
Sejak pertemuan dengan mas Braga dan mas Bima kemarin yang secara tidak sengaja, mas Braga mendiamkan aku. semalam, mas Braga tidur di ruang kerjanya. entah aku harus merasa senang atau merasa sedih. ini, adalah yang aku inginkan. tapi mengapa hatiku sakit saat mas Braga mendiamkan aku.
Dara duduk dipinggiran tempat tidur. dilihatnya hari sudah pagi. entah mengapa, hari ini tubuhnya terasa sangat lemah. pagi yang biasanya antusias menunggu sarapan, kini hilang entah kemana nafsu makan yang berlebihan itu.
Dara ingin bangkit dan pergi ke kamar mandi. tapi, saat berdiri, kepalanya terasa sangat pusing. akhirnya Dara kembali membaringkan tubuhnya kembali. pandanganya menatap langit langit. pikirannya berkelana entah kemana.
" kenapa denganku pagi ini? aku merasa sangat malas. tubuhku seperti tidak makan satu bulan.
tiba tiba Dara mengingat bahwa sudah cukup lama ia tidak mengalami menstruasi.
" apa mungkin aku hamil? tapi, aku takut terluka kalau terlalu berharap. eh,. tapi sepertinya aku masih punya testpack dilaci.
Dara bangkit dan berjalan perlahan menuju meja rias di dekat tempat tidur.membuka laci yang berisi peralatan miliknya. dilihatnya masih tersisa beberapa testpack yang belum ia gunakan.
Dara menggenggam erat testpack.
" rasanya sudah puluhan testpack aku gunakan setelah keguguran dulu. dan aku selalu kecewa melihat hasilnya. tapi, semoga kali ini aku tidak kecewa.
Setelah selesai menggunakannya. dara memejamkan mata. jantungnya berdetak sangat cepat. seluruh tubuhnya berkeringat. tangannya menjadi sangat dingin.
Perlahan, Dara membuka matanya untuk melihat hasil testpack.
" ini? apa ini?
Dara meneteskan air mata. menutup mulutnya menggunakan telapak tangan. suara isak tangis yang tak bisa lagi ditahan.
" aku, aku hamil? aku hamil? besok ulang tahun mas Braga. aku akan kasih kejutan ini. pasti dia bahagia.
Rasa lemas yang sedari tadi menghantui, tiba tiba enyah seketika saat melihat hasil testpack yang positif. Dara berjalan menuju meja makan untuk sarapan dan melihat Braga.
Sesampainya dimeja makan, dara membulatkan matanya terkejut.
" kejutan apa ini? hana duduk disebelah mas Braga. bahkan setelah aku berdiri disini mereka masih duduk bersebelahan. demi tuhan. aku membenci ini. " ucap Dara dalam hati.
" kak, duduklah disamping ku. jangan hiraukan mereka.
Maria menepuk bangku disebelahnya.
Dara mengangguk dan tersenyum. mengambil sebuah piring dan mengisinya dengan selembar roti tawar dilengkapi selai coklat.
" kak, sarapan mu hanya ini?
" iya, aku sedang tidak napsu makan.
Hana tersenyum seolah sedang merasa memenangkan sebuah kompetisi.
" kakak sedang cemburu?
" tidak!
" lalu kenapa sarapan mu hanya ini?
" nanti akan kuberi tahu yang sebenarnya. sekarang lanjutkan saja sarapan mu Maria.
" beri tahu aku sekarang juga kak. aku sangat penasaran. ayo lah kak.
Maria sudah mengeluarkan jurusnya. merengek kepada Dara.
Dara menatap Maria dan tersenyum. mendekatkan wajahnya ke telinga Maria. menutupnya dengan telapak tangan.
Maria membulatkan mata terkejut. ada air mata di pelupuk matanya.
__ADS_1
" benarkah kak?
" hem,..
Dara tersenyum dan mengangguk.
" setelah ini kita kekamar kakak ya?
" iya.
Braga meletakkan sendok dan garpunya. tak sedikitpun makanannya ia sentuh. Braga bangkit dari duduknya dan langsung meninggalkan meja makan. menuju tempat kerja.
" bagaimana Dara bisa setenang itu? bagaimana mungkin dia tidak terluka melihatku duduk didekat Hana. apa dia benar benar tidak mencintaiku lagi? apa bima sudah menempati tempatku dihati mu Dara?
Hari berlalu. Braga juga masih tidur diruang kerja. sarapan pagi telah tiba.
" ah,,,... itu dia kakak ipar ku yang paling cantik dan sedang berbahagia. "
Maria meletakkan kedua telapak tangan menutupi kedua pipinya.
Dara mendekat dan duduk disamping Maria.
