
dara dan bu lala terus berjalan menuju kantin. sesampainya dikantin, dara memesan makanan yang menurutnya enak. bu lala mengambilkan makanan untuk dara. sepiring gado gado kesukaan dara telah siap di meja. dara dengan semangatnya menyantap gado gado. dara melihat lihat sekitar kantin.
" bu lala, kenapa mereka masih disini? bukankah sebentar lagi waktu bekerja sudah selesai?.
" mereka datang untuk makan nyonya, eh maksut saya dara.
dara terkekeh.
" mereka bisa makan dirumah kan bersama keluarga?
bu lala tersenyum. " mereka harus lembur dara.
" oh, jadi begitu? apa setiap hari seperti ini?
" iya, beberapa karyawan diharuskan lembur, jika pekerjaan mereka belum rampung saat mendekati jadwal.
dara mengangguk anggukkan kepala, datang segerombol karyawan yang bertugas lembur. mereka duduk dibelakang dara. awalnya dara tak menghiraukan. namun, perbincangan mereka membuat fokus dara teralihkan.
'hei, apa kalian tahu? pak presdir ternyata memiliki istri baru.
' benarkah?
' iya. ini bukan sekedar isu. kabarnya, pak presdir sudah memiliki bayi dengan wanita lain.
' tidak heran lagi. laki laki yang banyak uangnya, pasti tidak akan cukup dengan satu wanita.
' aku tidak menyangka. padahal aku dengar, istri pak presdir sangat cantik. hanya saja,
' hanya apa?
bu lala sudah tidak tahan lagi ingin berdiri. dara membulatkan matanya dan menggelengkan kepala. bu lala duduk kembali.
' dia mandul.
dara memejamkan mata. kata kata mandul, adalah kata yang paling ia takuti.
' brakkkk!!!!
bu lala menggebrak meja. saat dara membuka mata, bu lala sudah tak ada dihadapannya. dara memutar tubuhnya kebelakang. dilihatnya bu lala tengah berdiri dengan sorot mata tajam. para karyawan yang tengah bergosip tadi langsung terdiam ketakutan.
" apa kalian sudah selesai bergosip? beri tahu nama kalian. akan kucatat di otakku.
" ma.. ma.. maafkan kami bu lala. maafkan kami. kami tidak akan melakukanya lagi.
dara mendekati bu lala. mencoba untuk menenangkan.
" sudah ibu lala. tidak usah diperpanjang lagi. jangan beritahu mas braga. aku tidak ingin masalah sepele ini menjadi besar nantinya.
mendengar ucapan dara. para karyawan membulatkan matanya terkejut. tubuh mereka terlihat gemetar.
" tapi nyonya.
" sudah lah bu lala. aku mohon.,
bu lala terdiam sesaat.
" baiklah nyonya.
bu lala mengarahkan pandanganya kepada sekelompok karyawan yang bergosip tadi.
" lihatlah istri presdir yang kalian gosip kan, membuat kalian selamat.
" maafkan kami nyonya, kami janji tidak akan mengulanginya lagi.
dara hanya terdiam mendengar ucapan mereka.
" balas lah kebaikan nyonya presdir kita dengan membungkam mulut kalian rapat rapat. mengerti?
" baik.
bu lala dan dara meninggalkan kantin. dara hanya terdiam disepanjang jalan. saat akan menaiki lift, banyak para karyawan yang keluar dari lift. mereka memang terlihat berdesakkan, wajah lelah mereka dibalut dengan kebahagian. dara tersenyum. beberapa karyawan yang keluar, tersenyum melihat kecantikan dara. tak satupun dari mereka yang mengenali dara.
' selamat sore,.. seorang karyawan menyapa dara dan berlalu. dara terkekeh melihat tingkah orang itu.
__ADS_1
bu lala hanya diam dibelakang dara. dara dan bu lala masuk kedalam lift. tiba tiba, sosok yang tak asing ikut masuk kedalam lift.
" saka,.. tegur dara.
saka tersenyum menatap dara.
" hallo nona muda.
dara tersenyum.
sesampainya diruangan braga. dara tersenyum melihat suaminya yang masih fokus dengan pekerjaannya.
" mas, " panggil dara sambil mendekat ke arah braga.
