Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Dendam Hana


__ADS_3

Hana terduduk dilantai. kasurnya begitu berantakan. bantal dan selimut berjatuhan memenuhi kamar. air matanya masih terus menetes. marah, kecewa, kecemburuan menjadi satu. berubah menjadi belati tajam yang menusuk dihati.


"Aku, tidak akan menerima ini semua. hanya karena dua anak itu, anak ku disingkirkan begitu saja? tidak..! aku tidak akan membiarkan mereka berada disini. ucap Hana dalam hati.


Tak lama, terdengar suara ketukan pintu.


Hana bangkit dan mengusap air matanya. lalu membuka pintu.


"Mama,..?" ucap Hana yang melihat Mama berdiri dihadapannya.


"Ada yang harus kita bicarakan." ucap Mama.


"Iya." hana mempersilahkan Mama untuk masuk.


Mama terkejut melihat kamar Hana yang begitu berantakan.


"kamar kamu kenapa ini?" tanya Mama yang merasa bingung. begitu berantakan batinnya.


Hana menceritakan semua yang terjadi ditaman. karena tak dapat melampiaskan amarahnya. dia memilih untuk mengacak kamarnya.


Mama menghela nafas. keheranan.


"jadi kamu belum bisa juga mengambil hati Braga?


"Aku akan terus berusaha Ma." jawab Hana sembari membenahi dan memunguti bantal yang berjatuhan dilantai.


"Sepertinya, kamu harus berusaha lebih keras lagi. kalau masih tidak berhasil, aku akan mendatangkan orang yang mungkin sulit untuk Braga tolak." ucap Mama. bibirnya tersenyum. seolah penuh rencana.


"Si,..siapa Ma?" tanya Hana yang merasa terancam.


"Seseorang yang begitu berarti untuk Braga. aku baru mendapat informasi terbarunya. maka dari itu. berusahalah untuk memisahkan Dara dari Braga. jika tidak berhasil, orang itu akan datang. dan bukan hanya Dara. tapi kau juga akan didepak keluar dari rumah ini." ucap Mam memperingati Hana yang seperti tidak punya peluang.


Hana mengepalkan tangan menahan diri untuk marah. bagaimana tidak, dia terpaksa mengandung dan melahirkan hanya untuk menjadi Nyonya Braga. dan sekarang, dia harus mendengar ucapan Mama yang cenderung mengancam.


"Jika aku gagal. maka Ameera akan tetap bersamaku." Hana mencoba mengancam Mama.


Mama tersenyum sinis.


"kau pikir kau memiliki hak atas Ameera? apa kau lupa? Ameera adalah milik kami. apa perlu aku menunjukan surat perjanjian kita dulu?" jawab Mama balik mengancam.


Hana terdiam menahan gundukan kemarahan dihatinya.


"suatu saat, aku juga akan membereskan mu Nyonya tua. kau yang memaksaku berada dalam keadaan ini. kau, akan merasakan akibatnya." batin Hana.


"Aku memberimu waktu satu minggu. kalau kau masih gagal. kau harus mengikuti apa yang aku perintahkan mengenai dirimu nanti." ucap Mama sembari bersiap meninggalkan Hana yang terdiam dengan wajah menahan marah.

__ADS_1


"Tunggu." Hana mencegah Mama yang yang akan keluar dari kamarnya.


"Apa lagi?" tanya Mama sembari membalikkan tubuhnya.


"Beri tahu aku. kenapa kau sangat membenci Dara? apa hanya karena dia mandul? bahkan sekarang dia terbukti memiliki anak. lalu apa alasan dibalik kebencian anda?


Mama menatap Hana tajam. lalu tersenyum garang


"kau tidak perlu tahu. dendam didalam hatiku ini sudah terkubur begitu lama. aku tidak akan membiarkan hidup Dara bahagia. bahkan aku, tidak akan menerima apapun yang berkaitan dengan Dara. termasuk,.. anak-anak nya." ucap Mama dan langsung meninggalkan kamar Hana.


Hana menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur dalam posisi berdiri.


"sungguh Nyonya tua yang menjijikan. lihat saja. setelah aku menjadi istri sah Braga, aku akan menyingkirkan mu. dan kalaupun aku gagal. aku akan membuatmu merasakan kesakitan yang teramat. sehingga kau akan memohon agar kematian segera menghampirimu." ucap Hana sembari mengepalkan tangan. pikiranya melayang. membayangkan apa yang terjadi di masa lalu.


Jam kantor telah berakhir. Dara berdiri di lobby untuk menunggu Braga menjemputnya.


"Dara,..." suara yang sudah tak asing lagi. siapa lagi kalau bukan atasannya yang tak henti-hentinya mengganggu Dara.


