Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
maafkan aku


__ADS_3

" aku berharap, semua kesakitan ku adalah mimpi. aku ingin lari. tapi jiwaku terikat. aku ingin menangis, tapi tidak ada artinya. aku ingin hidupku kembali. aku ingin terbang bebas. tapi sayap ku telah patah. cinta? apakah,.. apakah aku bahagia dengan ini semua ini. sejenak aku merasa bahagia. tapi terlalu lama aku harus terluka. aku ini bodoh? atau terlalu mencintainya.


gumam dara sembari menatap wajahnya di cermin.


dara mencoba untuk tersenyum.


" hei perempuan bodoh! kau terlihat cantik saat kau tersenyum. apa begitu sulit bagimu untuk bahagia? agar bukan hanya senyum. tapi kau harus bahagia dengan hidupmu.


dara memaki dirinya sendiri dikaca.


suara ketukan pintu.


" kak ini maria. bisa kita berangkat sekarang?


tanya maria tanpa membuka pintu.


" tentu saja.


dara membuka pintu. nampak maria yang berdiri didepan pintu menunggu dara. melihat dara keluar dari kamar, dara membulatkan mata. ada senyum diwajahnya. matanya seperti tatapan kekaguman.


" maria, panggil dara.


" ah kakak. cantik sekali. sayang, aku ini perempuan. kalau aku laki laki, aku pasti sudah jatuh cinta dengan mu.


dara terkekeh.


" kau juga sangat cantik maria. hanya saja, kau kurang sedikit feminim.


ledek dara.


" ah,.. biarkan saja kak. kalau terlalu feminim, bukan aku namanya. aku lebih suka diriku yang seperti ini.


dara menganggukkan kepala.


" kau benar. akan lebih baik jika kita menjadi diri sendiri.


" tentu saja kak. kau cantik luar dan hatimu. kau sangat menggoda. jadi tidak repot repot menggoda kan?


dara mengerutkan dahinya. jawaban maria sangat tidak pas dengan topik yang sedang dibicarakan batinnya.


sementara hana menggenggam erat box yang tengah ia angkat. matanya merah seperti ingin menangis.


dara terkejut melihat hana berjalan dari arah punggungnya.


" ah, pantas saja maria mengatakan hal itu. ada dia rupanya. tapi, ada apa dengan wajahnya? dia terlihat sedih. " batin dara.


sesampainya di sebuah hotel.


" maria, kenapa kita ke hotel?


" teman ku menginap di hotel ini kak. kita bertemu di restauran nya. makanan disini enak kak.


" em,.. jadi begitu.


maria menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


" ah! itu dia! ayo ka.


maria menggandeng tangan dara.


" hai sofia, " sapa dara.


" hai maria.


mereka berpelukan. " wuah,.. kau semakin cantik rupanya.


" perasaanmu saja maria. bahkan, kau lebih cantik dariku.


" hahaha... jangan bercanda sofia.


" tidak. aku serius. ini siapa?


sofia menunjuk dara.


" ini kakak ipar ku. namanya kak dara. dia hanya lebih tua dua tahun dari kita.


" ya tuhan. kakak ipar mu cantik sekali.

__ADS_1


ucap sofia. kedua telapak tanganya saling menggenggam. mengagumi kecantikan dara.


" pantas saja kakak mu menolak kita semua.


sofia mendesah. kecewa.


" hahaha.... maaf kan aku. tapi saingan kalian terlalu berat.


dara hanya tersenyum mendengar obrolan sofia dan maria.


tak lama kemudian, dara maria dan sofia semakin akrab. sofia terus menceritakan masa SMA maria. tak henti hentinya dara tertawa.


" eh, sofia. kamu kenapa mau kita bertemu disini? kau kan bisa datang kerumah ku.


sofia menghela nafas panjang. menghembuskan perlahan.


" sebenarnya, aku akan bertemu seseorang.


" siapa?


" orang tua ku menjodohkan aku dengan putra sahabatnya.aku ada di hotel ini, karena hotel ini, sudah menjadi milik kakak ku.


" wuah,.... kenalkan aku dengan kakak mu! pasti dia sangat kaya.


ledek maria.


" jangan bertingkah gila maria. keluarga mu jauh lebih kaya dari keluarga ku.


" ah, kau mulai lagi.


" aku serius. ah! itu kakak ku.


tunjuk sofia. sontak, maria dan dara menoleh melihat arah telunjuk sofia.


nampak laki laki berjas hitam. wajah yang lumayan tampan mendekati mereka.