Braga mengepalkan tangan dibawah meja.
" berbahagia? dan sekarang kamu lebih memilih untuk duduk disamping Maria dari pada disamping ku? kamu benar benar membuatku marah Dara. aku akan membuat perhitungan padamu dan juga Bima. " ucap Braga dalam hati.
" Braga,.. hari ini kan ulang tahun kamu nak, kita makan malam di luar saja ya nanti.
ajak mama.
" terserah mama.
" bagaimana kalau mama undang beberapa teman mama?
" mama pasti punya rencana buruk. jangan membuat kenangan buruk dihari ulang tahun mas Braga.
" jangan asal bicara kamu Maria.
mama sudah membulatkan mata marahnya.
" sudahlah. tidak perlu bertengkar. aku bukan anak anak yang harus merayakan ulang tahun.
jawab Braga dengan wajah datarnya.
" kak, menurutmu bagaimana?
Dara terlihat sibuk dengan sarapannya.
" em,, aku tidak mau memberikan pendapat. pendapatku tidak akan dibutuhkan oleh mama.
" kakak memang benar. " saut Maria.
dua orang yang sangat kompak ini, sama sekali tidak perduli dengan yang lainya.
" jangan makan lagi!
ucapan mama membuat Dara dan Maria terperanjak dan menghentikan sarapannya.
" kalian membuat suasana hatiku kacau setiap pagi. aku tidak mau melihat kalian berdua saat makan malam nanti. kalian makan dirumah saja.
Maria menaikan sebelah alisnya. isyarat untuk menanyakan pendapat Dara. Dara tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
" aku tidak tahu. batinnya.
" kalau begitu, tidak akan ada makan malam diluar. kebetulan nanti malam, aku ada undangan untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan milik fadhil. jadi kita tunda besok saja.
ucap Braga dan langsung meninggalkan meja makan.
Dara ikut berjalan dibelakang Braga.
" mas, berhenti sebentar.
Braga menghentikan langkahnya menghadap ke Dara. tidak bertanya apa yang ingin dibicarakan Dara. tapi Dara sudah paham dengan melihat wajah Braga yang seolah bertanya ada apa.
" mas nanti malam pergi sendiri?
" iya ada apa?
Dara menghela nafasnya.
" tidak mengajakku pergi? ada yang ingin aku bicarakan mas.
" tidak perlu! " saut mama.
" Braga akan pergi bersamaku Hana dan Ameera. " benar benar seperti sambaran petir ucapan mama mertua ini. entah kapan dan dimana, dia selalu ada saat Dara dan Braga sedang berbincang.
" baiklah. mungkin, kabar yang akan aku sampaikan padamu tidak penting bagimu."
dara meninggalkan mama dan Braga. mengepalkan tangan erat. perlahan mereka mulai menjauh.
Braga masih terus memandangi punggung Dara.
" andaikan kamu dan bima tidak berselingkuh. andaikan kamu tetap ingin bersama ku dan hanya ada aku di hidup mu. andaikan semua tetap baik baik saja. maafkan aku Dara. aku tidak dapat menahan rasa cemburuku lagi.
ucap Braga dalam hati.
pesta telah tiba. seperti yang diinginkan mama. Braga datang bersama mama Hana dan Ameera. ada banyak pasang mata yang menatap Braga dan Hana. mama sibuk memamerkan keadaan anak laki lakinya tanpa mengetahui dan perduli pendapat orang lain tentang dirinya dan putranya.
para tamu undangan semakin larut dalam suasana pesta. tak lama kemudian, semua pasang mata tertuju kepada dua wanita yang tengah berjalan dengan anggun. wajah cantik mereka benar benar membius semua mata para tamu undangan.
" Dara dan Maria?. Braga.
para tamu undangan mulai berbisik dan bertanya.
' bukankah dia adalah istri dari presdir braga? ternyata gosip yang beredar selama ini benar ya '
' tentu saja. lihatlah, dia terang terangan membawa selingkuhan dan anaknya.
" Dara,!! " istri fadhil datang menyambut Dara.
"Marrisa. maaf, aku datang terlambat. aku harus membantu adik ipar ku yang cantik ini bersiap.
ucap dara sembari memeluk Marrisa. Maria terkekeh sembari menggaruk tengkuknya.
beberapa istri dari pengusaha mendekati Dara.
" Dara,! kau ini semakin hari semakin terlihat cantik dan muda. dukun mana yang kau pakai. beri tahu aku nomor telephon nya.
Dara terkekeh. " anda terlalu memuji nyonya.
" Dara, wanita yang disamping suamimu siapa?
" ah,... dia, dia adalah ibu dari anak suamiku.
__ADS_1
ucap Dara tanpa takut dan tegas.
.................