Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Presdir Baru


__ADS_3

Hanya suara hembusan nafas dan suara sebuah pena yang tengah dimainkan oleh Erick. matanya tak henti menatap Dara yang tengah sibuk membaca isi dari perjanjian kontrak kerja. saat Dara menghela nafas, menggelengkan kepala, juga mengerutkan dahi menjadi kesan yang tidak akan dilupakan oleh Erick.


Dara menutup lembar kertas yang telah usai ia baca. matanya menatap Erick dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Tuan, apakah anda yakin dengan isi kontrak yang tidak masuk akal ini?


Erick meletakkan pena yang sedari tadi ia mainkan. membenahi duduknya. jemarinya saling menggenggam.


" tentu saja. apa ada yang membuatmu merasa keberatan? " tersenyum licik yang dikemas secara menggemaskan.


Dara menghembuskan nafas kasarnya.


" benarkah? saya harus ikut menangani masalah pribadi anda yang berkaitan dengan perempuan. saya harus stand by dua puluh empat jam. saya harus menangani beberapa selingkuhan anda juga? apa ini masuk akal? " sudah tidak ada lagi rasa hormat diwajah dan nada bicara Dara. apalagi yang lebih menyebalkan dari memiliki bos semacam ini. batin Dara.


" Tentu saja. selain pekerjaan kantor, kau perlu membantuku menertibkan beberapa perempuan yang mengejar ku. " Erick tersenyum. baginya tersenyum manis adalah senjata untuk menaklukan wanita.


" Orang ini gila ya? apa kelaminnya baik baik saja? kira kira berapa banyak wanita yang dia punya? bagaimana mungkin aku harus bekerja disini. dan lihat ini. aku harus membayar pinalti satu setengah milyar kalau memutuskan kontrak. andaikan aku bisa memukul kepalanya menggunakan sepatuku aku akan merasa sangat puas. dan lihat dia. kenapa tersenyum begitu dari tadi? apa dia tidak pernah berkaca? wajah nya benar benar membuatku mual. " batin Dara.


" saya rasa, saya harus mempertimbangkan lagi untuk menandatangani kontrak ini Tuan. mohon maaf. saya permisi. terimakasih atas waktu yang ada berikan Tuan.


"Tunggu! "


menghentikan Dara yang sudah akan mengambil posisi berdiri bangkit dari duduknya.


"kamu yakin?


" Sepertinya saya yakin. " jawab Dara dengan bersungguh sungguh.


Erick menyunggingkan senyumnya.


" kamu bisa membaca halaman terakhir setelah itu, beri aku jawaban. jangan tergesa gesa.


Dara mendesah sebal.


" terimakasih Tuan. tapi saya tidak tertarik.


" Kamu sudah lihat nominal untuk upah kamu?


Dara mengerutkan dahi.


" bukan masalah upah yang akan saya terima nanti. hanya saja, saya tidak bisa memenuhi pekerjaan saya yang menyangkut wanita.

__ADS_1


" bahkan lima puluh juta dalam satu bulan pun aku tidak akan tertarik. yang benar saja. aku harus selalu dekat dengan laki laki yang berganti pasangan tiap waktu. aku takut dia mengidap penyakit yang menular. " batin Dara.


" Sayang sekali. padahal, aku bersedia menggaji mu sampai sembilan digit. dan apa kau tahu? aku sangat berharap kau mau bekerja sama denganku. " ucap Erick dengan wajah memelas dan kecewa.


Dara membulatkan mata. bibirnya sedikit terbuka karena terkejut.


" apa dia bilang? sembilan digit? ini,.. ini menakutkan. dia pasti sangat membutuhkan sekretaris. dia pasti kesulitan mencari orang yang mau berada disampingnya. aku yakin. pasti dia mengidap penyakit yang menular. " batin Dara.


" maaf tuan, saya tidak bermaksut menolak. saya hanya,-


" Kau tahu? angka paling depan pada upahmu bukanlah angka satu.


" Apa?!! baiklah aku akan menandatangi kontrak ini. " Dara meraih kertas yang ia letakkan di meja dan langsung menandatangi.


" persetan dengan penyakit menular itu. aku masih bisa suntik vaksin kan? lagi pula anak anakku akan masuk ke sekolah favorit. aku akan membutuhkan banyak biaya. " Dara menyerahkan kontrak yang telah ia tanda tangani.


Erick tersenyum penuh kemenangan.