" kakak mu lumayan juga.


bisik maria. sofia terkekeh. dara hanya tersenyum.


" ah! ini sudah jam nya.


" jam apa?


" aku akan bertemu dengan pria itu.


" apa?! kau akan meninggalkan kami disini?


protes maria.


" tidak. tidak. aku akan pindah ke meja samping.


maria tersenyum lucu.


" huh! dasar wanita gila! " ucap maria.


tersadar bahwa kakak laki laki sofia berada tepat didekatnya. maria menelan ludahnya sendiri.


" ah, maksut ku, kau benar benar lucu sekali. kau akan bertemu dengan calon suami mu. tapi kau mengajak aku.


dara terkekeh melihat maria yang bertingkah sok imut. kakak laki laki sofia, lagi lagi tertegun melihat dara yang begitu cantik saat tertawa. dara menyadari, jika laki laki dihadapannya itu terus memperhatikan dirinya.


" ada apa dengan orang ini? huh! membuatku sala tingkah saja.


" dara!


dara menoleh. mencari sumber suara yang memanggil namanya.


" mas bima, dara.


" mas bima, maria.


bima yang tadinya hendak duduk dimeja sofia, tiba tiba beralih mendekati dara dan maria.


" kenapa kalian ada disini? " tanya bima.


dara yang mengetahui bahwa bima adalah laki laki yang di maksut sofia langsung mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


" jadi kau akan segera menikah mas bima?


" hei mas bima! aku punya banyak komplain dengan mu!


ucap maria sembari bangkit dari duduknya.


bima mendorong kepala maria hingga maria kembali duduk di kursi seperti sebelumnya.


" baiklah gadis kecilku yang cantik.


maria mendengus kesal.


" apa? kau ini. berhentilah tersenyum seperti itu dara. kau terlihat sangat cantik. jangan membuatku berdoa buruk untuk pernikahanmu.


dara tertawa lepas. sofia mendekati mereka.


" kalian saling mengenal?


" tentu saja. " bima menceritakan tentang hubungan mereka.


kakak sofia merasa sedikit kecewa. fakta bahwa dara sudah menikah, membuat suasana tak lagi menarik batinnya. dia memutuskan untuk kembali keruang kerjanya.


maria dan dara terus meledek bima dan sofia.


" kau pasti sangat bahagia mas bima.calon istrimu sangat cantik.


ucap dara.


" kau jauh lebih cantik dara. " batin bima.


" sofia, aku turut berduka cita.


sofia kebingungan mendengar ucapan maria.


" ada apa maria? siapa yang sedang terkena musibah?


" siapa? tentu saja kau.


maria melirik bima.


" aku? aku merasa baik baik saja.


ucap sofia sembari menunjuk dirinya sendiri.


" jika kau sampai menikah dengan mas bima, kau akan sering bermimpi buruk.


dara tertawa begitu lepas. bima terus membantah setiap cemoohan dari mulut maria. begitu juga maria yang tak henti hentinya mencela bima.


sepintas maria melihat tawa dara yang begitu lepas.


" kau begitu terlihat bahagia saat diluar rumah. wajah cantikmu semakin mempesona dengan tawa mu kak. sungguh, aku ingin selalu melihat mu seperti ini. berhentilah kak. berhenti berkorban demi cintamu yang tidak masuk akal itu.


pertemuan mereka berakhir. sofia akan kembali ke kamar. maria sedang membicarakan sesuatu dengan sofia. bima dan dara berdiri lumayan jauh dari sofia dan maria.


" maria, kakak mu dan mas bima terlihat akrab ya?


maria memalingkan pandangan. menatap dara dan bima. dara nampak tak henti hentinya tertawa saat bersama bima.


" benarkah? kak dara memang sudah menganggap mas bima seperti saudara.


" oh, jadi begitu. baiklah. aku akan kembali ke kamar. sampai jumpa maria.


" baiklah,.. sampai jumpa.


maria memandangi sofia hingga tak terlihat lagi.


maria meraih ponselnya. menghubungi dara.


" halo kak. bisakah mas bima mengantar kak dara pulang? aku masih ada beberapa urusan bersama sofia.


maria mematikan sambungan telephonnya. matanya masih melihat dara dan bima dari kejauhan.


nampak dara sedang berbicara dengan bima. tak lama, mereka pergi bersama.


" maafkan aku sofia. maafkan aku mas braga.


...........

__ADS_1


__ADS_2