Ibu Dari Anak Suamiku

Ibu Dari Anak Suamiku
Toilet


__ADS_3

Semakin dekat langkah kaki kedua laki-laki itu, semakin gemetar juga tubuh Dara. Perlahan Dara mencoba untuk mengatur nafasnya berharap bisa sedikit tenang.


"Maaf Tuan, apa saya salah masuk ke toilet pria? kalau begitu saya akan keluar sekarang." Ucap Dara sembari mencoba untuk tetap tenang sembari melangkah.


"Kamu pikir kamu akan lolos begitu saja?" Tanya salah satu pria itu sembari menghadang langkah kaki Dara.


"Kau boleh keluar setelah membantu kami." Ucap pria yang satunya lagi. Melangkah kehadapan Dara. Menatap Dara dengan wajah penuh nafsu.


"Benar-benar barang bagus. Aku sangat menyukai kulit mu yang halus ini." Ucap salah satu pria itu sembari mengelus lengan Dara.


Terkejut juga marah. Dara menepis tangan pria itu dengan kasar.


"Jaga sikap anda tuan. Saya bukan wanita yang mudah dilecehkan seperti itu.


"Kau tidak punya pilihan selain membantu kami." Ucap pria itu sembari menyeringai jahat.


"Apa yang bisa saya bantu agar anda berdua menyingkir dari jalan saya?!" Tanya Dara yang sudah tersulut emosi.


"Bantu kami memuaskan hasrat kami. Tenang saja, kami akan lembut padamu.


'Plak.........!


Dara menampar pria yang mengatakan hal itu.


"Anda benar-benar menjijikan. Lebih baik saya mati dari pada harus mengotori tubuh saya." Ucap Dara dengan nada membentak. entah keberanian dari mana yang muncul secara tiba-tiba itu. Terlihat tangannya gemetar sesaat setelah menampar salah satu pria yang melecehkannya.


'Plak.......!


Pria itu membalas tamparan Dara. Ada setitik darah yang keluar dari sudut bibirnya. Dara meringis menahan sakit dan tangis.


"Tolong....! tolong......! siapapun tolong aku." Dara berteriak meminta tolong. Meronta agar terlepas dari cengkraman kedua pria itu.


"Percuma saja berteriak. Tidak akan ada yang mendengar mu. Kami sudah memasang alat peredam suara." Pria itu menyunggingkan senyum jahatnya.


"Pergilah! aku tidak sudi kau sentuh. Kalian akan mendapatkan balasan karena perbuatan bejat kalian ini." Dara mencoba mengancam.


"Heh! diam!" Salah satu pria itu menarik dress Dara hingga robek di bagian dadanya.

__ADS_1


Dara terus menangis histeris meminta tolong. Tak ada ampun. Kedua laki-laki itu terus menampar pipi Dara saat berusaha meminta tolong.


Sementara Hana sibuk mencari cara untuk menggagalkan rencana Selli.


Flash back.


Hana terus memperhatikan Selli dari kejauhan tanpa Selli sadari.


"Apa ini rencana busuk mu?" Tanya Hana dalam hati saat melihat Selli dengan sengaja menumpahkan anggurnya ke dress Dara.


"kenapa dia tetap disana? dia tidak mengikuti Dara?" Hana berpikir sebentar lalu memutuskan untuk mengikuti Dara.


Saat sampai di toilet, Hana menyembunyikan diri sembari memperhatikan Dara dari kejauhan. Setelah beberapa saat, muncul seorang laki-laki yang tiba-tiba memasang plang pemberitahuan bahwa toilet sedang diperbaiki dan berlalu begitu saja.


"Ini aneh sekali. Kenapa dia memasang plang pemberitahuan saat Dara sudah masuk?" Gumam Hana dalam hati.


"Ini pasti rencana jahat wanita gila itu. Aku harus menggagalkannya.


Hana mendekati Maria yang gelisah menunggu Dara yang begitu lama berada di toilet. Hana menjatuhkan sapu tangan didekat Maria.


"Hei!!! barang mu terjatuh." Ucap Maria yang menyadari Hana menjatuhkan benda didekatnya.


"Benarkah? apa tadi dia berniat menggunakan ini saat mau ke toilet lalu dia lupa ya?" Tanya Maria sembari meraih sapu tangan itu dari tangan Hana.