" sayang, kamu sudah selesai makannya?
dara mengangguk dan tersenyum. braga meraih tangan dara menuntunnya untuk duduk dipangkuan braga. dara hanya menuruti apa yang braga inginkan. pintu kembali terbuka.saka masuk kedalam.
saka menggeleng keheranan.
" selamat sore menjelang malam tuan dan nyonya braga.
saka mengucapkan kalimat itu dengan tegasnya. seolah mengingatkan bahwa jam kantor telah berakhir.
" sayang, aku merasa ini masih terlalu siang.
ucap braga sambil menciumi punggung dara.
dara hanya menanggapi dengan senyuman.
" tentu saja pak presdir merasa ini siang. karena saat pak presdir datang ke kantor tadi, kalau tidak salah, pukul tiga belas dua puluh."
ucap saka yang sudah terlihat lelah.
" benarkah? sayang, kalau begitu kita harus segera kembali kerumah kan?
"tentu saja. " jawab dara.
" kerjakan pekerjaanku yang belum selesai.
" apa?!
" kau sibuk mengingatkan kami tentang jam pulang. kau sedang menyuruh kami untuk segera pulang dan beristirahat kan.
ucap braga sedikit kesal.
saka mendesah sebal. " maaf kan saya pak presdir. otak saya sudah kejang. saya tidak bisa lagi berfikir hari ini. saya butuh istirahat.
braga tersenyum mendengar ucapan saka.
" lagi pula, berlama lama dikantor tidak baik untuk istri anda pak presdir.
braga menyipitkan mata bingung.
" memang ada apa di kantor ini?
" ada banyak buaya.
" kau lah buayanya! " jawab braga.
dara hanya bisa menghela nafas dan menggeleng mendengar perdebatan yang tidak penting ini batinnya.
" aku bukan buaya pak presdir. hello kitty.
" dasar gila!
" anda tahu benar mengapa saya bisa gila pak presdir.
" aku tidak perduli!!
" ini lah yang membuat saya semakin gila. ketidak perdulian anda salah satunya.
" diam!
__ADS_1
" baiklah,.. biarkan saya mengambil berkas yang sudah selesai.
saka bergegas meraih berkas yang telah selesai ditanda tangani.
" permisi pak presdir yang baik hati. ah, satu lagi,. mohon jaga baik baik nona muda yang cantik itu. tadi, saya lihat, banyak laki laki yang mencoba menggodanya.
braga membulatkan mata marah.
" pergilah, jangan sampai nyawamu tertinggal diruangan ini. " ancam braga.
" baiklah,.. maafkan saya pak presdir. saya permisi dulu. sampai jumpa nona dara.
braga meremas kertas dimeja nya membentuk menjadi mirip bola. melempar ke tubuh saka.
dara terkekeh melihat tingkah braga yang menggemaskan.
" dasar gila!
saka dengan cepat meninggalkan ruangan braga.
" mas, ini semua sudah selesai? kenapa kamu bilang belum selesai tadi?
tanya dara sambil melihat kertas yang telah tersusun rapi.
braga memeluk tubuh dara yang masih duduk dipangkuan nya.
" tentu saja sudah. aku tidak akan membiarkan istriku terlalu lelah.
" berarti kita sudah harus pulang mas?
" kita tidak usah pulang.
" kenapa?
dara memutar tubuhnya.tanganya merangkul braga.
" kita ketempat biasa.
dara terkekeh. " mas, kamu kenapa begitu semangat sekali akhir akhir ini?
braga mencium bibir dara sebentar.
" aku sudah mengatakan alasannya padamu.
dara mengerutkan dahinya bingung.
" apa?
" tubuh mu yang semakin berisi membuatku tidak tahan melihatnya.
" kamu benar benar serius dengan ucapan mu mas?
" tentu saja.
" apa kamu merasa aku berat?
" tidak. dua puluh atau tiga puluh kilo lagi, aku masih sanggup memangku mu.
" jangan bercanda kamu mas. aku tidak mau segemuk itu.
" sayang,
braga mengeratkan pelukanya.
" hemm,..
" apapun, dan bagaimanapun kamu dan bentuk tubuh kamu, aku tidak akan mempersoalkan. tidak juga membuat hatiku goyah.
" huekkk.......
" kamu kenapa sayang? " tanya braga panik.
..................................
__ADS_1