Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Bukan salah Braga


__ADS_3

Sebelum masuk keruang kerja Braga, Hana kini tengah mempersiapkan diri. memakai setelan bikini yang terlihat menggoda. karena akan melewati beberapa ruangan, terutama ruang keluarga, Hana memutuskan untuk melapisi tubuhnya menggunakan dress tidur. setelah memastikan semuanya siap, Hana menatap dirinya di cermin. entah apa yang sedang ia pikirkan saat itu. Hana menarik nafas dan menghembuskan perlahan.


Ada perasaan yang sulit dijelaskan saat melintasi ruang keluarga. Jojo, Jean dan Maria menatap Hana heran.


"Mau kemana kamu?" tanya Maria yang merasa bingung saat melihat Hana seperti sedang menuju ruang kerja pribadi milik Braga.


"Mas Braga menyuruhku untuk datang." jawab Hana tanpa menatap Maria meskipun sempat menghentikan langkahnya.


"Tunggu!!" cegah Maria saat Hana melanjutkan langkah kakinya dengan cepat.


"huh! biarkan saja lah. mungkin Mas Braga ingin membicarakan kejadian tadi pagi. tapi, aneh,.. kenapa harus diruang kerja? bukannya tidak boleh ada yang sembarangan masuk kecuali Kak Dara dan Bibi yang biasa merapikan tempat itu?" gumam Maria. bertanya pada dirinya sendiri.


Jojo dan Jean saling tatap dan menganggukkan kepala. seolah mengerti apa tang sedang mereka pikirkan.


"Tante,,.. aku akan menemui Daddy sebentar." ucap Jojo dan langsung bangkit dari duduknya. berjalan dekat cepat menuju ruang kerja Braga.


Jojo membuka pintu perlahan. untunglah, saat itu Hana tak mengunci pintunya. batin Jojo. Hana sengaja tak mengunci pintu. berharap, Dara akan memergoki mereka saat sedang melakukan kegiatan suami istri.


"Heh?!... trik Bibi ini sungguh bodoh. memang kau pikir hanya Mommy yang berani membuka pintu ini. aku pun juga berani." gumam Jojo dalam hati.


Saat pintu sedikit terbuka, Jojo mengintip apa yang sedang dilakukan Hana. matanya bulat sempurna karna terkejut. Hana sedang mencoba menggoda Braga yang seperti setengah sadar.


"Haruskah aku masuk? ah tidak. ini adegan dewasa. akan memalukan sekali. ah iya,.. aku telepon Mommy." Jojo menutup kembali pintunya dan berjalan menjauh untuk menghubungi Dara.


'Hallo mommy!


'Iya sayang,.. ada apa?


'Mommy ada dimana?


'Sedang dalam perjalanan. mungkin, sepuluh menit lagi sampai dirumah Oma.


'Tidak.!!! persingkat waktunya. Daddy dalam bahaya. come now!!!!!!


'Hei tunggu!


Jojo mematikan ponselnya. sedangkan Dara meminta supirnya untuk lebih cepat lagi. sembari berdoa agar suaminya dalam keadaan baik-baik saja.


"Apa aku harus memberi tahu tante Maria?" tanya Jojo didalam hati.


"tapi, ini,.. sudahlah. aku harap, Mommy cepat sampai.

__ADS_1


Didalam ruang kerja Braga.


"singkirkan tanganmu!" Braga menepis tangan Hana yang mulai menggerayangi tubuh Braga.


"Untuk kali ini saja Mas. biarkan aku memilikimu. setelah ini, tidak masalah kau akan membenciku." ucap Hana setengah berbisik didekat telinga Braga. bersiap untuk duduk dipangkuan Braga.


"Pergilah!! aku bilang pergi! aku tau ini perbuatan mu. pergi!" ucap Braga sembari mendorong tubuh Hana dengan sisa tenaga yang ia miliki.


"Mas, lihat aku." Hana menanggalkan dress yang ia kenakan. berjalan kembali mendekati Braga.


"aku hanya menginginkanmu untuk malam ini. jadi kumohon, penuhi harapan kecilku ini." ucap hana sembari terus berusaha melepaskan kemeja Braga yang sudah terbuka seluruh kancing depannya.


"Aku, aku memang sangat kesulitan saat ini mengendalikan tubuhku. tapi aku, akan terus berusaha untuk tidak menyentuhmu." jawab Braga. nafasnya yang semakin berat, suhu badannya yang terus meningkat, pusing, juga sesak di bagian sensitifnya membuat tangannya bergetar. mencoba menahan diri dengan mencengkram pegangan kursi dengan kuat.


"Sudahlah mas, tidak perlu menahan diri." Hana membuka kancing bra tepat dihadapan Braga. Braga hanya bisa mengalihkan pandangan secepat mungkin.