"Iya,.. selamat sore Erick,." sapa Dara sembari tersenyum. yah walaupun sedikit dipaksakan, tapi tetap saja terlihat cantik.


"Pulang bersamaku saja bagaimana? aku akan pergi kerumah teman sekolah menengah pertama kita. dia berada tidak jauh dari rumah mu." ajak Erick sembari tersenyum.


"Laki-laki ini,. senyumnya manis juga." batin Dara. sontak membuat Dara terkejut sendiri. membuat Dara menggelengkan kepala untuk mengusir pikiran kotornya.


"Tidak...! kau tidak boleh terus menolak ajakan ku." Erick merengut kesal.


"Babe..!" panggil seorang wanita dari kejauhan. Dara dan Erick kompak melihat di arah yang sama.


Erick melotot terkejut.


"Dara,. baiklah. lain hari. aku harus kabur dari sini.


"Tunggu! wanita itu sangat cantik. kenapa kau lari?" Dara menghentikan Erick yang sudah akan melangkahkan kaki.


"Masalahnya,. bukan hanya itu. lihat disana,." Erick menunjuk ke arah lain. menggunakan ekor matanya.


"dia juga datang mencari ku. aku tidak mau citra playboy ku meluas. aku pergi dulu ya. sampai jumpa. aku mencintai mu Dara." ucap Erick sembari berjalan setengah berlari. langsung masuk kedalam mobil dan berlalu begitu saja.


Dara hanya terdiam. kebingungan menanggapi ucapan Erick yang terakhir.


"aku mencintaimu Dara? maksudnya? dia mencintai aku begitu? apa orang itu tidak waras ya?"gumam Dara.


"Kau,. siapa? kenapa pacarku berlari saat melihatku? kenapa kau terlihat begitu dekat dengan pacarku?" tanya salah satu wanita yang kini berada di sampingnya.


Belum sempat Dara membuka mulut, datang lagi seorang wanita cantik.

__ADS_1


"hallo,.. maaf mengganggumu. tadi Erick pergi buru-buru, dia mau kemana? dan kau siapanya?


Benar-benar situasi yang rumit. berada diantara wanita yang memperebutkan satu pria. Dara sedikit gelagapan.


"saya, saya, sekretaris Pak Erick." Dara menunjukan kartu pegawai kepada dua wanita yang berada disamping kanan dan kirinya.


"kenapa kau menunjukan kartu pegawai mu kepada dia juga? bukankah dia juga hanya pegawai?" tanya wanita disebelah kanan.


"Aku adalah calon tunangan Erick. aku bukan pegawai. justru, aku berpikir, kau lebih mirip seperti seorang pegawai.


"Aku adalah pacarnya. kau jangan berpura-pura ya. Erick bilang, hanya aku satu-satunya wanita yang akan bertunangan dengannya." jawab wanita yang berada disamping kanan Dara.


Didalam hati Dara.


"heh,...? dasar laki-laki gila. kau melarikan diri. lalu lihat aku! kenapa aku harus berada di sini? baiklah. aku tidak dengar!..aku tidak dengar!....


"Tunggu. kalau aku bisa mendapatkan pria tampan itu, aku akan memberikan Erick padamu." tunjuk wanita yang berada disebelah kiri Dara. matanya menatap seseorang dari kejauhan. bibirnya tersenyum manis.


Dara melihat wanita itu tersenyum begitu manis untuk siapa. lalu mengikuti arah pandangan wanita itu.


Dara menelan ludahnya sendiri. menatapi suaminya sedang ditatap dengan tatapan nakal seorang wanita muda yang cantik.


"Iya. dia terlihat jauh lebih baik dari Erick." ucap wanita yang berada disebelah kanan Dara.


"Yang pasti kau bukan seleranya." ucap wanita disebelah kiri.


"Ya ampun. lihat dia melambaikan tangan dan tersenyum. dia juga bersiap membuka pintu mobil.


"Dia melihat ke arah ku.


"lebih tepatnya padaku.


"Tidak kau salah.


"Hentikan. mohon hentikan kekonyolan kalian berdua." ucap Dara sedikit bernada tinggi.


"Kau hanya seorang sekretaris. jaga ucapan mu." bentak salah satu wanita itu.


"Masalahnya adalah,. laki-laki yang sedang kalian perdebatkan adalah milikku." Dara berjalan mendekati Braga yang telah membuka pintu.


Braga tersenyum meyambut kedatangan Dara. mencium keningnya sebelum Dara masuk kedalam mobil.


Kedua wanita itu hanya bisa saling tatap dan kebingungan.


..........................

__ADS_1


__ADS_2