Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Jojo dan Jean


__ADS_3

Tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan Braga saat ini. setelah mencari Dara di banyak tempat, tapi tidak ada hasilnya. Braga memutuskan untuk pergi ke sebuah taman. tempat dimana, Braga dan Dara menghabiskan waktu saat suntuk.


sebuah bangku menghadap danau. bangku yang menjadi saksi cinta Dara dan Braga.


Braga duduk sambil terus memukul dadanya. terasa sakit dan sesak. membuka genggamannya perlahan. sebuah cincin nikah milik Dara yang juga ia tinggalkan.


" bagaimana aku akan menjalani hidup setelah ini Dara? jika kau ingin pergi dari rumah, setidaknya, ajak aku bersamamu. dengan begitu, kita bisa hidup tanpa Mama. tidak ada lagi perselisihan. aku bahkan diam diam membeli rumah untuk kita. aku ingin memberikan kejutan ini dua hari lagi. kenapa kamu melakukan ini. bukankah lebih baik kamu membunuhku saja?. jangan menghukum ku dengan cara ini. kamu begitu tega memisahkan ayah dari anak anaknya yang bahkan belum lahir. bagaimana aku bisa menghadapi ini semua. " Braga terisak memandangi cincin Dara.


Di rumah.


" huh,..! akhirnya, rumah ini akan terasa damai mulai sekarang. " ucap Mama sembari mengambil posisi untuk duduk.


" tidak akan pernah ada kedamaian dirumah ini ma. percayalah padaku. Mama harus menghadapi perubahan mas Braga. dan saat Papa pulang nanti, Mama adalah orang yang paling bertanggung jawab menjelaskan kepada Papa. " jawab Maria dengan wajah sedih bercampur marah.


Mama mendesah sebal.


" wanita itu sudah tidak ada disini. kenapa harus terus membelanya. tidak berguna sekali kamu jadi anak. setiap hari hanya membuatku jengkel saja.


Maria menarik nafas pelan dan menghembuskan perlahan.


" Mama akan sangat menyesali tindakan Mama ini. " sudah tidak bisa banyak berkata lagi. Maria yang biasanya sangat senang berdebat, kini hanya bisa menghela nafas dan mengalah.


saat pagi tiba. Mama dan Hana sudah duduk dimeja makan untuk sarapan. Maria datang menyusul. tak lama, Braga datang.


Hana bangkit dari duduknya. tersenyum manis kepada Braga.


" mas Braga, ayo kita sarapan. hari ini ada masakan kesukaan kamu.


Braga menatap tajam Hana dan Mama bergantian. lalu pergi berlalu tanpa meninggalkan sepatah katapun. Hana kembali duduk dengan wajah sedihnya.


Maria berdecih sebal.


" sudahlah! jangan memasang tampang sedih seperti itu. menjijikan.


" jangan mulai lagi Maria!! " bentak Mama.


Maria membanting sendok dan garpunya. menatap Mama dan Hana marah.


" ini semua karena Mama dan kamu Hana. kalian sudah menghancurkan hati kak Dara hingga dia tidak sanggup lagi ada dirumah ini.


" Maria!! " bentak Hana yang sudah tak tahan mendengar ucapan Maria.


" apa! kamu tidak berhak membela diri. apa kamu tidak sedikitpun merasa bersalah hah?! apa di otakmu hanya tahu bagaimana cara menggoda suami orang?


' plakk


Hana menampar Maria.


Maria mengangkat tangan ingin membalas tamparan Hana.

__ADS_1


" sudah cukup " Mama mencoba menghentikan perdebatan di antara mereka.


Maria menurunkan tangan. matanya menatap Mama marah. tanganya mengepal kuat. bagaimana mungkin, seorang ibu tega melihat anaknya ditampar oleh orang lain. batinnya.


" jangan bertengkar lagi! sudah cukup. habiskan sarapan kalian! " Mama memerintah tanpa sedikitpun perduli bagaimana perasaan anak perempuannya.


" Mama,.. apa aku ini bukan anak kandung Mama? " tanya Maria. matanya mulai meneteskan air mata.


Mama tersentuh melihat anak gadisnya yang biasanya selalu ceria kuat dan pemberani menangis didepannya.


" Maria, " Mama berjalan mendekati Maria. menyentuh pipi dan mengusap air mata Maria.


dengan cepat Maria menepis tangan Mama.


" kenapa kamu bertanya seperti itu? apa salah Mama?


" Mama tidak tahu kesalahan Mama dimana? " tanya Maria heran.


