
Saling memeluk dan melepas rindu. tangis bahagia sebuah keluarga yang akhirnya bersatu kembali.
"Tunggu,.. kalian tahu dari mana kalau dia Daddy kalian? Mommy kan sudah merahasiakannya." tanya Dara penasaran. membuat Jojo Jean dan Braga melepas pelukannya. ada rasa penasaran juga diwajah Braga.
"Malam saat Mommy akan pergi pesta. Mommy bergumam sendiri dan menyebut nama Braga. kami pernah bertemu paman Braga di taman bermain. untung saja Daddy adalah orang yang memiliki ketenaran. aku mencoba mencari profile nya di internet. disana juga ada photo Mommy. tentu saja kami dengan mudah mengetahuinya." sepanjang ini kalimat yang keluar dari mulut Jojo, dia mengucapkan dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
"Kami sengaja loh, menunggu Mommy memberi tahu sendiri. dan tante yang datang setiap pagi itu terlalu payah. dia memotret kami setiap hari. tapi, tidak juga mempertemukan kami dengan Daddy." ucap Jean sembari tersenyum bahagia menggenggam tangan Braga.
"Tante siapa?" tanya Braga penasaran.
"Huh! dia memang payah. namanya Maria. setiap pagi dia datang dan memperhatikan kami dari dalam mobil. memang dia pikir kami ini tidak tahu. kami sengaja tidak menegurnya. tapi sudah satu minggu, tidak ada perubahan. jadi Jojo menghampirinya dan mengajak bicara."ucap Jean dengan wajah manjanya.
"Ayolah,.. mau sampai kapan kalian berdiri disana. ayo duduk kemari." ajak ayah sembari menunjuk kursi dengan tangannya.
Setelah beberapa saat, Jean asik memeluk Braga tak mau lepas dari pangkuannya. sementara Jojo hanya diam dengan wajah datar disamping Braga.
Dara masih belum puas dengan rasa penasarannya yang tak kunjung menghilang.
"Jojo, jadi kalian benar-benar sudah bertemu dengan Daddy?" Dara menatap Jojo penuh harap.
"Hem,...
Dara mendesah sebal.
"tak bisakah kau menjawab pertanyaan Mommy sedikit lebih rinci? rasanya Mommy ingin memandikan mu dengan air gula atau air hangat setiap hari. " sudah mulai emosi, berharap jawaban dari mulut Jojo akan memuaskan. tapi ternyata, hanya membuatnya sebal.
"Dara, tidak perlu marah begitu. akan aku ceritakan. kami tidak sengaja bertemu di taman bermain. saat itu, Jojo berjalan sendirian karena Jean dan Rian sedang membeli sesuatu. kami sedikit mengobrol sampai Jean tiba. kalau saja, aku tahu saat itu, bahwa mereka anak-anak ku." Braga langsung terdiam. wajahnya terlihat sedih.
''Hahahaha.. sudah Daddy. its okay. kita sudah bertemu. jadi kita bisa happy bersama kan?" Jean mencoba menghibur. semua orang mengangguk kecuali Jojo.
Malam semakin larut. mereka semua bersiap untuk tidur. setelah mengantar anak-anak untuk tidur, Dara kembali kekamar. Braga masih duduk terdiam.
"Kamu belum ingin tidur Mas?" ucap Dara sembari mendekati Braga yang masih terduduk di tempat tidur.
"Aku belum mengantuk. tidurlah terlebih dulu."Braga mengelus kepala Dara.
"Sayang, aku ingin menemui Jojo sebentar ya?
"Ada apa Mas?
"Tidak ada. aku hanya ingin mengobrol. tapi jika dia sudah tidur, aku akan kembali.
"Baiklah.
Braga berjalan menuju kamar Jojo dan Jean. membuka pintu perlahan. Jojo tersenyum melihat Jojo yang sedang terduduk sembari membaca. tangan sebelah kiri memegang buku. tangan sebelah kanan terus mengusap kepala Jean.
Perlahan Braga mendekat dan menyentuh kepala Jojo. dengan cepat Jojo meletakkan buku. jari telunjuk berada di bibir nya. isyarat agar tak bersuara. Braga tersenyum dan mengangguk.
"Apa kau sudah mengantuk?" tanya Braga berbisik.
"Tidak.
__ADS_1
"Ikut Daddy. kita bicara sebentar bagaimana?
Jojo mengangguk.
Jojo dan Braga memutuskan untuk duduk disamping rumah. di bangku panjang berwarna putih. dikelilingi oleh macam-macam bunga. Braga mengelus kepala Jojo pelan dengan kebahagiaan. tapi, tidak dengan Jojo. ekspresinya tidak terbaca sama sekali.
"Kau terlihat tidak bahagia bertemu Daddy. apa ada sesuatu yang mengganjal dihati mu?" tanya Braga yang sedari tadi terus memperhatikan Jojo yang tidak begitu terlihat bahagia.
"Im happy." ucap Jojo tanpa menatap Braga.