" baiklah Dara. semoga kita dapat bekerja sama dengan baik. " menyodorkan tangan kanannya mengajak Dara bersalaman.


Dara menelan ludah.memandangi tangan Erick yang menunggu disambut oleh Dara.


" kau terlihat enggan menyambut tanganku. apa aku menakutkan? apa kau takut jatuh cinta dengan menyentuh telapak tanganku yang lembut ini?


" Heh?!! dasar gila! aku bahkan tidak sudi bernafas didekat mu. apalagi bersentuhan denganmu. sial! aku takut oksigen disini tercemar oleh penyakitmu. setelah ini, aku harus membersihkan tubuhku sebersih mungkin. " batin Dara.


" hahaha,.. maaf Tuan, saya hanya belum terbiasa menjabat tangan anda. saya masih merasa canggung.


Erick melangkahkan kakinya semakin mendekati Dara. memundurkan langkahnya adalah pilihan terbaik bagi Dara.


Erick menarik tangan Dara dan memaksanya untuk bersalaman. Dara membulatkan mata terkejut. dengan bangga Erick tersenyum setelah memaksa Dara bersalaman. hanya bisa menelan ludah dan membayangkan begitu banyak kuman bakteri dan bibit penyakit yang menempel di telapak tangannya.


Tak lama, Erick melepaskan jabatan tangannya. Dara hanya bisa pasrah.


" baiklah Dara. kamu bisa bekerja mulai hari ini. asisten ku akan datang sepuluh menit lagi. kau bisa menuju ruang pribadimu bersamanya nanti.


Dara memandangi telapak tangannya. wajahnya berkeringat.


" ini, tanganku. tidak! aku harus bagaimana. orang gila itu sengaja berbagi penyakit kepadaku? terkutuk lah kau! aku tidak akan memaafkan mu. " umpat Dara dalam hati.


" Tu,. Tuan, apakah saya bisa permisi ke toilet sebentar? " masih terus memandangi telapak tangannya dengan wajah terkejut.

__ADS_1


" Pergilah. toilet ada disebelah kanan dari ruangan ini.


"Baik. saya permisi. " Dara berjalan keluar masih dengan memandangi telapak tangannya.


Saat Dara keluar ruangan, penjaga yang membuka pintu tadi tersenyum menatap Dara yang keluar dengan wajah pucat.


Dara menatap sebal penjaga itu.


" kau! kau juga sama tidak waras nya. kau membuatku merinding dengan senyum mu yang seperti berandal. " batin Dara sembari berlalu menuju toilet.


Dara mencuci tangannya berkali kali. kuman bakteri penyakit menular. hanya itu yang ada dipikiran Dara.


" huhuhu..... tanganku yang malang. kamu harus bersih. jangan menyisah kan penyakit apapun. aku tidak mau anak anakku yang lucu itu tertular.


Setelah selesai, Dara meraih ponselnya langsung menghubungi Pingkan.


Pingkan :hei Dara. ada apa?


Dara :apa kau sengaja mempertemukan ku dengan bos mesum yang kurang waras ini?


Pingkan :aku berharap, ini terbaik untukmu dan juga untuk Erick. dia baru saja dipaksa orang tuanya untuk memimpin sebuah perusahaan. dia tidak memiliki kemampuan Dara. bantu dia. aku mempercayaimu.


Dara :pantas saja upahku sangat tinggi. dia presdirnya dan aku yang melakukan tugasnya. Pingkan. kamu sahabat yang luar biasa.


Pingkan :hahahaha. maaf Dara. tapi, Erick adalah orang yang baik. dia memang terlihat berandal. tapi dengan bertemu orang seperti dia, kamu akan banyak belajar. percayalah padaku.


Dara menutup sambungan teleponnya.


" huh! apa? belajar dari dia? yang benar saja. memang apa yang bisa ku pelajari? apa tentang wanita? Pingkan, kau membuatku hampir gila.


Dara kembali ke ruang presdir untuk menemui asisten Erick. penjaga membuka pintu. masih dengan senyum elegannya.


Dara mendesah sebal.


" senyum itu. seperti, senyum menyebalkan saat pertama membukakan pintu untukku. batin Dara.


Lagi, Dara terkejut dan spontan menutup matanya.


" oh,. dasar berandal gila. aku baru sebentar meninggalkan ruangan ini. dan sekarang, ada lagi wanita. bahkan wanitanya berbeda. ya Tuhan. pulang dari sini aku benar benar harus kerumah sakit untuk suntik vaksin.


..........................

__ADS_1


__ADS_2