" Mama melihat wanita ini menampar pipiku. dan Mama sama sekali tidak perduli. tapi saat aku akan membalas tamparannya, Mama dengan emosinya membentak aku. lihat dan rasakan ma. mulai hari ini, Mama akan membayar atas apa yang Mama lakukan. dan kamu wanita ******. " Maria menunjuk Hana dengan begitu emosi.


" kamu juga akan banyak mengalami kesedihan. kamu akan merasakan sakit yang akan kamu ingat seumur hidup.


Maria meninggalkan meja makan sembari menangis penuh kemarahan.


Enam tahun kemudian.........


" Mommy,.... Mommy,...Mommy,...Mommy,.....


" hei,.... good morning sweat heart. " Dara mengelus rambut kedua anak kembarnya secara bergantian. menciumi pipinya.


" mommy sudah janji kita akan pergi jalan jalan hari ini.


" iya mommy ingat. tunggu ya, sekarang baru pukul tujuh. kita berangkat pukul sembilan ok?


" ok mom. " jawab kedua anak Dara.


" ah,.. kalian manis sekali. sekarang, mommy buat sarapan untuk kalian ya. kalian harus banyak makan supaya tumbuh dengan cepat.


" jangan berbohong mom. banyak makan hanya akan membuat tubuh kami gendut. " jawab anak laki laki Dara dengan wajah datarnya.


" hahahaha,.. jangan perduli ucapan Jojo mom. dia hanya bercanda. iya kan Jojo? " bertanya dengan wajah mengancam.


Dara tersenyum bahagia melihat anak perempuannya begitu dewasa dan pengertian.


Jojo menatap marah. "Jean! panggil aku kakak! aku lebih tua dari kamu.


" hahaha,.. bagaimana mungkin aku memanggilmu kakak. kita lahir dihari yang sama. " jawab Jean ketus tapi masih bisa mengejek dengan tawanya.


Jojo membulatkan matanya. " apa kau lupa? aku lebih tua sepuluh menit darimu. " ucap Jojo dengan wajah dingin.

__ADS_1


Dara menggaruk tengkuknya.


" kenapa anak anakku tingkat kedewasaannya mengerikan sekali. " batin Dara sembari menyaksikan perselisihan kecil kedua anaknya.


" ayo panggil kakak! " Jojo masih bersi keras ingin di panggil kakak.


" sudah kubilang tidak mau! sepuluh menit tidak ada artinya bagiku. " bantah Jean dengan wajah sombong.


" apa?! jika kau sedang berada dalam sebuah kompetisi, sepuluh menit sangatlah banyak. " jawab Jojo mulai emosi.


" ah,.. aku yakin, saat mommy melahirkan kita, dia tidak sedang berkompetisi melahirkan. " jawab Jean.


" kau menyebalkan. aku hanya memberitahu yang sebenarnya.


" baiklah Jojo.


" aku bilang panggil aku kakak! apa kau tidak dengar? aku lebih tua sepuluh menit darimu.


" hahahaha,....baiklah bocah tua.


" apa kau bilang?


" sudah, jangan bertengkar lagi. " Dara mendekati Jojo dan Jean. memeluk mereka bersamaan.


" kalian adalah harta Mommy yang berharga. jangan banyak bertengkar. Mommy sedih melihat kalian bertengkar.


" heehee ,.. tadi kami hanya bercanda. iya kan kakak Jojo? " tanya Jean dengan wajah mengancam.


" iya mom. benar yang dikatakan adikku Jean.


Dara terkekeh. satu anak perempuan yang sangat ceria dan pengertian. satu lagi anak laki laki yang begitu dingin tapi sangat dewasa dan bisa diandalkan.


" baiklah,. karena kalian sudah berbaikan, Mommy akan membelikan kalian cake dengan cream gula warna warni. bagaimana?


" aku tidak mau!." Jojo.


" aku mau." Jean.


" tidak! jangan membeli cake yang Mommy sebutkan tadi. " ucap Jojo.


Dara mengerutkan dahinya bingung.


" kenapa? cake itu sangat enak loh,. " ucap Dara merayu.


" tidak! terlalu banyak mengkonsumsi gula tidak baik untuk tubuh. Jean, kau bilang tidak ingin bertambah gendut kan? " tanya Jojo dengan wajah dinginnya.


" jangan mengacau! makan saja yang Mommy berikan. tapi, aku akan mengurangi porsinya agar tak terlalu banyak gula yang aku makan. " nada suara semakin mengecil.


Dara menyeringai bingung. " aku tidak tahu lagi. setiap hari, aku dikejutkan dengan tingkah kedua anakku. apa karena aku sering pergi bekerja sehingga mereka begitu dewasa sebelum waktunya?

__ADS_1


..................


__ADS_2