"Are you sure?
Jojo terdiam sesaat. menundukkan kepala.
" tell me. reason Mommy left Daddy." terkejut bukan main. mendengar ucapan Jojo.
"Because im stupid." Braga menatap Jojo yang menatap nya karena terkejut. ini juga pertanyaan yang membuat jantung Braga berdetak tak beraturan.
"No more?. kenapa Daddy tidak mencari Mommy?
"Mommy melarang Daddy mencari. Daddy bersalah. jadi Daddy hanya bisa menunggu Mommy dan menjalani hukuman.
"Kenapa Daddy ada wanita lain?" pertanyaan yang tidak pernah Braga sangka akan keluar dari mulut mungil Jojo. membuat tubuhnya bergetar.
"Maksut mu, Daddy berselingkuh?
"Ya.
Braga mengganti posisi. berlutut dengan satu lutut yang menopang tubuhnya. menatap Jojo dengan rasa percaya diri dan segenap kejujuran.
Jojo tersenyum mengangguk. meski bibirnya tersenyum, namun matanya berair. Braga memeluk Jojo.
"Its ok. menangis saja. tidak apa. kau benar-benar menyayangi Mommy. kau pasti sangat khawatir Mommy akan sedih. terimakasih. telah menjaga Mommy. dan maaf." mengusap punggung Jojo perlahan. semakin lama, terdengar isak tangis dari Jojo.
Ayah, Ibu, dan Dara ikut terharu. mereka mendengarkan pembicaraan Braga dan Jojo. tanpa disadari oleh Braga dan Jojo.
Ke esokan paginya.
Ibu ,Ayah , dan Rian, sibuk membereskan semua barang milik Jojo dan Jean.
"belum lama mereka datang, sekarang akan pergi lagi." Ibu terlihat sedih.
"Mereka hanya tinggal terpisah. jaraknya hanya tiga kilo meter. tidak perlu menggunakan pesawat saat akan mengunjungi mereka." Ayah mengusap punggung Ibu menguatkan.
"Sayang, nanti kalian diantar oleh Uncle ya. Mommy akan sampai pukul enam sore. jadi, kalian tunggu Mommy disana. Uncle akan menjaga kalian sampai Mommy datang." ucap Dara sembari mengecup kening anak-anaknya bergantian.
Seperti biasa. Dara bekerja diperusahaan Erick. dan Braga sibuk dengan pekerjaannya.
Pukul lima sore.Dara bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dara meraih tasnya dan membuka pesan yang baru masuk.
"Erick ingin mengantarku pulang? tidak. tidak! aku harus segera pergi sebelum dia sampai disini." dengan cepat Dara berjalan meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
Satu panggilan masuk.
'hallo Mas?
'Sayang aku sudah pulang.
'Cepat sekali? bukankah kau biasa pulang malam?
'Tidak. mulai sekarang, jika tidak ada urusan penting dikantor, aku akan pulang.
'Baiklah. tunggu aku.
'Aku akan menjemputmu.
'Tidak. itu akan membuang waktu.
'Baiklah. hati-hati dijalan.
Ditempat lain. Mama telah menerima alamat dimana Braga tinggal selama beberapa hari ini. tapi sayangnya, Braga pulang sendiri. belum ada petunjuk mengenai wanita yang bersama Dara.
dengan cepat Mama menuju Apartemen Braga.
Tak lama kemudian, Dara sampai di Apartemen. Dara tersenyum melihat Braga dengan telatennya bermain bersama Jean dan Jojo.
"Mommy,......" Jean berlari memeluk Dara.
Dara membungkuk memeluk Jean.
"hei sweetheart." kalian belum istirahat? bukankah kalian belum lama sampai.
"Ya. kami tunggu Mommy. kami mau menyusun barang kami dikamar dulu. ayo Jean." ajak Jojo sembari berjalan menuju kamar yang sudah Braga dan Dara siapkan.
Braga berjalan mendekati Dara dan mencium keningnya.
"aku akan pergi mandi. apa kau mau ikut aku? kita bisa mandi bersama." tersenyum nakal.
"Hentikan tingkah mesum mu. jangan sampai anak-anak mendengar." ucap Dara sembari mengikat rambutnya ke atas.
"Baiklah. kau benar-benar tidak mau mandi bersama?
"Mas!" bentak Dara.
"Ya. iya. aku pergi." Braga berjalan sembari menyentuh bokong Dara. membuat Dara melotot menahan marah.
"Dasar mesum!" bentak Dara setengah berbisik. Braga berlalu sembari terkekeh.
Suara bel berbunyi. Dara mengerutkan dahinya bingung.
"siapa yang datang? apa mungkin Rian kembali lagi?" gumam Dara dalam hati sembari berjalan untuk membuka pintu.
Wajah terkejut yang juga mengejutkan Dara. hanya bisa diam mematung.
__ADS_1
"Kamu..! kamu, kenapa ada disini?! dimana anakku?! Dasar rubah licik!
......................