"Mungkin begitu," Jawab Hana.


"Kalau begitu, aku akan menyusulnya." Ujar Maria sembari bangkit dari posisi duduknya.


"Tidak! jangan. Em, maksut ku, banyak tamu yang harus kau temui. Lebih baik minta tolong Mas Braga saja. Tidak mungkin kan aku yang harus menyambut tamu mu?" Hana bertanya sembari tersenyum.


"Heh,...? benar juga. Baiklah biarkan Mas Braga saja." Ucap Maria sembari berjalan menuju Braga.


Setelah menceritakan apa yang terjadi, Braga bergegas menuju Toilet untuk mencari istrinya. Bingung yang dirasakan Braga saat berada didepan Pintu toilet.


"Toilet ini paling dekat. Tapi, kenapa ada pemberitahuan ini. Hotel mewah begini tidak mungkin kan ceroboh dan tidak prepare saat akan digunakan untuk sebuah acara." Batin Braga bertanya dalam hati.


"Sayang,.... kamu didalam?!" Braga terdiam kebingungan karena tak mendapat jawaban.

__ADS_1


Tak jauh dari sana, ada seorang cleaning service yang sedang berjalan mendekat ke arah toilet. Braga langsung mendekatinya dan bertanya.


"Permisi, apa toilet wanita disana tidak berfungsi?" Tanya Braga yang sudah berada dihadapan seorang cleaning service.


"Tidak pak. Toilet itu baik-baik saja." Ujar cleaning service itu.


"Sial!! tolong batu saya." Ucap Braga sembari berlari mendekati pintu toilet. Disusul oleh cleaning service dibelakangnya.


Braga mencoba membuka pintu itu tapi ternyata dikunci dari dalam. Yakin, jika sedang terjadi sesuatu didalam, Braga mencoba mendobrak pintu itu berkali-kali.


"Tunggu tuan. Saya hubungi teknisi saja. Pintu itu tidak mudah didobrak." Ucap cleaning service itu sembari meraih ponselnya dan langsung menghubungi teknisi.


Didalam toilet.


Kedua pria itu mulai panik saat mendengar ada suara pria yang mencoba mendobrak pintu.


"Sial!! bagaimana ini?" Tanya pria itu ke pada rekannya.


"Kabur. Jangan sampai tertangkap." Jawab pria itu.


"Cih! anggap saja kita sedang sial nona. Kau tidak bisa menikmati kami dan kami gagal menikmati tubuhmu. Lain kali, aku tidak akan membiarkan ada pengganggu lagi." Ucap salah satu pria itu sembari mencengkram dagu Dara.


Dara yang sudah kesakitan tidak dapat melawan lagi. Tidak dinodai oleh dua orang pria itu sudah keberuntungan batinnya.


Tak lama pintu terbuka. Dua pria itu menabrak tubuh Braga dan dua orang teknisi yang membantunya. Merasa agak aneh, Braga menyuruh dua orang yang membantunya tadi untuk mengejarnya.


"Dara.....?" Tangan dan tubuhnya gemetar melihat Dara yang terlihat kacau. Wajahnya penuh memar. Dress bagian dadanya sedikit terbuka karena robekan. tangannya terikat tali dengan kuat.


Braga melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Dara. Memeluk untuk menenangkan.


Tak bisa menahan lagi, Dara menangis sekencang mungkin.


"Tidak apa-apa. Aku ada disini. Jangan takut. Kita kerumah sakit ya." Braga mencoba menguatkan Dara yang tak berdaya. tangannya mengepal kuat juga gemetar. Melihat wanita yang paling ia cintai terluka.


Sesampainya dirumah sakit. Dara tertidur setelah mendapatkan perawatan.


Braga menggenggam erat jemari Dara. Mengutuk dirinya sendiri karena gagal melindungi istrinya.

__ADS_1


Hari terus berlalu, Pagi telah datang untuk menyapa. Dara terbangun dari tidurnya. merasai tubuhnya yang terasa sakit dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Terlintas tentang apa yang terjadi semalam. Dara menjadi ketakutan. Air mata nya menetes membayangkan wajah menakutkan dari kedua pria yang hendak melecekan nya.


.....................


__ADS_2