
" heiii,.... tidak perlu menatap kak dara seperti itu. kalian ingin mencekik kak dara dengan tatapan itu? tanya maria yang ditunjukan untuk mama dan hana.
mama menatap sebal. meninggalkan meja makan. hana terdiam tanpa mengatakan apapun.
" sudahlah tidak perlu dihiraukan. mari kita sarapan. ajak papa.
semua mulai menikmati sarapan. tak lama kemudian, suara tangis ameera terdengar. hana bergegas meninggalkan meja makan.
" bi, panggil dara.
" iya non, "saut bibi yang mulai mendekat ke arah dara.
" minta tolong antar sarapan buat mama dan hana ya.
" baik non.
maria menghela nafas.
" kenapa sih kakak harus perduli wanita itu?
nanti terlalu nyaman dia disini. bisa bisa makin berani dia bertingkah gila. " ucap maria sebal.
dara tersenyum tanpa beban.
" kalau mama tidak sarapan, nanti magh nya kambuh maria. kalau hana, dia itu menyusui, nanti asi nya bisa kering kalau dia kekurangan asupan gizi.
" baiklah baiklah peri cantik baik hati. ucap maria.
papa dan dara tertawa.
setelah selesai sarapan, dara kembali ke kamar dengan membawa sepiring makanan untuk braga. dara membuka pintu pelan. masih tidur rupanya. batin dara.
" kamu kenapa meninggalkan aku sendirian sayang?
dara terkejut mendengar suara braga yang tiba tiba terdengar.
" mas,? kamu sudah bangun?
" sudah." jawab braga tanpa membuka mata.
" ini aku bawa sarapan untuk kamu mas.
" nanti saja. aku masih mengantuk. " masih belum membuka mata.
dara mendekati braga. mengelus kepala braga.
" tidurlah mas, kamu pasti sangat lelah.
braga menarik tangan dara menuntunnya untuk membaringkan tubuhnya. memeluk tubuh dara.
" mas,
" hem,..
" mas ke kantor nanti?
" hem...
" aku ikut mas.
" tumben, ada apa.
" biarkan aku membantumu mas,
" tidak perlu. nanti kamu lelah. dirumah saja. kalau tidak, pergilah berbelanja atau apapun jika kamu merasa bosan.
" tidak mau! aku mau membantu pekerjaan kantor mas.
__ADS_1
braga mendesah sebal. " terserah kamu saja.
dara tersenyum penuh kemenangan. dara memeluk kembali tubuh braga menciumi kening braga.
" pekerjaanku tidak akan mengecewakan mu mas,
braga tidak menjawab. tanganya mulai tidak bisa dikondisikan. menelusuri tiap lekuk tubuh dara. perlahan mulai menciumi leher dara.
" mas,
" hem,..
" jangan mas. kamu sudah kelelahan. " dara menghentikan pergerakan tangan braga.
" tidak juga. aku tidak pernah merasa lelah. aku hanya sedikit mengantuk.
" kalau begitu, tidurlah lagi mas.
" apa kamu tidak melihat mataku tertutup?
" tentu saja aku lihat mas. tapi kan percuma saja mata tertutup tapi tanganmu menggerayangi ku.
" lalu harus bagaimana? yang dibawah sana tidak mau tidur. " braga membuka mata dan mulai beraksi kembali.
" sayang, kenapa matahari hari ini panas sekali? mataku silau.
" tentu saja mas, ini sudah lewat sarapan pagi. kalau begitu hentikan mas.
" tidak mau! kenapa aku harus berhenti saat tubuh mu sudah sepolos ini.
braga menutupi separuh tubuh mereka menggunakan selimut. dan mulai melancarkan aksinya.
tak lama kemudian.
pintu terbuka. " mas braga,aku;-
begitu juga dengan dara dan braga, tak kalah terkejut dengan kedatangan hana yang tiba tiba.
" ma,.. maaf. " hana menutup pintu itu kembali.
" ya ampun. bagaimana ini mas? memalukan sekali.
"biarkan saja. aku tidak perduli. lebih baik dia melihat ini kan.
" maksut mu apa mas?
