga terduduk ditepian tempat tidur. memandangi photo Dara bersama dirinya.


" mau berapa lama lagi kamu bersembunyi Dara? berapa lama lagi hukuman ini berakhir. aku hampir tidak kuat lagi. apa kamu tahu? " braga mengusap photo Dara. matanya meneteskan air mata.


" aku tidak pernah melepaskan cincin pernikahan kita. aku juga tidak membiarkan Hana atau siapapun masuk ke kamar ini. aku merindukanmu Dara. aku juga ingin melihat anak anakku. kembalilah Dara, aku mohon.


Braga membaringkan tubuhnya dengan posisi menyamping sembari memeluk photo mereka. kebiasaan yang selalu ia lakukan selama enam tahun.


beberapa hari kemudian.


" yeay....... mommy, apa ini indonesia? apakah ini negara untuk singgah sementara? " tanya Jojo.


" kita sudah di indonesia sayang. sekarang kita tunggu nenek dan uncle jemput ya?


" ok ok. Jean dan Jojo.

__ADS_1


....................


__ADS_2