Beberapa saat kemudian, Dara sampai dengan terburu-buru juga terengah.


"Mommy!!" panggil Jojo sembari melambaikan tangan.


Dara hendak berlari untuk mendekat ke arah Jojo


"Tunggu!! mau apa kamu datang kerumah ini?" cegah Mama yang melihat Dara tiba-tiba datang.


"Bukan urusanmu. pergi dan jangan datang lagi!" bentak Mama. menyadari jika rencana Hana pasti akan gagal jika Dara masuk keruang kerja Braga.


"Mommy!! come!!" Jojo sudah mulai kesal.


Tanpa mengatakan apapun lagi, Dara berlari mendekati Jojo. Mama nampak terlihat sangat marah. tapi tak lagi menghentikan langkah Dara.


"Pergi keruang kerja Daddy." ucap Jojo. Dara mengangguk dan ingin cepat berlari.


"tunggu Mommy.!


"Apa lagi?!" tanya Dara yang kesal karena seperti sedang dipermainkan.


"Em, itu, Mommy jangan salah paham dengan Daddy. ini semua bukan salah Daddy. ingat ya?!. pergilah." ucap Jojo. Dara hanya menggelengkan kepala heran dan bingung.


Dengan cepat Dara berlari menuju ruang kerja pribadi milik Braga.


'Brakkk!!!!!!

__ADS_1


Dara membuka pintu dengan kasar karena takut terjadi sesuatu pada Braga didalam.


Benar saja, Dara terkejut bukan Main. matanya menatap tajam Hana dan Braga. nampak Hana yang sedang berdiri dihadapan Braga. tangannya tengah berada di kedua sisi pundak Braga. yang lebih mengejutkan lagi, Hana begitu percaya dirinya berdiri seperti wanita penggoda tanpa sehelai benangpun di bagian atasnya.


"Dara,,..." panggil Braga lirih.


Dara yang terlihat marah hendak meninggalkan mereka berdua. tapi, tiba-tiba ia mengingat ucapan Jojo sebelum masuk keruangan kerja pribadi Braga.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Hana yang sudah menyadari kehadiran Dara saat pintu terbuka dengan kasar, hanya tersenyum membelakangi Dara. tubuhnya masih tegak berdiri dihadapan Braga yang masih duduk tak berdaya.


"Menurutmu? kami sedang apa?" jawab Hana. mencoba mendekatkan bibirnya untuk mencium bibir Braga.


Dara benar-benar tidak tahan lagi. dengan cepat, Dara berjalan mendekati Hana. menarik rambutnya dan menjatuhkannya dilantai.


'Awhhh!


"Kau sudah gila ya?" pekik Hana mulai terlihat kesal.


Dara meraih baju Hana yang berada dilantai dan melemparkannya tepat diwajah Hana.


"Pakailah! jangan membuat dirimu sendiri kehilangan harga diri." ucap Dara. tangannya mengepal kuat menahan marah.


Hana tersenyum melihat Dara yang sedang menahan marah.


"kau terganggu kah? kau begitu marah hingga kau menjambak rambutku?" tanya Hana yang mulai bangkit dari posisinya.


"Iya aku marah. aku menarik rambutmu karena hanya rambutmu yang mudah aku tarik. aku tidak mungkin kan menarik apa yang kau pakai untuk menutupi area sensitif mu?" ucap Dara sembari tersenyum mengejek.


"Kau, akan selalu merasa terancam. kalian tidak akan tenang." ucap Hana membalas senyum mengejek dari Dara.


"Tak masalah. kami pasti akan terus berusaha menyingkirkan para parasit itu.


Braga yang sudah tak dapat menahan diri lagi, akhirnya menarik tangan Dara membuatnya jatuh dipangkuannya. tak lagi menghiraukan Hana. Braga langsung mencium bibir Dara dengan buasnya.


Hana mengepalkan tangan kuat. menatap marah juga malu dengan apa yang ia saksikan.


"Kau mau menonton kami? suamiku sudah mulai menggerayangi ku." ucap Dara sesaat setelah berhasil menjauhkan wajahnya dari Braga. matanya lekat menatap Hana.


Tak membuang waktu. Hana mengenakan kembali pakaiannya dan langsung pergi meninggalkan Braga dan Dara. rasa kesal membuat Hana membanting pintu dengan kuat.


" Dasar gila! dan kau mas Braga. sekuat tenaga kau menahannya di hadapanku. tapi saat Dara datang, kau langsung menikamnya tanpa memperdulikan aku." ucap Hana yang masih berada dibalik pintu. suara pekikan dan desahan dari Braga dan Dara membuat Hana semakin Geram.

__ADS_1


Tak jauh dari sana. Jojo,Jean dan Maria terkekeh melihat wajah Hana yang terlihat kesal.


.....................


__ADS_2