" tidak ada. ayo kita teruskan. jangan membuatku tidak fokus.
dara terkekeh geli melihat suaminya seserius ini.
matahari semakin terik. braga dan dara bersiap untuk pergi ke kantor. dara lebih dulu bersiap sehingga bisa membantu braga. dara memakaikan dasi. braga memandangi wajah dara. wajah cantik istrinya memang tak bosan untuk dipandang. batinnya. braga menarik pinggang dara dan memeluknya. dara mulai tak fokus melihat tatapan nakal braga.
" jangan menatap ku seperti itu mas. ucap dara tanpa menatap braga.
braga tersenyum." rasanya hari ini aku malas bekerja.
dara mengerutkan dahinya bingung.
" sejak kapan kamu mulai punya rasa malas mas?
" sejak melihat tubuh indah istriku yang mulai berisi.
dara terperanjak. " benarkah? apa aku benar benar gemuk mas?
" aku tidak mengatakan kamu gemuk sayang. hanya berisi kan.
dara menghela nafas. " aku juga merasa sulit mengendalikan nafsu makan ku mas. aku mudah sekali lapar. seandainya kamu tidak nyaman melihat tubuhku nanti, beri tahu aku mas.
__ADS_1
braga terkekeh." rasanya tidak masalah kamu sedikit gemuk. beberapa waktu lalu, kamu terlalu kurus. tidak masalah kalau kamu menjadi gemuk. aku akan sangat menyukainya.
" jangan berbohong mas. ayo kita berangkat. braga menyentuh dasi yang telah rapih. dara meraih jas dan membantu braga memakaikannya.
braga dan dara keluar dari kamar. semua orang bersiap untuk makan malam. maria menatap braga dan dara bergantian. sebelah alis maria naik. bibirnya tersenyum curiga. mama menatap sebal ke arah dara dan braga. mata hana sembab seperti bekas menangis. braga dan dara duduk bersampingan.
" kalian ini ceroboh sekali! bentak mama.
" kami yang ceroboh, atau dia yang tidak tahu sopan santun? . ucap braga sembari menunjuk hana.
" kalian kan bisa mengunci pintu. bagaimana kalau maria yang masuk dan melihat kalian berdua?
dara menunduk dan terdiam.
" ma,-. braga.
" kenapa mama marah? itu hak mereka mau melakukan apa. lagi pula, yang salah itu hana. kenapa dia masuk tanpa permisi. paling tidak ketuk pintu terlebih dahulu. " saut maria yang sebal dengan masalah yang sedang dibahas mama.
" ma, lagi pula, maria tidak pernah berani membuka pintu kamar aku tanpa ijin dulu kan? selama aku menikah dengan dara, belum pernah ada yang masuk begitu saja ke kamar kami. ucap braga.
mama mendengus kesal merasa kalah argumen. hana bangkit dan pergi meninggalkan meja makan.
" apa apaan dia? sudah seperti melihat suaminya berselingkuh saja. lalu bagaimana ya kalau dia berada diposisi kak dara?
mama menatap maria marah dan pergi meninggalkan meja makan.
" mereka ini kompak sekali.
dara masih tetap menunduk. braga menggenggam tangan dara menguatkan.
" ayo makan makananmu. jangan pikirkan. semua akan baik baik saja. ucap braga.
" jangan asal menjanjikan mas. semua tidak akan baik baik saja. perkiraanku selalu tepat kan? " saut maria.
" sudah maria. lebih baik kita makan saja. nanti kita bicarakan setelah makan.
maria berdecih.
" mas, aku ke kamar sebentar ya?
" kenapa?
" ada barang yang tertinggal.
" baiklah. aku tunggu.
" iya,
dara berlalu masuk kedalam kamar. hanya tinggal maria dan braga. karena papa pergi ke kantor.
" dia pasti menangis, ucap maria.
" biarkan saja.
maria menaikan sebelah sisi bibirnya.
" dia istrimu mas. kenapa tidak perduli?
" apa yang kau bicarakan? istriku hanya dara.
" memang kak dara yang sedang aku bicarakan.
" dia sedang mengambil barang yang tertinggal dikamar.
"cih!! lihatlah nanti mas. mata kak dara pasti sembab.
tak lama kemudian, dara kembali ke meja makan. braga memandang wajah istrinya yang terlihat agak sembab. braga menatap maria. seolah bertanya. maria hanya mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
.............